Thursday, August 28, 2014

Terbang ke Gerbang Dunia

Sebuah perjalanan,  adalah sebuah pelajaran dan pengalaman spiritual. Kemanapun kakiku melangkah, selalu ada hal yang menakjubkan, bisa dipelajari dan juga membuatku tak henti terpana. Bayanglan, belum seluruh jejak dunia atau bahkan separuh negeri ini yang kujalani, tapi keindahan masing-masing tempat membuatku takjub pada pandangan pertama. Pengalaman spiritual, mungkin kata yang tepat saat takjub akan pengalaman dari sebuah perjalanan, lantas mengingat kebesaranNya yan agung.

Saya adalah orang yang gemar bepergian. Dari satu kota ke kota lainnya, meski bukan karena urusan bisnis. Mimpiku setidaknya dalam hidup ini saya bisa menyinggahi setidaknya satu negara di lima  benua dan juga keliling Indonesia. Obsesiku keliling Indonesia bahkan mulai terwujud satu persatu dari beberapa tahun belakangan ini.

Bicara mengenai perjalanan menyambangi tempat-tempat eksotis di dunia, siapa sih yang tidak bermimpi kesana? Saya pun demikian. Tapi mahasiswa mana yang berani bermimpi bisa jalan- jalan keliling dunia sesering itu? Buat makan dan uang kos aja mungkin mepet, apalagi mau jalan- jalan ke luar negeri, kan perlu bayar tiket pesawat.

Tapi... Air Asia telah mengubah semuanya. Mimpi saya ke luar negeri akhirnya bisa terlakoni, meski baru satu kali. "Everyone Can Fly" adalah tagline yang tepat untuk maskapai low cost carrier yang satu ini. Air Asia rutin membuka 'kursi gratis keliling dunia' nya setiap tahun. Kursi gratis kan, siapa yang tidak mau, bisa pesan tiket untuk ke berbagai tujuan yang kita inginkan. Saya berhasil 2 kali dapat kursi gratisnya Air Asia.  Keduanya saya pakai untuk pergi ke Kuala Lumpur. Pertama kali mencoba peruntungan sekitar akhir tahun 2011, saat itu sudah tengah malam tapi masih setia menanti dibukanya masa bagi- bagi kursi gratis ini. Tentu saya tidak ingin membuang waktu, harus beradu cepat untuk bisa ambil kursi gratisnya Air Asia. Saya bahkan sampai ganti provider modem saya supaya jaringannya bisa lebih cepat. Dulu saya pernah gagal saat akan booking tiket, karena pasti ada banyak sekali orang yang buka situsnya Air Asia di saat yang sama. Tidak hanya ganti provider, soal posisi saat browsing tiket nanti pun sudah saya pertimbangkan. Akhirnya saya naik ke lantai 4 di kos, lantai yang paling tinggi dengan harapan sinyalnya lebih lancar jaya. Tengah malam lantai 4 kos saya sudah sepi, anginnya pun makin ganas di lantai 4. Dan berjam- jam sebelum pukul 00:00, saya sudah siap- siap buka twitter nya @AirAsiaID untuk menanti tiket gratis itu. Akhirnya setelah saya menghubungi beberapa orang teman, yang juga lagi siap- siap menanti tiket gratis, kita dapat juga tiket gratis ke Kuala Lumpur untuk tahun depan. Perjuangan berburu gratisan kali ini tidak sia- sia. Kami bahkan sudah siapkan tanggal untuk sama- sama 'libur kuliah' demi liburan ke Kuala Lumpur.

Berangkatlah kami berlima di Oktober 2012 yang lalu ke Kuala Lumpur. Ini pengalaman pertamaku ke luar negeri, sebagian teman- temanku pun begitu. Dulunya kami sempat berpikir ke luar negeri itu mahal, mungkin nanti sesudah kerja baru bisa ke luar negeri. Tapi Air Asia yang mewujudkan mimpi kami, meski baru ke negara tetangga, tapi disitulah mimpi kami mulai berkembang. Dimulai dari Malaysia, kami berencana untuk mengincar tiket gratis lagi untuk ke Thailand dan Singapore, sayangnya sampai saat ini belum ada waktu luang. Akhirnya sejak pertama dapat tiket gratis ke Kuala Lumpur, begitu ada pengumuman Air Asia akan memberikan tiket gratis lagi, kami langsung berburu. Meski belum ke luar negeri, kami mulai mencari tiket untuk tujuan domestik, keliling Indonesia. Pernah sekali lagi saya dapat tiket gratis ke Kuala Lumpur untuk Maret 2014. Pengalaman pertama yang menyenangkan akan Air Asia dan Kuala Lumpur membuatku ingin kembali kesana. Namun sayang sekali karena mendekati hari- H saya ternyata ada urusan lain di tanggal keberangkatan tersebut, jadi saya membatalkan keberangkatan ke Kuala Lumpur.
Perjalan pertama ke KL. Sampai sekarang kami masih suka cari tiket gratis buat liburan bareng hehe :D

Air Asia mengubah hidup dan mimpi saya. Kalau tidak ada Air Asia, mungkin saya tidak berani bikin rencana perjalanan di negeri orang, bikin paspor sendiri, jadi pemburu tiket gratis, atau sekedar jalan- jalan di tempat yang saya belum ketahui. Air Asia juga membuat perjalan pulang saya dari Jogja- Jakarta- Jogja jadi terasa semakin dekat dan murah. Sebelum Natal tiba, biasanya saya juga berusaha cari tiket murahnya Air Asia. Pernah suatu kali saya dapat tiket murah ke Jakarta dari Jogja, dan itu pengalaman pertama saya mencicipi terminal 3 Bandara Soekrno- Hatta yang baru dan megah itu. Saya bahkan baru tahu juga kalau akhirnya Air Asia menempati terminal 3. Wah dalam hati saya langsung senang sekali melihat rapi, sepi, dan bersihnya terminal 3 yang baru ini. Berarti bisa sering- sering pulang naik Air Asia, sudah murah turunnya pun di terminal 3 yang baru ini.

Mengenal Air Asia, maskapai penerbangan yang sudah 10 tahun ada di Indonesia ini, membuatku semakin berani berpetualang. Air Asia membuat jarak rumah terasa begitu dekat, mewujudkan mimpi yang tak tersentuh menjadi nyata. Air Asia bisa membuat siapapun terbang, menjemput angan mereka yang selama ini dirasa terlalu tinggi. Selamat ulang tahun Air Asia Indonesia, semoga bisa menerbangkan lebih banyak orang untuk menjemput mimpinya di awan!
Terima kasih untuk pengalaman terbang bersama Air Asia-nya.

Oleh: Hanna Suryadika
Ps:Tulisan ini diikutkan dalam kompetisi menulis Blog 10 Tahun Air Asia Indonesia

No comments:

Post a Comment