Perihal Perihnya Rindu

Selamat malam,
Kali ini biarkan selembar kertas menghampirimu, menggantukan kehadiranku disisimu.

So, how's life?
It's not gonna be easier, huh?
Memang berat, apalagi setelah kau dihajar bertubi-tubi masalah. Tapi biarkan suratku ini menghiburmu. Setidaknya saat kau membacanya.

Disini, jauh darimu, juga tidak lebih baik. Bayangan akan gelak tawa yang kau lepaskan sehabis diskusi-diskusi serius kita selalu membayangiku. Mereka membayangi malam-malam gelapku setiap menjelang tidur. Bahkan tawamu kadang masih terdengaar hangat bagiku, terdengar menyapaku dari kejauhan.

Ah, rindu memang kejam.
Setiap tarikannya terasa akan membunuhku perlahan. Waktu menjadikan rindu benar-benar akan menyakitiku.

Maka, segeralah kembali.
Temui diriku, sebelum tubuhku yang rapuh ini habis dimakan waktu. Sebelum membusuk, didera waktu, dibunuh rindu.

Rindu dapat menyuburkan cinta, sayangnya di satu sisi, rindu pun dapat mematikan cinta yang telah lama layu.

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 12

Comments

Popular