Monday, December 21, 2015

Tahun Baru di Times Square

Postingan kali ini disponsori oleh keinginan saya yang tiba- tiba mupeng sama Times Square untuk tempat merayakan New Year's Eve.
Nah abis browsing soal Times Square waktu NYE ini kok kayaknya seru, meriah, dan romantis! Hahaha.
Meriahnya jelas sih ya karena Times Square nya aja buat saya tuh udah kerennn banget karena banyak billboard dan videotron yang besar dan berwarna warni. Apalagi pas Tahun Baruan, wiihh pasti heboh banget. Juga karena ada artis- artis kaliber kelas atas yang manggung di sana.

Thursday, December 17, 2015

Jakarta 25˚ C

Kemarin Jakarta menyentuh suhu 25˚ C saat siang hari. Tak pernah- pernahnya dalam setahun ini sebegitu dingin.
Hari itu diawali dengan wan mendung yang masih menggelayut manja. Bahkan waktu baru memulai ritme pacunya dengan manusia ibukota yang bergegas sejak mentari belum tampak.
Atau hari itu memang tak pernah tampak dari kota kami yang selalu sibuk.

Dingin ini sudah lama tak pernah menyergap dalam bulan- bulan sebelumnya, cenderung kering. Kami, manusia di kota ini mungkin sudah mulai rindu pada lembabnya pagi, segarnya udara, dan basahnya tanah- tanah di kaki kami. 
Biasanya debu asap kendaraan, terik matahari, serta ribuan partikel polusi berebutan menjejali paru- paru kami. Hari itu, bukannya tidak, tapi sisa hujan malam sebelumnya setidaknya mengurangi itu semua.

Sunday, December 6, 2015

This Day, A Year Ago

EXACTLY THIS DAY, DEC 6TH, I WAS GRADUATE (or having my graduation ceremony, because i was graduate at Sept 2015)

Jadi setelah saya termasuk orang- orang yang telat lulusnya, meskipun ga telat- telat banget (please dont consider it as denial), akhirnya lulus adalah sebuah luapan di hati yah!
Dan sekarang ga kerasa udah setahun berlalu.

Dan sepertinya gue belum puas banget tahun lalu kan belum pamer- pamer foto wisuda yah. Nah berhubung kemarin juga abis ada temen wisudaan di UNS, meskipun gue ga dateng, tapi itu tuh jadi bikin gue bener- bener inget wisuda gue. Inget betapa gue biasa aja menjelang hari wisuda gue.
Gue:
- tidak beli kebaya baru. yup, gue pake kabaya gue jaman SMA. Sekaligus biar bisa pamer ke orang- orang kalo badan gue tetep- tetep aja dari jaman SMA haha!
- nggak diet. asli gue ga rempong banget kayak cewek- cewek lainnya yang mau wisuda, pasti hal ini mereka lalukan deh kayaknya, soalnya kan udah pada jahit kebaya dari jauh- jauh hari.
- ga punya kamera buat foto- foto, kamera hp apalah cuma seadanya banget
- dan banyak hal lain yang ga gue persiapkan

Cinta yang Belum Berwujud

Hari ini semesta telah berhasil menggiringku untuk jatuh cinta.
Salah satu dari kejadian besar di seluruh alam semesta itu jatuh cinta, bukan?

Bukan kepada siapa.
Tapi apa. Kepada apa cinta itu berlabuh

Hari ini sebelumnya terasa biasa, tak ada yang berubah masih sama seperti pagi- pagi sebelumnya.
Hingga menjelang matahari memamerkan sengat terpanasnya, barulah sebuah hal menggerakkanku.
Teriring oleh kicauan seorang yang tak kukenal, tanganku berlabuh pada sebuah karya di dunia maya.

Awalnya dari kicau seseorang, menggiringku tiba pada sebuah halaman profil seseorang yang pernah kutahu- tapi belum sempat berkenalan- itu dan akhirnya tenggelam.
Tidak, bukan pada profilnya, tapi pada halaman blognya.

Saya punya prinsip bahwa blog seseorang mencerminkan pemiliknya. Saya pun mengamini bahwa tulisan ada buah pikiran dalam penulisnya. Maka karya dalam tulisan semestinyalah menunjukkan kepribadian si penulis.

Saturday, October 17, 2015

Setelah Sekian Lama

Haaaiii.....
Akhirnya yah setelah berbulan- bulan daku vakum menulis dan ngeblog, hari ini saya memutuskan untuk kembali.

Monday, April 27, 2015

Mengendarai Sepeda di Tanah Landai Belanda

Tema: Tanah


Belanda terkenal sebagai sebuah negara yang letak tanahnya lebih rendah dari air. Sementara itu kondisi permukaan tanahnya cenderung datar, jarang yang berbukit- bukit. Karena permukaan tanahnya yang datar ini, Belanda pun menjadi negara yang aman dan nyaman untuk dijelajahi dengan sepeda. Belanda juga terkenal sebagai sebuah negara yang orang- orangnya inovatif. Jadi tak perlu heran bila inovasi orang Belanda pun turut memperbarui sistem bersepeda di negara yang terkenal dengan warna kebangsaan oranye ini. Salah satu inovasi yang digagas Belanda adalah membuat sebuah negara yang ramah bagi pesepeda dengan menyediakan sistem transportasi yang terstruktur untuk sepeda. Jalur sepeda yang dibangun sepanjang 20 ribu kilometer disertai dengan rambu- rambu jalan khusus pesepeda semakin mengukuhkan Belanda sebagai negara pelopor bicycling trend di dunia.

Awalnya bersepeda menjadi gaya hidup di Belanda sejak tahun 1970an, tepatnya sejak diberlakukan jalur- jalur khusus pesepeda oleh pemerintah Belanda. Lebih jauh lagi, sebelum masa Perang Dunia II, kegiatan bersepeda di Belanda sudah mulai lazim dilakukan untuk bepergian meski dengan kondisi jalan yang belum ramah sepeda. Setelah Perang Dunia II, popularitas sepeda sempat menurun seiring dengan kondisi jalan yang berubah. Barulah pada tahun 1975, setelah Belanda mengalami puncak kemakmuran negaranya, diterapkanlah sebuah peraturan untuk mengurangi populasi mobil dengan sistem car free day. Di car free day ini dinilai turut mengubah perilaku bepergian dengan mobil serta terbukti mengurangi emisi polutan dari kendaraan bermotor di Belanda.
Rambu- rambu khusus pesepeda di Belanda. Rambu ini juga menujukkan arah 
dan jarak ke kota terdekat (gambar dari
 sini)

Di satu sisi, tentu ada gaya hidup yang total berubah bagi masyarakat Belanda kala itu karena kehidupan mereka yang makmur harus sedikit mengurangi ketergantungannya pada mobil dan diwajibkan untuk menghemat energi alam. Di sisi lain, dibangunlah jalur- jalur sepeda dan dibuatlah peraturan tetap untuk menggiatkan kembali bersepeda. Jalur sepeda yang pertama di Belanda dibangun di Tilburg dan The Hague.

Orang Belanda dan sepeda adalah dua hal yang tak terpisahkan. Belanda juga punya reputasi yang baik soal bersepeda dan memiliki jumlah pesepeda terbanyak di dunia, dengan jumlah sepeda yang diprediksi melebihi jumlah populasi orang Belanda. Jalur khusus sepeda dan semua unsur transportasi yang menunjang kegiatan bersepeda ini bahkan dibuat senyaman dan seaman mungkin bagi para pesepeda dan ada di hampir seluruh jalan di Belanda.
 
Deretan sepeda- sepeda di tempat parkir khusus sepeda. (gambar dari sini)

The Dutch are born on their bikes! Bersepeda merupakan salah satu kegiatan favorit orang Belanda. Bagi mereka, sepeda tak hanya sekedar alat transportasi tapi juga merupakan bagian dari hidup mereka. Belanda punya kultur bersepeda yang populer, sebanyak 27 persen masyarakat Belanda terbiasa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi mereka. Jumlah tersebut merupakan angka yang terbesar dibandingkan dengan negara- negara lainnya.

Beberapa negara, seperti Amerika Serikat bahkan meminta saran saat akan membuat regulasi di negara mereka sendiri dan menerapkan sistem jalan bersepeda seperti di Belanda. Bagi orang Belanda, dengan bersepeda maka setidaknya mereka telah turut berkontribusi dalam kebersihan, bergaya hidup sehat, dan menjadikan sistem transportasi lebih efisien.

Menjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya di Belanda amatlah menarik untuk dikunjungi dengan bersepeda. Iklim Belanda yang cukup sejuk khas negara maritime turut menunjang wisata dengan sepeda. Di beberapa sudut kota Belanda, seperti di Amsterdam, anda akan menemukan banyak rental sepeda. Menikmati keindahan kota- kota besar di Belanda akan terasa menyenangkan dengan bersepeda. Biasanya rental sepeda akan selalu ada di pusat- pusat kota Belanda.
Jalur merah merupakan jalur bagi khusus bagi pengendara sepeda. (gambar dari sini)

Jangan khawatir tersesat jika anda berwisata dengan sepeda di Belanda. Rambu- rambu di jalur sepeda selalu menuntun anda, bahkan anda bisa bersepeda hingga ke kota- kota terdekat lainnya. Tanda lalu lintas bagi pesepeda di Belanda juga dirancang dengan rambu lalu lintas dan jalur berwarna merah dengan tulisan putih sehingga mudah dikenali oleh masyarakat maupun turis yang hendak bersepeda.

So, let’s ride the bike!


ditulis oleh: Hanna Suryadika

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Cycling_in_the_Netherlands
https://bicycledutch.wordpress.com/2011/10/20/how-the-dutch-got-their-cycling-infrastructure/
http://www.holland.com/global/tourism/article/bikes-and-public-transportation.htm
http://www.holland.com/global/tourism/article/holland-by-bike.htm
http://www.fietsberaad.nl/library/repository/bestanden/CyclingintheNetherlands2009.pdf

Tuesday, February 3, 2015

Hitam Pekat

Pekat dan gelap mata itu selalu menelanku hingga lumat.
Dalam matamu lah kuterhanyut sekaligus tersesat.
Di sana kutemukan tentangku, juga terlarut dalam tembok- tembok tinggi keangkuhanmu.
Laksana labirin, sewaktu kutersesat, sekali waktu dapat kutemukan jalan kembali.

Mata yang hitam itu akan selalu mengamati semua hal di dunia ini dengan cermat.
Takkan ada satupun yang terlewat.
Pernah suatu ketika kulihat seakan pemburu hendak menembak targetnya, tak pernah kau lepaskan barang sebentar dari perhatianmu.
Namun jika semua orang bilang kau dianugerahi mata yang tajam nan misterius, maka akan kujawab dengan tawa.
Ya, tertawa. Rupanya mereka sama sepertiku, yang pada awalnya mengira sosokmu angkuh, dingin dan enggan untuk dibaca lawan bicaranya.
Tapi bukankah saya telah lebih mengenal mata itu lebih dulu dibandingkan dirimu sendiri?
Mata yang tajam itu, mungkin jarang menyipit untuk ikut tertawa, atau merayakan sesuatu. Jarang pula mata hitammu itu terbelalak kaget, seakan semua sudah berjalan seperti seharusnya.

Monday, February 2, 2015

Surat dari Jauh

Malam- malam pekat ini selalu turun di antara kita.
Saat saya tak mampu terlelap, namun di sana kaupun tak mampu tuk terjaga.
Sebelumnya maafkan banyak ketidakjujuran yang telah terjadi selama ini.
Yang kutahu kini semuanya telah membaik dan menjadi sebuah hal lumrah.

Apa kabarmu di sana?
Masih belum terbiasakah dirimu dengan kehangatan yang ditawarkan masyarakat sana?
Tidak lebih ramahkah mereka daripada kami yang di Indonesia ini? Itu dulu alasanmu untuk tidak meninggalkan tanah air, yang nyatanya malah kau lepas begitu saja begitu remuk hatimu.
Tenang, hidupku pun berantakan, terlebih hati sejak pertengkaran rutin itu.
Tapi bohong bila saya sekarang telah mampu melupakan semuanya.

Sunday, February 1, 2015

Salah

Dear Fab,
Semoga mau sedang dalam kondisi terbaikmu saat ini.
Ramalanmu salah sama sekali.
Baru kemarin kubuktikan peristiwa demi peristiwa.

Katamu hidupku ke depan akan berjalan cepat dan sulit.
Nyatanya setahun terakhir memang hidupku tak selalu mulus, namun masih banyak keajaiban-keajaiban kecil yang menyumbang kemajuan hidupku.
Kau bilang kau pun sempat akan berhenti berlari mengejar mimpi.
Namun yang belum kau sadari, justru kau mampu berjalan siang dan malam demi mimpimu itu, lehih cepat dari hanya sekadar berlari di siang hari. Buktinya kini kau mulai menggenggam pintu masuk ke cita-citamu.

Saturday, January 31, 2015

Kawan Lama

Hai lama tak jumpa ya.
Kuakui memang belum sepenuhnya saya mau bertemu dirimu, oh tidak, bukan karena hal negatif. Ya hanya belum kusiapkan diriku ini sejak pertemuan terakhir dulu.

Langit mendung siang ini membuatku selintas teringat akan percakapan kecil kita dulu.
Ah, racauan kita saat itu tak mungkin ada yang mengerti selain kita ya.
Tapi manalah ada yang bisa memahami apa saja yang sudah kita lewati di waktu belakangan ini?
Tak ada kan? Ya karena itu pulalah yang membuatku betah duduk diam di sisimu, mendengarkan heningmu, meneduhkan amarahmu.

Friday, January 30, 2015

Keliling Indonesia di 2015

Yup! Salah satu resolusi untuk tahun ini adalah keliling Indonesia. Saya pengin berwisata rutin di tahun ini, menikmati keindahan Indonesia yang belum banyak saya jamah, apalagi tahun sebelumnya cuma wisata yang deket- deket aja.
Inti resolusi terbesar saya di 2015 sebenarnya adalah meningkatkan intensitas saya travelling. Tapi di 2015 ini fokus utama saya adalah menjelajahi Indonesia mulai dari timur pulau Jawa.

Kenapa harus ke sana?
Simple aja sih, karena saya lagi (dan selalu) jatuh cinta banget sama alam Indonesia. Saya percaya banget kalo Indonesia adalah surganya pemandangan indah, apalagi makin ke arah timur sana. Khususnya sih pengin ke Banyuwangi, Wae Rebo, Derawan, sampai ke Raja Ampat! Nah semuanya ini memanggil-manggil jiwa saya  untuk mengunjungi tempat-tempat eksotis tersebut di 2015.

Halaman 30

Hari ini senyummu indah. Meniadakan dukaku akan berakhirnya sebuah masa dalam buku ini.
Hari ini pula, matamu terlihat bercahaya, membuatku lupa akan banyaknya anak pikiran yang berhasil menguasai hidupku dalam beberapa waktu terakhir.
Meski bisa saja lupa untuk selamanya, saya memilih bertahan mengingatnya.
Sebuah masa memang harus ada sebagai pengingat hidup. Demikian pun saat ini, masa mudaku mungkin akan segera berganti dengan sebuah waktu untuk bertambah dewasa.

Seandainya bila kelak ada kesanku mengabaikanmu, janganlah bersedih, mungkin saat itu kesibukanku menghasilkan karya telah menguras tenagaku.
Jika saat itu telah tiba, bila saya tak menjawab ajakanmu untuk bersenang-senang, jangan kecewa, mungkin waktu telah mengajariku untuk mengurangi kesenangan sementara.
Bila kelak tawaku tak selepas dulu, jangan segera bertanya mengapa, mungkin ada banyak bebanku kelak, tapi percayalah saya selalu berjanji untuk hidup bahagia, hanya mungkin tak selalu ada tawa di sana.

Maka ingatlah hal ini;

Friday, January 9, 2015

Resolusi di 2015

Haloo!
Happy New Year !

Tahun Baru, mimpi baru, target baru, dan semangat baru.
Nah setelah 2014 kemarin berhasil dilalui dengan banyak pelajaran, secara keseluruhan 2014 adalah tahun yang baik. Semoga demikian pula halnya dengan tahun 2015 ini ya.
Nah saya punya beberapa mimpi nih begitu lulus kuliah di penghujung 2014 kemarin. Jadi ini daftar resolusi saya di 2015: