Tuesday, February 11, 2014

Sepasang Kekasih di Pasar Gede

Kepada sepasang kekasih di Pasar Gede.

Sebelumnya, maafkan kelancangan surat ini menghampiri kalian. Sungguh tak pernah terpikirkan benar olehku untuk membidik kalian sebagai sasaran foto dari jarak jauh. Tapi kalian berdua benar- benar nampak seperti sepasang raja dan ratu malam itu. Kalian seakan pusat semua perhatianku tertuju.

Sungguh tak pernah ada niatku untuk mengganggu malam kalian untuk memadu kasih saat itu. Malam minggu, memang sudah ditakdirkan, entah sejak kapan, untuk menjadi malamnya anak muda. Maka wajarlah dianggap bila malam menjelang hari minggu itu banyak pasangan kekasih memadu cinta. Demikian pula hal nya dengan kalian. Tak pernah sedikit pun terlepas dari senyuman yang kalian ukir di wajah masing- masing. Kalian pun tak pernah berjarak barang sedikitpun. Mungkin, takut kehilangan, atau justru itu bukti sayang kalian terhadap pasangan. Ah tak apa, dimaklumkan, apalagi kalian sepasang kekasih, kan?

Belum sempat waktu yang kita miliki untuk berkenalan. Tapi tak tega juga bila kemudian kehadiran saya yang tiba- tiba diantara kalian malah merusak malam spesial ini. Ah kalian sungguh pandai membuat iri, bahagia sekali malam ini. Mungkin kalian tahu betapa berharganya momen berdua bersama kekasih, maka kalian melewati malam yang beranjak perlahan itu dengan syahdu. Menggamit tangan kekasihmu, kemudian menjaganya sebisamu, sebelum melepaskan tangan menahan rindu untuk bertemu kembali.

Betapa memang benar ketika momen dengan kekasih ialah momen paling romantis. Bisa kulihat dari pancaran sinar dari mata kalian. Tak pernah lepas dari senyum, terkadang tawa menghiasi, dan binar- binar mata selayaknya orang jatuh cinta menghiasi kalian. Berpelukan di tengah keramaian malam yang semakin merayap, saat itu kalian mengabadikan momen berdua itu. Tanpa perlu bantuan orang lain, kalian mengambil gambar berdua di tengah Pasar Gede. Mungkin kelak, akan kalian ceritakan kepada setiap orang yang kalian kenal, atau mungkin anak cucu kalian nantinya bahwa kalian telah berhasil menjadikan satu malam ini abadi dalam sebuah foto.

"Aku dan kekasihku telah mengabadikan momen di Pasar Gede. Bersama dengan ratusan lampion Imlek yang indahnya bukan main, disana." demikian mungkin ucapmu pada setiap orang yang kau kenal, sembari memamerkan kemesraan kalian dalam rekam kamera. Kemudian satu scene kemudian, di pikiranku muncul bahwa kalian benar- benar takjub akan ramainya kelap- kelip lampion Imlek disana. Seperti layaknya keramaian China Town di negara- negara lain. Maka kalian mengambil momen saat ini di Pasar Gede, kelak untuk menjadi bekal dan pengingat mimpi supaya bisa mengantar kalian ke China Town sesungguhnya di negara lain.

Yang pasti, seiring kalian berlalu, ada doa dan senyuman yang mengiringi punggung kalian yang semakin terlihat jauh dari bidik kameraku.

Sepasang kekasih di Pasar Gede, Solo



Selamat menikmati malam minggu.
Salam Hangat,
The Paparazzi.

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 11

2 comments:

  1. Aku suka suratmu yang ini, kamu bagus banget ngambil angle fotonya :'D jadi fotonya bercerita. sukaaaaa
    -ika, tukangpos

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaa terima kasih kakak tukang posku sudah membaca. Seneng kalo ada yg suka sama post ini <3

      Delete