Merayakan Perpisahan yang Layak

Halo, selamat malam.
Bagaimana kabarmu?
Ah basa-basi macam apa ini? 
Jariku masih kaku merangkai ini semua untukmu.
Nampaknya kita harus bertemu.
Ada ingatan-ingatan yang perlu disegarkan.
Tentang waktu yang berjalan selama ini, tentang jarak, rindu, persepsi, hingga kenangan.
Kita harus mengingat kembali tentang 'kita'.
Masih segarkah di benakmu bagaimana selama ini waktu kita lalui begitu saja?
Keceriaan tersembunyi hingga gelak tawa yang terlepas.
Ada memori usang yang tak pernah kujamah lagi.
Disana kubiarkan ia menua seiring usiaku.
Ibarat kotak maka ia selamanya takkan kubuka.
Tak mungkin rasanya harus kembali ke masa-masa awal dulu.
Apalah yang ada saat itu? Bukankah kita dulu tak kenal susah dan duka? Tapi kini arus hidup membawa kita pada situasi yang jauh berbeda.
Perpisahan yang mungkin dulu adalah jalan terbaik telah mengubah masing-masing diri kita. Entah bagaimana denganmu, tapi sedikit banyak mengubah hidupku dan memberiku pelajaran.

Ada baiknya kita mulai bercengkrama lagi seperti dulu. Memulai perkenalan dari awal, kurasa tak apa untuk menghancurkan kecanggungan. Kemudian kita bisa saling bertanya tentang kesibukan masing-masing.

Kau mungkin bertanya-tanya dalam hati mengapa akhirnya ada surat dariku ini. Kuharap kau tidak berprasangka apa-apa. Hanya satu hal yang kuingat dari perpisahan yang lalu; belum ada kalimat perpisahan yang layak. Bukankah sesudah itu kita menyimpan tanya yang banyak namun akhirnya harus terpendam begitu saja? Sekarang saat sudah jauh waktu terlalui akankah semuanya berlanjut?
Mari bertemu, kita bicarakan tanya yang belum terjawab. Kita bisa lanjutkan kalimat yang menggantung. 
Mari kita buat perpisahan ini menjadi layak dan bebas tanpa ada perasaan berat yang mengikat lagi. Kuundang kau untuk merayakan perpisahan kita ini. Sampai jumpa.

Ps: kutunggu di tempat pertama kita bertemu 12 tahun lalu.


Comments

Popular