Saturday, December 31, 2016

A Gloomy Note in December


Ps: sekadar catatan kecil yang saya buat di desa Setumuk. Bukan catatan kegelisahan hanya catatan di suatu hari yang gloomy, tanpa sebab. Mungkin karena PMS attack haha.

See you,
HS

Tuesday, December 27, 2016

Pengingat Akhir Tahun

Siapa sangka kalau penghujung tahun 2016 ini akhirnya saya resign dari pekerjaan sebagai seorang media planner dan malah ‘mendaratkan diri’ pada sebuah titik di utara Indonesia yang bernama Natuna?

Tuhan rupanya merencanakan sesuatu memang indah, dan memang tepat bila saya bersyukur atas semua berkat yang saya dapat di 2016 ini.
  1. Akhirnya saya memilih beralih haluan, murtad (entah sementara atau selamanya) dari profesi yang ada di ranah komunikasi, sesuai bidang keilmuan saya, dan menjadi seorang guru SD. Meski banyak pertimbangan, tapi saya tak pernah ragu sedikit pun untuk pilihan yang memang sudah tak imbang ini.
  2. Akhirnya saya jadi Pengajar Muda! Akhirnyaaa. Bahkan masih haru rasanya bila saat ini saya ingat kembali jika sampai hari ini saya pun telah resmi menjalani tugas sebagai seorang Pengajar Muda yang sudah lama saya idam- idamkan. 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar, dan setelah setahun memendam mimpi lama, saya bisa mengejar impian itu.
  3. Akhirnya saya ada di Natuna. Natuna, sebuah kabupaten yang sebelum saya masuk camp pelatihan pun telah saya impikan, saya doakan dalam diam. Bahkan tak pernah ada orang yang tahu kalau kala itu saya sudah memohon untuk yang satu ini. Tentang indah pantainya, yang membujur luas mengelilingi kepulauan ini. Deretan pasir putih, air laut yang warnanya hijau kebiruan, kini hanya sebatas keinginan saja untuk bisa melihat itu semua. Ah ya, dan banyaaak sekali bintang- bintang di atas rumah saya di Setumuk, Natuna ini. Indah sekali lah nikmat yang satu ini.
  4.  Akhirnya saya bisa merantau lagi. Pergi jauh dari rumah, alias merantau merupakan target pribadi saya selama ini. Menyenangkan ketika bertemu orang baru, belajar budaya baru, dan melihat banyak hal lainnya dari luar rumah. Bukannya saya tak senang ada di rumah tapi saya meyakini bahwa dengan bepergian jauh dari rumah, saya telah berproses menjadi seorang yang dewasa seutuhnya. Saya bisa belajar banyak hal dan mengatur perasaan saya (untuk tidak mudah rindu keluarga) dengan jauh dari rumah. Bahkan rindu pun terasa nikmat bila kita mengatur jarak.
  5. Akhirnya bertambah juga jumlah keluarga saya. Saya punya keluarga se- Indonesia! Ada 39 orang Pengajar Muda XIII, 40 orang bila termasuk saya. Semua berasal dari beragam latar budaya, pendidikan dan kota asal berbeda. Saya belajar banyak dari mereka ini, saya menghormati sekaligus menyayangi mereka setiap harinya. Bohong kalau saya tak pernah minder ketika bertemu mereka. Tapi saya tahu, setiap orang ada kapasitas dirinya masing- masing. Bukankah kita semua keren saat memaksimalkan diri kita sendiri?

Jadi saya sekarang mulai berpikir untuk singgah di kota- kota asal mereka ini begitu selesai penempatan nanti. (Padahal mah masih ada waktu setahun lagi! )
Kalau ditanya apa yang saya syukuri saat ini? Saya jawab: semua hal yang pernah terjadi dalam hidup saya. Baik suka maupun duka, semua menggiring saya pada hal- hal yang saya dapat di penghujung tahun ini. Semoga nikmat ini selalu dan terus ada setiap waktunya. Semoga saya tak pernah lupa untuk terus bersyukur dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain.


Salam dari indahnya Natuna!
-HS-


PS: kalau penasaran dengan cerita PM XIII Natuna selama bertugas, sila cek tagar #NatunaBerkisah

Sunday, November 27, 2016

Setelah 6 Minggu

Senin 17 Oktober yang lalu, merupakan salah satu hari bersejarah yang aku ingat, mungkin takkan pernah terlupa seumur hidup.
Hari itu aku pertama kali bertemu dengan 39 teman baru. Yang aku tahu hari itu adalah awal dari banyak hal yang tak terduga di kemudian hari. Yang tidak aku tahu, pertemuan itu mengawali banyak kehangatan dan inspirasi untuk saya pribadi kelak, mereka ternyata sangat berharga bagiku.

Hari ini, Minggu 27 November, kurang dari 3 hari lagi kami akan berpisah. Aku akan pergi meninggalkan orang- orang terdekat yang telah menghabiskan waktu dari bangun hingga tidur kembali bersamaku.
Foto bareng sesudah Farewell Party. Yeah it' s farewell :(
Kami akan pergi mengabdi ke pelosok- pelosok negeri. Kami akan melepas keakraban yang sudah terbangun di 6 minggu ini. Seperti yang sudah pernah saya bilang sebelumnya, kita bertemu dan saling mengenal tak hanya untuk 6 minggu atau setahun saja. Saya ingin persaudaraan seumur hidup, yang tetap hangat walau lama terpisah. Yang tetap rukun walau tak selalu sependapat.

Setelah 6 minggu, setelah lebih jauh mengenal satu sama lain, setelah banyak kisah pencapaian masa lalu dan cita- cita ke depan yang kami bagi, perpisahan adalah hal yang amat pilu. Setidaknya mereka adalah orang- orang yang pernah mendoakan mimpiku supaya jadi nyata. Mereka juga yang sudah menginspirasiku dengan pencapaian masing- masing yang sudah gemilang di usia muda. Tanpa mengenal mereka mungkin daya juangku tak akan pernah sekeras ini.
8 orang PM Kab. Natuna

Saya jadi ingat statement seorang teman sebelum saya ikut Indonesia Mengajar:
"Gue pengen ngajak orang- orang ikut dalam lingkaran positif ini, Han. Ini tuh seru banget"

Dan di sinilah saya saat ini, ada di dalam lingkaran positif itu. Berproses bersama teman- teman PM XIII. Kami meyakinkan diri kami untuk bisa melakukan perubahan dan memberikan dampak baik bagi masyarakat yang kami tinggali nanti.

Apa rasanya mau berangkat ke penempatan?
Campur aduk. Di satu sisi senang, karena akan segera bekerja di tempat baru, melihat rumah baru saya di ujung utara Indonesia. Sisi lainnya agak takut sama rasanya ketika mau pindah rumah, khawatir dengan segala masa adaptasi yang ada nantinya. Hal yang wajar bukan?

Foto sesudah pelantikan dan survival di Gunung Burangrang, Jawa Barat




Selamat berkemas kawan kawan  XIII,

HS


Ps: find our story in Natuna on #NatunaBerkisah

Sunday, November 6, 2016

Akhirnya Datang Juga

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga.
Pengumuman penempatan CPM XIII.

Hari ini rasanya deg- degan campur pasrah sekali.
Dari awal ikut Indonesia Mengajar, saya tidak pernah set ekspektasi atau bahkan berani berdoa sekalipun untuk lokasi penempatan saya.
Dimanapun itu, saya harus sip, harus disyukuri.

Kalau ada yang tanya saya mau dimana, saya selalu jawab: "Di mana aja boleh, saya siap"
Sok iyes banget padahal mah penasaran dan berharap- harap cemas gitu deh haha.
Dan selalu begitu, dari sebelum masuk camp sampai akhirnya di camp pun saya masih tetap pada jawaban yang sama.

Tapi kalau boleh jujur sama diri sendiri, jauuh di dalam hati saya, saya pengen ke Natuna, berkali- kali pernah ingin sekali mengabdi di sini. Dulu sekali sebelum apply jadi PM XIII pun pernah pengen ke Papua, karena saya merasa itu titik terjauh saya pergi di Indonesia nantinya. Saya juga pernah berharap untuk Banggai, meski tanpa alasan yg kuat. Cuma ya itu saya ngga tau apa itu yang terbaik untuk saya apa bukan. Jadi saya biarkan kehendak Tuhan yang bekerja untuk saya.

Dan tibalah 6 November itu. Pengumuman kabupaten penempatan. Antara Aceh Utara, Natuna, Nunukan, Banggai, dan Pegunungan Bintang.

Singkat cerita, setelah digiring satu persatu akhirnya CPM XIII untuk pertama kalinya ditemukan dengan teman- teman sepenempatannya. Memang sih selama ini kami selalu bersama-sama ber 40, cuma kali ini saya tau akan bersama 7 orang yang sepenempatan ini selama setahun ke depan.
Pertama buka tutup mata yang saya lihat siapa orang- orang yang akan sama saya, jadi saudara terdekat setahun ke depan bahkan untuk seumur hidup nanti. Saya bahkan perlu beberapa menit untuk tau lokasi penempatan saya.
Sekilas saya lihat mereka, saya yakin bahwa setahun ke depan akan lebih meyakinkan bersama mereka. Entah kenapa keyakinan itu tiba- tiba tumbuh aja. Bahkan sempat terpikir dimanapun penempatannya, kalau sama mereka saya mah yakin aja.
Dan Tuhan memang penuh kuasa, doa yang bahkan gak mampu saya ucapkan akhirnya terwujud. Saya dapat di Natuna!

Natuna yang pernah saya impikan berkali- kali. Natuna yang saya idamkan untuk bisa singgah atau kali ini mengabdi setahun di sana. Hanya saja, Natuna ini tak pernah berani saya ucapkan secara gamblang saya ucapkan dalam doa. Saya hanya minta dimampukan dan diberikan tempat terbaik untuk penempatan ini.
Dan tempat terbaik menurut Tuhan untuk saya: di Natuna :)

Jadi inilah saudara saya di Natuna nanti:



Dear Lala, Dita, Cece, Latin, Rustam, Akbar, Bayu selamat menjadi keluarga baru aku. It's nice to be with you in our long journey.

Dan seperti keajaiban lainnya, kali ini semesta benar- benar mendukung. Tuhan mengabulkan banyaak doa saya di sini. Ketika rasa syukur dan terim kasih saja dirasa tak cukup, maka saya tahu harus membalasnya dengan perbuatan baik untuk orang lain :)

Wish us luck and happy!

HS

Sunday, October 30, 2016

2 Minggu Penting di Oktober

Hi there!
Oktober udah masuk hari terakhir aja dan 2 minggu terakhir ini saya bersyukur banget dikasih kesempatan untuk belajar lagi.
Jadi bareng sama 39 orang calon Pengajar Muda XIII lainnya saya mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi bareng- bareng melakukan aktivitas.

Monday, October 3, 2016

2 More Weeks

Okey ini quick posting and recap aja ya untuk September.

Setelah banyak hal terjadi di September, seperti (akhirnya) saya lolos jadi Pengajar Muda angkatan XIII, dan otomatis harus resign dari kantor. Jadi resmi begitu pengumuman dari Indonesia mengajar per 9 September (aih tanggal cantik!) saya pun langsung mengajukan pengunduran diri ke kantor dan resmi resign per 23 September.

Tuesday, September 13, 2016

A Late Welcoming for September

Jadi, sudah masuk minggu ke 2 September.
Awalnya mau bikin postingan di awal September cuma karena banyak hal yang harus dipastikan jadi terpaksa di hold dulu.

Dear September,
Thank you for coming.
Agustus dan September tahun ini benar- benar sebuah perjalanan mendewasakan diri buat saya sejauh ini. Kalau saya menoleh ke belakang rasanya semua garis yang saya lalui menggiring saya ke satu tempat.

Kalau ada yang tanya perasaan saat ini; pastilah saya jawab bahwa tak ada yang lebih membahagiakan daripada saat ini.
Dan tentu, mari kita berdoa semoga masih terus membahagiakan hingga akhir tahun.

Ps: anggaplah ini sebuah hutang postingan dari sebuah cerita panjang. Akan saya bayar lunas, segera.

Foto oleh oleh dari perjalanan ke Sunda Kelapa hari ini (12/9)


Rgds
HS

Wednesday, August 10, 2016

7 YEARS AGO


Pagi ini begitu sampai kantor, dapat notifikasi dari Facebook. Karena seperti biasa ya, buka FB dulu setiap pagi sebelum buka email kantor XD
Dan ada notifikasi moments di FB. Berhubung saya nggak pernah punya banyak moment atau status dari 2011 sampai sekarang, jadi agak- agak kaget juga lihat tanggal ini 10 Agustus ternyata punya banyak moment di antara 2008- 2012 an gitu.

Sempet ngirain itu postingan bakal sampah banget nggak sih, secara itu eranya masih jadi anak sekolah atau kuliahan awal.
Ternyata bersyukur lah saya nggak pernah alay banget bikin status. Dan moment di tanggal ini ternyata berharga semua. Iya semuanya jadi kayak milestone perjalanan hidup saya.

Saturday, July 9, 2016

24

I wish:

1. to stop overthinking
2. to be brave and tough
3. to be happy, no matter what will happen
4. to have prayer in every condition
5. not to forget to say thank you to God everyday
6. to make the day brighter, even the sky is cloudy or gonna rain
7. to achieve all of the 2016 resolution :)
8. to be energetic so I can have a powerful day to do my daily routine
9. to be honest to myself
10. to get all of my dream and wishlists above 
Amen?
Amen. 

Friday, July 8, 2016

Waktu Tuhan

Pilihan Tuhan untuk setiap kita tidak pernah salah
Pernahkah kalian merasa amat begitu menginginkan sesuatu hingga tak ingin melewatkan tiap kesempatan yang ada untuk mendapatkannya?

Saat ini saya merasakannya.
Ada satu mimpi lama, yang sejak bertahun lalu saya inginkan.
2 Minggu lalu saja baru dapat pengumuman kalau langkah saya selangkah lebih dekat dengan mimpi itu.
Lolos tahap 1.
Masih ada 2 tahap lainnya yang menanti.
Saya mulai cemas dan gusar. Benar- benar tidak ingin kehilangan kesempatan lagi.
Lagi?
Ya beberapa tahun lalu saya pernah tidak lolos dalam proses yang sama. Jadi sebenarnya kali ini sudah sampai di langkah terjauh yang pernah saya lalui.
Tapi justru saya tak ingin terhenti.
Jangankan terhenti, membayangkan kegagalan pun rasanya sudah tidak waktunya.
Meski ada ketakutan untuk hal itu, toh manusiawi kan kalau takut gagal?
Tapi kali ini saya niatkan bulat- bulatkan, lafalkan terus menerus dalam alam bawah sadar saya.
Kali ini tak boleh lepas.

Maka kalau ada 1 permintaan saja yang boleh saya ucapkan saat ini, boleh jadi demikian doanya:
"Tuhan, kali ini lancarkan jalanku untuk mengabdi menjadi Pengajar Muda XIII"

Yang aku yakini, pilihanNya tak pernah salah. Pun waktuNya selalu tepat dan indah untuk mewujudkan cita- citaku.

Jadi mohon doanya ya!
Karena saya dan anda pun tak pernah tahu, dari mulut siapa Tuhan mendengar doa kita.

-HS-

Wednesday, June 15, 2016

Catatan Tengah Tahun

ENAM BULAN DI 2016 HAMPIR BERLALU

dan nyaris hampir setiap hari tiada helaan nafas dalam yang tidak saya hembuskan tiap bangun pagi.
Life is getting hard in 2016.
Kalau sebelumnya di 2015, saya pernah bilang itu tahun tersibuk saya, sehingga ngga sempet nulis post, bahkan jarang bangeeet nah 2016 ini harder than 2015.
Tapi saya mulai mendisiplinkan diri untuk terus nulis, oke at least sebulan sekali, dari target tahun sebelumnya 1 minggu 1x
Bukan karena tidak bertambahnya kesibukan, justru sebaliknya, semakin sibuk, saya menemukan bahwa menulis adalah salah satu bentuk relaksasi saya.
Saya bisa bikin apa aja jadi tulisan dan mewujud rupa di tulisan.

I have knocked my ego deeper down than before
Tapi kemudian saya tahu, ego saya yang terpendam itu belakangan kembali mengetuk hati saya lagi.
"Cuy yakin nih lo ga mau memperjuangkan ego dan mimpi lo lagi?"
"Yakin nih sampe sini aja semua?"
Terbang kemana semua harapan dan cita- cita saya selama ini?
Entah, mungkin tak benar- benar hilang.
Mungkin hanya terkalahkan sementara oleh banyaknya rutinitas yang memenuhi hari- hari ini.

Benar 2016 is getting harder. But I know that I should have more prayer than before.
I couldnt do this better if I walk alone.

Dan seperti seharusnya, hidup terus berjalan. Tapi saya tahu mimpi saya tak boleh berhenti.
Dan salah satu mimpi besar harus terwujud di 2016.
Harus



Sunday, April 17, 2016

Tuhan Sedang Bekerja

Tuhan sedang bekerja sangat keras
IA membantuku mewujudkan mimpiki satu demi satu
IA membuatku yang setengah hati dan meragu akan kemampuanku sendiri menjadi yakin tak terbantahkan.
IA menjadikan hal yang mustahil bagi cara pandangku menjadi nyata dan terjadi melalui tangan dan langkahku.
IA bekerja dengan serius untuk membantuku meraih impianku

Tuhan sedang bekerja sangat keras
IA mendengar keluhan maupun kesahku padaNya dalam malam- malam sunyi
IA selalu mendengar desah nafasku yang mendengus tak beraturan setiap merasa buntu dengan masalah
IA dengan nyata tak pernah membiarkanku benar- benar sendirian
IA selalu ada bersamaku, meski aku terkadang lupa memohon bantuanNya
IA menolongku di saat yang paling tepat

Tuhan sedang bekerja sangat keras
Bahkan ketika aku selalu inginkan banyak hal
Hari ini inginkan hal ini, besok kemudian berganti impian jadi hal itu
IA tak langsung menjawab iya untuk semua pintaku
Tapi IA memberikan yang terbaik untukku
Tak selalu cepat namun tepat pada waktunya
IA tahu apa yang kubutuhkan
IA mengerti apa yang benar- benar kuimpikan
IA tahu segala tentang diriku bahkan ketika aku masih di rahim ibuku

Lantas kenapa diriku yang lemah ini masih bebal hati?
Lantas kenapa kita terkadang lupa diri?
Lantas kenapa kata syukur hampir tak pernah terucap saat hidup mengujimu?
Lantas mengapa langkahmu menjauh dariNya justru di saat hidupmu ada di titik terendah?

Tuhan sedang bekerja sangat keras
Bahkan hingga saat ini, untuk menjaga hidupku saat kupinta damai kasihNya untuk selalu bersamaku

(A post for Jubilate Sunday)

Sunday, April 3, 2016

Saturday, April 2, 2016

First Post on April

Hello April!

Seperti biasa, setiap bulan saya selalu merasa udah ingkar ke diri sendiri.
Lagi- lagi sulit banget untuk memenuhi target 1 week 1 post hahaa..
Ya gimana lagi, karena lagi sibuk kerja (cieeh sibuk banget apa), jadinya gak sempet kemana- mana untuk cari inspirasi nulis atau jalan- jalan.
Padahal Februari lalu abis main ke Bandung sih sama temen- temen kuliah tapi tetep aja abis pulang liburan tuh rasanya capekkk banget (tapi hepi berats!) dan ga sempet nulis.
Okeh, utang ya 1 post soal main ke Bandung ini.

Dan Maret lalu sebenarnya bulan- bulan hepi dan berat.
Yang jelas happy karena Maret memang bulan kelahiran piscesian seperti diriku. Yes, I'm turning 24 on this year!
Makasih lho buat temen- temen kantor yang udah bikin gue jantungan meski telat sadarnya kalo lagi di surprise-in. Di umur 24 ini tentu saya kembali merancang target baru untuk tahun ini.

Thursday, March 3, 2016

Mari Menulis (Lagi)

Hi there!

sudah lama banget ya rasanya nggak nulis jujur di blog.
Dan bahkan di akhir tahun 2015 kemarin belom sempet nulis resolusi 2016 hehe.
Mungkin udah saatnya untuk mulai menata kembali resolusi 2016 yang belum sempat tertuliskan.
Mari mulai menulisnya di tembok kamar dulu, sebagai pengingat, baru akan saya update di blog lagi.
Anyway, sejak skripsi, mencari pekerjaan, bahkan hingga bekerja sepertinya sudah banyak mengalihkan perhatian saya dari dunia tulis- menulis.

Dan, tahun ini harus menghasilkan sebuah karya tulis serius deh.
Selain itu, saya pengen kembali rutin lagi nulis blog, untuk latihan menulis artikel yang lebih beneran lagi :))
Tahun ini juga, saya harus mulai berpikir panjang, demi masa depan yang lebih baik kan?
Masa depan bisa segala macam hal dong yah.

2016 ini harus lebih membahagiakan dari 2015.
Kesibukan boleh padat, tapi bahagia itu harus kan?
Remember that happiness is a state of mind?
So,  choose to be happy wherever I am.

Have a nice day, and a nice year in 2016, peoples!


-HS-

Sunday, February 14, 2016

Cinta yang Tak Mudah


Belajar mencintaimu memang tak mudah
Di tengah carut marutnya dunia politik
Di saat gamangnya pemerintahan
Saat lemahnya ekonomi
Hingga terjadi krisis kepercayaan dimana- mana

Tapi jangan pernah pertanyakan rasaku padamu
Masih terasa desir darahku saat mengumandangkan namamu manakala menonton pertandingan olahraga
Masih ada nafas kebanggaanku manakala menyanyikan lagu Indonesia Raya
Dan selalu ada rasa rinduku saat tak menginjak tanahmu untuk beberapa hari
Nyata memang tanah dan lautan milikmu adalah yang terbaik yang pernah kujumpai
Sejauh mata memandang, di situ sawah menghampar
Gemuruh dan debur ombak pantai menyapa laut yang tenang nan indah
Juga berderet baris gunung menjulang tinggi mrmpertontonkan karya agung Sang Kuasa yang indah juga megah

Maka kali ini izinkanlah aku untuk mengembara ke sudut dunia
Aku akan menggali sebanyaknya pengalaman dan ilmu untuk kembali lagi padamu
Tidak untuk membandingkan atau bahkan mengecilkanmu
Namun untuk mengabdi dan berbakti tanpa batas padamu, Indonesiaku


Tertanda
Salah satu dari sekian ratus juta jiwa pendudukmu

Friday, February 5, 2016

Hari yang Indah untuk Dikenang

Hai kamu,

Hari ini cerah sekali.
Langit pun tak pernah secerah ini dalam bulan- bulan awal dalam tiap tahunnya.
Awan pun sesekali berarak, membentuk kumpulan awan tipis yang absteak namun memancing imajinasiku.

Thursday, February 4, 2016

Untukmu

Dear you,

Surat ini kutujukan khusus kepadamu.
Tak ada yang penting sebenarnya.
Hanya sebagai pengingat saja bagiku pun bagimu.

Please remember this; kalau saja kelak nanti aku membuatmu sebal setengah mati atau bahkan nyaris menyerah;
Aku mencintaimu, tanpa tapi, tanpa syarat
Tak pernah kuberi tanda titik dan akan terus begitu hingga waktuku habis
Maka bertahanlah hingga ujung usiamu, yang tak pernah kita tahu
Pict source: link
 Ps: hari ini kulihat jari tanganmu tersentak sedikit ketika aku menangis, bangunlah sayang.


Tertanda,
Kekasih yang menantimu tiap hari di bangsal yang sama.

Tuesday, February 2, 2016

Hujan di Kota Kita

Untuk dirimu yang tak mampu menghentikan hujan.
Sayang, sekalipun aku ingin beranjak, tahanlah aku untuk tetap di sisimu.
Meskipun tak banyak waktu yang kita miliki, genggamlah itu sekuatmu.
Meski tak layak diriku untuk memiliki seluruh waktumu, setidak- tidaknya milikilah seluruh daya juang dan harapanku.

Hari ini hujan kembali mengguyur kota kita.
Dan kusadari, dirimu tak lagi di sini.
Haruskah aku bersedih dan menyesali hari?
Entahlah, aku tak mampu untuk menepati janjiku yang dulu.
Karena hari ini tak kulihat sekalipun dirimu berusaha menahan rintik hujan agar tak jatuh di kota ini.

Hari ini, hujan kembali mengingatkanku kepadamu.
Meski kutahu dirimu tak selalu mengingat janji kita untuk saling menatap langit manakala hujan jatuh.
Tapi hujan, kembali merongrong jiwaku untuk mengejarmu hingga ke tempatmu.
Mungkin tidak untuk saat ini, sayang.

Sekarang, biarlah aku berlari mengejar mimpiku.
Kelak, aku akan kembali padamu.
Menagih janjimu, dan menepati ikrarku padamu.
Saat hujan turun lagi di kota kita.

Photo is taken from here 

Salam,
Terkasihmu di kota seberang

Monday, February 1, 2016

Bantulah Aku

Hello Monday!

"Duh, hari senin!" gerutu mereka.
Lantas aku tersenyum dalam hati.
Apakah aku tak serta merta menggerutu bersama mereka?
Ternyata hatiku sudah menggerutu sama persis dengan yang mereka ucapkan tadi.

Hai hari senin.
Baru beberapa pekan lalu rasanya aku tak menyesali kedatanganmu, dan berjanji untuk tetap seperti itu.
Tapi nyatanya, beberapa pekan lalu aku tak kuasa menyambut datangnya pagi.
Aku rebah serebahnya saat tak hanya hari itu dirimu tiba, tapi juga suhu tubuhku meningkat, dan flu menyerang.
Ah the perfect morning of Monday.
Sayangnya aku tak bisa beringkar, aku harus tetap bangkit menghadapi hari awal dalam minggu itu.
Aku harus membuat suatu awal yang baik, setidaknya dalam minggu itu, dalam bulan pertama tahun ini.

Sunday, January 31, 2016

Yang Pertama

Hi there!
Mungkin surat ini akan menghampirimu dalam kebingungan.
Atau mungkin juga kau sudah menebak sebelumnya.
Tapi percayalah, surat ini menyampaikan apa yang belum mampu kuucapkan sebelumnya.

Hari ini, akhirnya terjadi.
Hari di mana aku menyesali semuanya.
Tapi, tidak semua hal yang kusesali buruk.
Hari ini aku hanya menyesali satu hal; mungkin juga itu yang terutama.
Untuk pertama kalinya, aku berharap waktu akan kembali ke awal.
Sehingga aku mampu mengulang semua kejadian itu.
Yang kusesali, mungkin adalah hal terindah dalam hidupku.
Seandainya waktu itu, kita tak bertemu. Ya, seandainya...
Tapi, apa dayaku bila saat ini ternyata pusaran arus telah menenggelamkan kita semua.
Menyeretku dalam labirin asa yang bahkan aku tak tahu kapan harus berakhir.
Bahkan hingga kini, aku tak tahu bagaimana caranya untuk merangkak keluar.
Dan bahkan untuk berdiri sembari mencari jawaban dari semua ini sepertinya mustahil.
Kakiku begitu lemah menopang seluruh permasalahan ini.

Ah seandainya waktu bisa kuputar.
Seandainya aku tidak terlalu bahagia saat itu.
Tapi nyatanya hingga hari ini, detik ini saat aku menulis surat ini, aku bahkan tidak rela menukar semua memori itu.
Ada yang bilang, memori yang terindah, hanya terjadi sekali dalam rentang hidup ini.
Dan yang pernah berlalu waktu itu, adalah memori terindahku untuk pertama kalinya.
Hingga kini, aku masih belum tahu apakah kelak aku rela menukarnya untuk terhapus atau tidak.
Yang pasti hingga sekarang, aku tak rela menukarnya, meski pernah kusesali.


-postingan hari pertama untuk project 30 Hari Menulis Surat Cinta-

Sunday, January 17, 2016

Welcoming 2016

Haiiii... Selamat tahun baru, you guys!
Sudah hampir memasuki minggu ke 3 di Januari, awal tahun 2016 nih,
Dan saya baru sempet bikin postingan ini.
Well, seperti tahun sebelumnya, meski saya agak males ngerekap what's happened on 2015, tapi saya rasa penting juga untuk bikin resolusi.

Di 2015, salah satu doa besar saya terjawab :)
Dan mari kita membuat doa dan harapan berikutnya untuk 2016. Berikut adalah resolusi saya pribadi di 2016: