Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2020

Melihat Kehidupan Anak SMA Borjuis (Review ELITE S1- S3)

 
Pernah kah kalian merasa hidup akan jauh lebih mudah dengan hadirnya uang? Atau mikir kalau masalah hidup bakal kelar kalau kalian tajir? 
 
Nah di ELITE, series original besutan Netflix ini kalian bisa dapetin jawabannya. Ternyata dengan menjadi tajir itu ya ribet broh, kalau udah banyak duit pasti ada aja deh yang diinginkan, entah milik orang lain, atau malah jadi lebih menggampangkan sesuatu.

Luar biasa ya series aja bisa ngajarin hidup sebegininya. Cuma santai aja, Elite itu bukan tipe tipe series yang bakal butuh mikir. Ikutin aja alurnya, kalau kesel ya kesel aja, ada kalanya nanti kalian dibuat menye-menye juga karena drama atau romancenya.

ELITE ini adalah salah satu series originalnya Netflix yang paling bikin gregetan yang pernah aku tonton.
Awalnya, aku pikir biasa aja ya ceritanya tentang kehidupan anak-anak SMA kaum borjuis di Spanyol sana. Rupanya inilah awal masalahnya.

Jumat, 01 Mei 2020

How Money Heist (La Casa de Papel) Inspired Me


Hola buenos dias amigos! Como estas?

Yes! Ini efek kebanyakan nonton Money Heist hahaa! Jadi untuk postingan kali ini aku bakal review tentang film yang judul aslinya La Casa de Papel aka Money Heist yang aslinya berbahasa Spanyol. Jadi film ini ceritanya baru 2 minggu lalu aku tonton di Netflix.
Ceritanya tentang perampokan yang tersusun sistematis dan rapi banget. Menjanjikan premis yang bagus sih kalo menurut aku di awalnya. Tokoh utamanya ada El Profesor yang nantinya dibantu oleh 10-12 orang timnya yang asli solid banget dan punya spesialisasinya masing-masing.
Pertama nonton film ini dan baca premis awalnya aku teringat sama Now You See Me dan 21.

Film ini pertama tayang pada 2017 lalu dan sekarang di 2020 masih jalan season 4 nya.
Film ini ada sebagian sisi filosofis yang dibangun jadi dasar dan alasan mereka untuk merampok. Seperti namanya, iya betul ini film perampokan dengan genre drama. Yang paling saya suka yaitu gimana cara film ini dibangun dengan kekuatan karakternya, juga alasan mereka merampok yang tidak sekadar memperkaya diri sendiri. Bak Robin Hood, ada adegan mereka untuk ga pelit “bagi-bagi” uang ke orang lain.

Selasa, 14 Mei 2013

What They Dont Talk About When They Talk About Love


Hari ini saya merasa beruntung jadi satu diantara sedikit orang Solo yang berkesempatan menonton film ini. Muncul perdana di Solo baru pada 11 Mei lalu dan kali ini saya berkesempatan menontonnya di XXI Solo Square hanya dengan belasan orang lainnya. Sehari sebelumnya, film ini sudah mendapatkan 'jatah' tayang sebanyak dua kali pemutaran, namun sayangnya di hari ini hanya mendapatkan satu kali pemutara di jam 13.15, entah alasannya kenapa, tapi tebakan saya karena memang tak banyak orang yang menyaksikan film yang menjadi Official Selection Film di Sundance Film Festival 2013 ini.

Film ini bercerita mengenai kehidupan Fitri (Ayushita) seorang tunanetra yang sehari- hari tinggal dan bersekolah di sebuah Sekolah Luar Biasa. Di SLB ini, Fitri berteman akrab dengan Diana (Karina Salim), seorang penderita low vision. Keduanya terlibat kisah cinta yang unik. Fitri terpaut hatinya pada seorang hantu dokter (Nicholas Saputra) yang ternyata samaran dari seorang preman tunarungu, sementara Diana menyukai teman sekelas mereka yang bernama Andhika (Anggun Priambodo) yang juga tunanetra.

Sabtu, 01 Desember 2012