Sunday, November 27, 2016

Setelah 6 Minggu

Senin 17 Oktober yang lalu, merupakan salah satu hari bersejarah yang aku ingat, mungkin takkan pernah terlupa seumur hidup.
Hari itu aku pertama kali bertemu dengan 39 teman baru. Yang aku tahu hari itu adalah awal dari banyak hal yang tak terduga di kemudian hari. Yang tidak aku tahu, pertemuan itu mengawali banyak kehangatan dan inspirasi untuk saya pribadi kelak, mereka ternyata sangat berharga bagiku.

Hari ini, Minggu 27 November, kurang dari 3 hari lagi kami akan berpisah. Aku akan pergi meninggalkan orang- orang terdekat yang telah menghabiskan waktu dari bangun hingga tidur kembali bersamaku.
Foto bareng sesudah Farewell Party. Yeah it' s farewell :(
Kami akan pergi mengabdi ke pelosok- pelosok negeri. Kami akan melepas keakraban yang sudah terbangun di 6 minggu ini. Seperti yang sudah pernah saya bilang sebelumnya, kita bertemu dan saling mengenal tak hanya untuk 6 minggu atau setahun saja. Saya ingin persaudaraan seumur hidup, yang tetap hangat walau lama terpisah. Yang tetap rukun walau tak selalu sependapat.

Setelah 6 minggu, setelah lebih jauh mengenal satu sama lain, setelah banyak kisah pencapaian masa lalu dan cita- cita ke depan yang kami bagi, perpisahan adalah hal yang amat pilu. Setidaknya mereka adalah orang- orang yang pernah mendoakan mimpiku supaya jadi nyata. Mereka juga yang sudah menginspirasiku dengan pencapaian masing- masing yang sudah gemilang di usia muda. Tanpa mengenal mereka mungkin daya juangku tak akan pernah sekeras ini.
8 orang PM Kab. Natuna

Saya jadi ingat statement seorang teman sebelum saya ikut Indonesia Mengajar:
"Gue pengen ngajak orang- orang ikut dalam lingkaran positif ini, Han. Ini tuh seru banget"

Dan di sinilah saya saat ini, ada di dalam lingkaran positif itu. Berproses bersama teman- teman PM XIII. Kami meyakinkan diri kami untuk bisa melakukan perubahan dan memberikan dampak baik bagi masyarakat yang kami tinggali nanti.

Apa rasanya mau berangkat ke penempatan?
Campur aduk. Di satu sisi senang, karena akan segera bekerja di tempat baru, melihat rumah baru saya di ujung utara Indonesia. Sisi lainnya agak takut sama rasanya ketika mau pindah rumah, khawatir dengan segala masa adaptasi yang ada nantinya. Hal yang wajar bukan?

Foto sesudah pelantikan dan survival di Gunung Burangrang, Jawa Barat




Selamat berkemas kawan kawan  XIII,

HS


Ps: find our story in Natuna on #NatunaBerkisah

Sunday, November 6, 2016

Akhirnya Datang Juga

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga.
Pengumuman penempatan CPM XIII.

Hari ini rasanya deg- degan campur pasrah sekali.
Dari awal ikut Indonesia Mengajar, saya tidak pernah set ekspektasi atau bahkan berani berdoa sekalipun untuk lokasi penempatan saya.
Dimanapun itu, saya harus sip, harus disyukuri.

Kalau ada yang tanya saya mau dimana, saya selalu jawab: "Di mana aja boleh, saya siap"
Sok iyes banget padahal mah penasaran dan berharap- harap cemas gitu deh haha.
Dan selalu begitu, dari sebelum masuk camp sampai akhirnya di camp pun saya masih tetap pada jawaban yang sama.

Tapi kalau boleh jujur sama diri sendiri, jauuh di dalam hati saya, saya pengen ke Natuna, berkali- kali pernah ingin sekali mengabdi di sini. Dulu sekali sebelum apply jadi PM XIII pun pernah pengen ke Papua, karena saya merasa itu titik terjauh saya pergi di Indonesia nantinya. Saya juga pernah berharap untuk Banggai, meski tanpa alasan yg kuat. Cuma ya itu saya ngga tau apa itu yang terbaik untuk saya apa bukan. Jadi saya biarkan kehendak Tuhan yang bekerja untuk saya.

Dan tibalah 6 November itu. Pengumuman kabupaten penempatan. Antara Aceh Utara, Natuna, Nunukan, Banggai, dan Pegunungan Bintang.

Singkat cerita, setelah digiring satu persatu akhirnya CPM XIII untuk pertama kalinya ditemukan dengan teman- teman sepenempatannya. Memang sih selama ini kami selalu bersama-sama ber 40, cuma kali ini saya tau akan bersama 7 orang yang sepenempatan ini selama setahun ke depan.
Pertama buka tutup mata yang saya lihat siapa orang- orang yang akan sama saya, jadi saudara terdekat setahun ke depan bahkan untuk seumur hidup nanti. Saya bahkan perlu beberapa menit untuk tau lokasi penempatan saya.
Sekilas saya lihat mereka, saya yakin bahwa setahun ke depan akan lebih meyakinkan bersama mereka. Entah kenapa keyakinan itu tiba- tiba tumbuh aja. Bahkan sempat terpikir dimanapun penempatannya, kalau sama mereka saya mah yakin aja.
Dan Tuhan memang penuh kuasa, doa yang bahkan gak mampu saya ucapkan akhirnya terwujud. Saya dapat di Natuna!

Natuna yang pernah saya impikan berkali- kali. Natuna yang saya idamkan untuk bisa singgah atau kali ini mengabdi setahun di sana. Hanya saja, Natuna ini tak pernah berani saya ucapkan secara gamblang saya ucapkan dalam doa. Saya hanya minta dimampukan dan diberikan tempat terbaik untuk penempatan ini.
Dan tempat terbaik menurut Tuhan untuk saya: di Natuna :)

Jadi inilah saudara saya di Natuna nanti:



Dear Lala, Dita, Cece, Latin, Rustam, Akbar, Bayu selamat menjadi keluarga baru aku. It's nice to be with you in our long journey.

Dan seperti keajaiban lainnya, kali ini semesta benar- benar mendukung. Tuhan mengabulkan banyaak doa saya di sini. Ketika rasa syukur dan terim kasih saja dirasa tak cukup, maka saya tahu harus membalasnya dengan perbuatan baik untuk orang lain :)

Wish us luck and happy!

HS