Parkiran Jazz, Edukasi Musik Jazz untuk Solo

Solo sering diidentikkan dengan kota khas budaya. Tak heran jika selalu ada event bernafas budaya setiap bulannya. Namun ternyata, Solo tak melulu terkait budaya. Perkembangan musik di Kota Solo kini pun cukup seru untuk diamati. Salah satu diantara event musik yang sedang in di Solo yakni Parkiran Jazz. Event yang diadakan rutin tiap Kamis di akhir bulan ini, mungkin bisa jadi salah satu acara yang wajib ditilik bila mampir di Solo pada akhir bulan.

Bila Jazz biasanya kerap diidentikkan dengan tempat- tempat mewah, di Solo, bahkan jazz telah mewarnai parkiran dan menjadi tontonan terbuka bagi siapa saja. Parkiran Jazz mulanya digagas oleh komunitas jazz di Solo yaitu Solo Society Jazz. Berawal dari tahun 2011, pada bulan Maret perhelatan sederhana Parkiran Jazz dimulai. Parkiran Jazz memang sesungguhnya digelar di lahan parkir di Balai Soedjatmoko yang terletak di Jalan Slamet Riyadi.
Salah satu lagu yang dibawakan pada saat sesilatihan team Solo Jazz Society.
Parkiran Jazz dikemas dalam konsep live perform dan jam session. Awalnya memang yang bisa tampil di Parkiran Jazz adalah anggota dari Solo Jazz Society. Namun tidak menutup kemungkinan bila dari penonton atau band di luar Solo Jazz Society ingin manggung di Parkiran Jazz. Awal mula didirikan, tidak disangka bahwa tanggapan masyarakat cukup ramai. Padahal, saat itu informasi soal Parkiran Jazz hanya disampaikan melalui SMS berantai. Hingga akhirnya dari ramainya penonton yang datang ini, Parkiran Jazz seringkali mendapat pengisi acara dari penonton.

Meski fluktuatif, pengunjung Parkiran Jazz rata- rata mencapai 100 orang di setiap penampilannya. Parkiran Jazz awalnya diselenggarakan sebagai upaya untuk memasyarakatkan jazz serta menjalin keakraban dengan komunitas lainnya yang ada di Solo. Parkiran jazz pun cenderung ingin mengangkat bakat- bakat musisi jazz lokal. Parkiran Jazz juga berusaha mengedukasi audience yang hadir. “Misalnya saat memainkan satu lagu, berusaha menjelaskan dulu Aditya Permadi atau yang akrab disapa Adit Ong, koordinator Solo Jazz Society saat ditemui pada 5 Juni silam di Nutrient Music School. 
Team Solo Jazz Society saat latihan, komunitas jazz inilah yang memprakarsai event Jazz Parkiran dan Solo City Jazz

Soal edukasi musik jazz terhadap masyarakat ini, Solo Society Jazz juga pernah mengadakan workshop. Tahun 2013 lalu sebelum pelaksanaan Jazz in Lebaran, yang juga digagas Solo Jazz Society, dilakukan workshop jazz sebagai salah satu bentuk pre event.

Solo Jazz Society, sebagai pemrakarsa Parkiran Jazz dan beberapa event jazz di kota Solo, mayoritas terdiri dari anak- anak muda pemain musik jazz. Solo Jazz Society terbentuk pada 14 Februari 2007. Komunitas jazz ini dibentuk dengan tujuan belajar jazz dengan cara sharing, serta mempelajari referensi tentang musik jazz. Hingga saat ini jumlah anggota aktif sekitar 20 orang. Kegiatan rutin Solo Society Jazz selain Parkiran Jazz setiap bulannya, ada pula jam session sebagai pengganti sesi latihan bersama.

Ps: Tulisan ini sebenarnya hasil wawancara di awal bulan Juni 2014, untuk liputan Majalah Nylon Indonesia. Saya muat kembali di blog supaya informasinya lebih lengkap, karena yang dimuat di majaah hanya sebagian. Selain itu, 19-20 September 2014, Event tahunan Solo City Jazz juga sedang diadakan.

Selamat membaca,
Hanna Siahaan

Comments

Popular