Thursday, January 4, 2018

Satu Tahun Berlalu

0

"Time is non refundable. Use it with intention" -unknown
Mungkin benar, waktu itu adalah musuh bagi orang yang lagi cinta- cintanya. Dan ternyata saya pernah segila itu.
Satu tahun yang paling gila dan tentu saja super memorable terjadi di 2017.
Anyway, postingan ini belum terlalu akan mellow jelasin perpisahan saya di Setumuk dan Natuna. But, I'll do it next time.

Saya sudah tahu kapan akhir masa tugas saya saat itu: Desember 2017. Jadi kalau tiba- tiba bete dan hopeless, tinggal inget aja kapan waktu pulangnya. Makin mendekati waktu 10 bulan, mulai deh mempersiapkan yang kita namakan "Perpisahan Terindah".

Saya bahkan udah mulai download lagu untuk perpisahan di sekolah nanti, versi karaoke nya gitu. Saya udah niatin mau nyanyi All I Ask. Maakk, galau gile. Ini saya udah sibuk nyari lagu All I Ask dari bulan April doongg hahahaa..
Tapi waktu itu kepikirannya buat lagu perpisahan anak kelas VI yang mau lulus.

Meski pada akhirnya saya berhasil nyanyi Samsons- Kenangan Terindah, dan tentu saja lagu Stinky- Mungkinkah. Inilah lagu perpisahan yang galau abissss yang berhasil saya nyanyikan di depan tamu dana murid- murid waktu perpisahan. Bapaak oyy! Hahahaa.


Sumpah saya ngga galau pas nyanyiin ini. Cuma pengen bilang sama murid- murid saya, Ibu udah latihan nyanyi ini, suaranya lumayan ya tapi ini semua demi kalian Ibu mau nyanyi :")

Kalau ga karena request mah bye. Saya cukup sadar suara saya.
Satu tahun berlalu, banyak yang terjadi. Perubahan terjadi. Entah meningkat atau menurun.
Cinta dan bahagia terjadi.
Cerita sedih terjadi.
Kisah bangga terjadi.
Terinspirasi dari orang lain pun sudah terjadi.
Satu tahun berlalu, perpisahan pun terjadi.

Saya jadi ingat dulu salah satu video dari Indonesia Mengajar atau tepatnya tim komsos pas rekrutmen PM XIII, pernah bilang gini: Satu tahun di pedalaman sana adalah satu tahun paling berharga. Sudah siap?

Saya sudah menjawab tantangan ini setahun lalu.
Siap nggak siap, saya berangkat.
Tapi toh nyatanya saya mempersiapkan keberangkatan saya ke Natuna dengan cukup baik. Pun demikian saat mau kembali ke Jakarta lagi saat purna tugas, saya siap. Meski separuh hati saya belum siap kalau sewaktu- waktu galau inget murid- murid di sana.

Bapak oyy, nak sebulan ni ibuk bolek kampung, rase hati ni lah piwang benu lah sama awak awak ni. 

Ayo dong yang cowok- cowoknya foto juga! 
Salam dari Buk Hanna yang ga usah ditanya terus tiap hari apa ibuk kangen atau ngga. Kangen oy!

Jakarta dini hari, 4 Jan 2018.

-HS-

0 comments:

Post a Comment