Monday, February 10, 2014

Tarian Jiwa

Kepada kekasih jiwaku, duet hidupku.

Hari ini sebuah mimpi menghampiri tidurku. Ada sebuah padang rumput luas yang terhampar di hadapanku. Ada ribuan macam warna dari berbagai warna yang tertata rapi disana. Yang aneh, tak ada keindahan rupamu disana. Tapi sungguh, semua pemandangan disana adalah santapan bagi lelah mataku yang dahaga ini.

Kemudian, ada terdengar sebuah instrumen. Terdengar lagu favorit kita, yang sudah ribuan kali kita dengar bersama, bersenandung di antara ribuan bunga di taman itu. Ingatkah kau, kasih, lagu yang biasa kita dengarkan saat menyambut waktu sore tiba? Ya, melodi yang menjadi pengiring gerakan irama kita.

Masih hafalkah kau dengan ritme nya? Semenjak alfa mu dari sisiku, otakku seakan kaku, tak dapat menghafal langkahku, ketukannya pun tak lagi terdengar pas dengan gerakku.

Kasihku, bila kau telah menerima surat ini, kembalilah. Belakangan ini, lagu itu terus bermain-main di otakku, terdengar nyanyiannya di kedua telingaku.

Tidakkah kau rindukan saat kita menjadi sepasang yang angkuh dan menjadi lawan berat bagi lawan-lawan kita? Bukankah kau penah berjanji untuk kembali menghangatkan jiwaku, menngajarkanku kembali apa yang telah pernah kita lalui?

Kembalilah, sayang. Karena hanya denganmulah, jiwaku mendapat iramanya kembali. Kembalilah menari denganku. Kita berdansa hingga habis waktunya.

Ah ya, jika kembali, tolong bawakan aku sepatu latihan yang baru ya.

Tertanda,
Pasangan jiwamu.

Solo, 10 Februari 2014.
#30HariMenulisSuratCinta hari ke 10

1 comment:

  1. Memangnya pasangan jiwamu sudah pasti dia? trus dia pergi ke mana? :D kya kyaa, semangat dongg, jangan sedih lamalama yaaa
    -ika, tukangpos bawel

    ReplyDelete