Sunday, February 14, 2016

Cinta yang Tak Mudah


Belajar mencintaimu memang tak mudah
Di tengah carut marutnya dunia politik
Di saat gamangnya pemerintahan
Saat lemahnya ekonomi
Hingga terjadi krisis kepercayaan dimana- mana

Tapi jangan pernah pertanyakan rasaku padamu
Masih terasa desir darahku saat mengumandangkan namamu manakala menonton pertandingan olahraga
Masih ada nafas kebanggaanku manakala menyanyikan lagu Indonesia Raya
Dan selalu ada rasa rinduku saat tak menginjak tanahmu untuk beberapa hari
Nyata memang tanah dan lautan milikmu adalah yang terbaik yang pernah kujumpai
Sejauh mata memandang, di situ sawah menghampar
Gemuruh dan debur ombak pantai menyapa laut yang tenang nan indah
Juga berderet baris gunung menjulang tinggi mrmpertontonkan karya agung Sang Kuasa yang indah juga megah

Maka kali ini izinkanlah aku untuk mengembara ke sudut dunia
Aku akan menggali sebanyaknya pengalaman dan ilmu untuk kembali lagi padamu
Tidak untuk membandingkan atau bahkan mengecilkanmu
Namun untuk mengabdi dan berbakti tanpa batas padamu, Indonesiaku


Tertanda
Salah satu dari sekian ratus juta jiwa pendudukmu

Friday, February 5, 2016

Hari yang Indah untuk Dikenang

Hai kamu,

Hari ini cerah sekali.
Langit pun tak pernah secerah ini dalam bulan- bulan awal dalam tiap tahunnya.
Awan pun sesekali berarak, membentuk kumpulan awan tipis yang absteak namun memancing imajinasiku.

Thursday, February 4, 2016

Untukmu

Dear you,

Surat ini kutujukan khusus kepadamu.
Tak ada yang penting sebenarnya.
Hanya sebagai pengingat saja bagiku pun bagimu.

Please remember this; kalau saja kelak nanti aku membuatmu sebal setengah mati atau bahkan nyaris menyerah;
Aku mencintaimu, tanpa tapi, tanpa syarat
Tak pernah kuberi tanda titik dan akan terus begitu hingga waktuku habis
Maka bertahanlah hingga ujung usiamu, yang tak pernah kita tahu
Pict source: link
 Ps: hari ini kulihat jari tanganmu tersentak sedikit ketika aku menangis, bangunlah sayang.


Tertanda,
Kekasih yang menantimu tiap hari di bangsal yang sama.

Tuesday, February 2, 2016

Hujan di Kota Kita

Untuk dirimu yang tak mampu menghentikan hujan.
Sayang, sekalipun aku ingin beranjak, tahanlah aku untuk tetap di sisimu.
Meskipun tak banyak waktu yang kita miliki, genggamlah itu sekuatmu.
Meski tak layak diriku untuk memiliki seluruh waktumu, setidak- tidaknya milikilah seluruh daya juang dan harapanku.

Hari ini hujan kembali mengguyur kota kita.
Dan kusadari, dirimu tak lagi di sini.
Haruskah aku bersedih dan menyesali hari?
Entahlah, aku tak mampu untuk menepati janjiku yang dulu.
Karena hari ini tak kulihat sekalipun dirimu berusaha menahan rintik hujan agar tak jatuh di kota ini.

Hari ini, hujan kembali mengingatkanku kepadamu.
Meski kutahu dirimu tak selalu mengingat janji kita untuk saling menatap langit manakala hujan jatuh.
Tapi hujan, kembali merongrong jiwaku untuk mengejarmu hingga ke tempatmu.
Mungkin tidak untuk saat ini, sayang.

Sekarang, biarlah aku berlari mengejar mimpiku.
Kelak, aku akan kembali padamu.
Menagih janjimu, dan menepati ikrarku padamu.
Saat hujan turun lagi di kota kita.

Photo is taken from here 

Salam,
Terkasihmu di kota seberang

Monday, February 1, 2016

Bantulah Aku

Hello Monday!

"Duh, hari senin!" gerutu mereka.
Lantas aku tersenyum dalam hati.
Apakah aku tak serta merta menggerutu bersama mereka?
Ternyata hatiku sudah menggerutu sama persis dengan yang mereka ucapkan tadi.

Hai hari senin.
Baru beberapa pekan lalu rasanya aku tak menyesali kedatanganmu, dan berjanji untuk tetap seperti itu.
Tapi nyatanya, beberapa pekan lalu aku tak kuasa menyambut datangnya pagi.
Aku rebah serebahnya saat tak hanya hari itu dirimu tiba, tapi juga suhu tubuhku meningkat, dan flu menyerang.
Ah the perfect morning of Monday.
Sayangnya aku tak bisa beringkar, aku harus tetap bangkit menghadapi hari awal dalam minggu itu.
Aku harus membuat suatu awal yang baik, setidaknya dalam minggu itu, dalam bulan pertama tahun ini.