Sunday, February 16, 2014

Hujan Sore Ini

Terima kasih sudah mampir ke kotaku walau sejenak.
Kehadiranmu sore hari ini setidaknya melepaskan sedikit kegundahan kami.
Menyegarkan udara yang kami hirup setidaknya untuk sisa hari ini.
Ketika ribuan tetesmu jatuh ke tanah-tanah berdebu kami, maka aliranmu melarutkan semua yang tersisa di bawahmu.

Saat beberapa hari terakhir udara disini tercemari abu vulkanik, kecemasan melanda. Udara kami tak lagi segar untuk dihirup. Menyesakkan juga terkadang membuat mataku perih.

Dan ya, kau datang bagai penyelamat.
Pengabul doa-doa yang kami panjatkan semalam suntuk.
Sebelum habis akal kami untuk membersihkan rumah dan tanah ini dari butir abu, butir hujan melahap semua abu dan debu. Menjadikannya cair dan mengalir ke tempat baru.

Terima kasih karena mu hujan, pekerjaan ini terasa lebih ringan. Menghilangkan tugas kami untuk mencari tempat aman membuang sisa dbu vulkanik ini, yang mampir ke tempat kami beberapa hari lalu.

Hujan sore ini, membawa kesejukan bagi jiwa kami.
Hujan sore  ini, membasuh kotor dan debu ringan disini.
Hujan sore ini, menjadi jawaban doa kami dan jalan keluar dari masalah ini barang sejenak.

Untuk Hujan sore ini,
Terima kasih sudah singgah di tempat kami.
Mampirlah kembali jika kau berkenan.


Tertanda,
Penikmat Hujan Sore Hari.

Soli,16Februari 2014
#30HariMenulisSuratCinta hari ke 16

No comments:

Post a Comment