Kamis, 30 April 2020

Ide Buat #DiRumahAja Selama Pandemi Covid-19

Halaww!
Rasa-rasanya saya sudah 1 bulan nih Work From Home sejak mulai mewabahnya Coronavirus Disease-2019 atau Covid-19.
Kalau kantor saya kebetulan memang tidak WFH sepenuhnya, jadi kami menganut sistem piket secara bergantian untuk mengurangi jumlah orang yang ada dalam 1 ruangan. Jadi kalau dihitung-hitung 1 bulan itu paling ke kantor 6-8 kali aja per orangnya. Kebetulan kalau dilihat-lihat dari Peraturan Gubernur DKI Jakarta, tempat saya bekerja merupakan sektor yang dikecualikan jadi masih tetap bisa beroperasi.
Nah selama masa pandemi ini seperti bunyi imbauan pemerintah, saya juga kebanyakan sih di rumah aja. Sebulan lebih di rumah tuh rasanya bosen memang, sempet beberapa kali mati gaya meski ga abis ide banget gitu. Jadi kali ini saya mau share apa aja sih yang bisa dilakukan selama di rumah aja.

Rabu, 29 April 2020

Ketika Tanya Menemukan Jawab


Aku kadang bertanya kenapa kita hidup untuk menjawab “Why” dalam hidup kita. Boleh dibilang kurang sependapat malah. Bagaimana jika saya lantas lebih setuju jika hidup saya ini ya ada untuk menemukan jawaban demi jawaban, saya ada untuk menemukan jawaban atas pertanyaan yang muncul di hidup saya. Itu menurut saya. Itupun setelah ada seorang kawan yang berprinsip “Ya saya ada untuk mencari WHY dalam hidup saya.”
Saya agak terusik.

—-
Hari ini ada yang berbeda. Oh tentu saja setelah berapa lama -aku lupa sudah berapa hitungan- kita tak bersua. Kamu datang, kita duduk berhadapan.
“Oke, saya punya waktu cukup panjang. Sampai sore ini aku free. Kamu boleh tanya apa saja, saya akan sediakan jawabannya”
“Apa saja?” tanyaku memastikan.
“Iya apa saja,” anggukmu mantap. Anak rambutmu turut terkibas saat kau mengangguk.
“Aneh, tak biasanya. Kenapa?”
“Oke ini pertanyaan pertamamu? Kenapa? Ya karena saya tahu kamu punya banyak pertanyaan untukmu. Dan tak pernah ada yang biasanya di tengah-tengah kita,” katamu. Aku-saya seperti kebiasaan dulu ya, khas kamu sekali.
Sebenarnya saat itu aku ingin protes. Ini aneh, kenapa pula kami harus menjawab sementara aku bertanya. Tapi baiklah, kupikir tak ada salahnya mengikuti arus permainanmu.
“Kenapa akhirnya kamu ada di sini?” tanyaku
“Saya rasa saya punya banyak hutang sama kamu. Mungkin hari ini saya melunasinya, dengan kehadiranku.”