Wednesday, December 31, 2014

Hello, Goodbye (2)

Setelah 2 tahun lalu bikin postingan serupa di sini. Sempet nyesel juga nggak ada postingan sejenis pas ngereview tahun 2013 kemarin. Maka untuk merekam moment- moment indah di 2014 ini, saya buat deh postingan khusus untuk melihat kembali apa yang telah saya lalui di tahun 2014 ini. Pas banget momennya di hari terakhir tahun 2014 nih.

Agak- agak lupa gitu sih, karena kesalahan saya kurang bisa mendokumentasikan foto dengan kurang baik, jadi fotonya tercecer di mana- mana. Mungkin lain kali akan mengelompokkan foto per bulan aja kali ya biar seru review tahunannya.

Here we go:

Tuesday, December 30, 2014

(Semacam) 20 Facts About Me

Oke baiklah. Karena di Instagram berbulan- bulan lalu (ya, saya lamaaa banget ngga bisa post foto di IG) di tag oleh Ekawan, maka saya mau jawab tantangan #20FactsAboutMe yang dia ajukan. Well sebelumnya, agak lupa- lupa inget kalo dulu di jaman masih mainan sosmed Friendster kayaknya pernah mainan kayak ginian nih yang berantai. Dulu sih mainnya di Bulbo alias Bulletin Board, oh yeah! dulu gue gaul abis dengan segala mainan di FS ituh. Mulai dari bikin dan cari background FS sendiri yang blink- blink, bikin profpic yang keceh abis (untuk saat itu sih gaul abiss,sekarang geli banget), nebar- nebar testimoni di profil orang- orang dengan harapan di isi testi balik.

Okaay karena nostalgianya sudah cukup, mari kita buat #20FactsAboutMe nya yang tentu lebih panjang spacenya di sini. Simple sih alasannya kenapa nggak bales di IG. Satu, karena biar lebih puas jadi nulis di blog. Dua, karena udah lama nggak nge blog lumayan lah buat bikin update blog. Mwahahaa xD

Monday, December 29, 2014

Dear Santa

Dear Santa,
Natalan memang udah lewat sih. Tapi hey, belum basi dong.
Well, Merry Christmas dear readers! Xoxo
So hey Santa Claus, I've made a list of my Christmas wishes and gift(s). Yes! It's with 'S' because I waaannttt sooo many of gifts for this Christmas. Mwahahaa xD
Here are my list:

Thursday, November 13, 2014

Count My Blessings

Jadi hari ini ceritanya saya lagi jenuh banget. Lagi bete dan nggak punya ide banget setelah pikiran terkuras untuk beberapa  hal. Pokoknya kepala barbie nih lagi nggak bisa deh diajak kompromi apalagi diskusi buat menghasilkan ide segar. Buntu deh intinya.
Nah tadi iseng-iseng liat mading di kamar nemu tulisan 33 Ways to Stay Creative. Dulu saya pernah nemuin tulisan ini di kubikel seseorang pas magang di Global TV dan sekarang saya pajang buat inspirasi saya pas lagi buntu kayak sekarang.
Satu diantara 33 poin tersebut adalah: Count Your Blessings.
Dorr! Sudahkah kamu menghitung berkatmu? Duh daku sih belum. Sampai lupa bersyukur karena kesibukan mikir hari ini hehe.
Akhirnya saya nulis blog lagi deh buat nulis kenapa saya harus bersyukur atas hari ini.

Tuesday, October 14, 2014

Pelajaran Hidup (1)

Halo,
Barusan saya nge post tweet, ada 2 tweets soal pelajaran hidup. Dan tiba-tiba kepikiran kalau sebenernya di umur ke 22 ini saya tentu dah dapet banyak banget pelajaran hidup dong. Lebih dari sekedar 2 poin dan 2 tweets aja. Apalagi kayaknya saya mulai memasuki fase quarter life crisis (eh bener ngga sih rasanya gini?) Hehehe.. Sebenernya belom tau pasti juga sih quarter life crisis itu gimana, tapi di usia menuju-menuju quarter life ini rasanya buanyaaak banget hal yang bisa bikin galau, bikin tersandung, tersandung, jatuh, dan pencarian identitas diri lagi.

Well, langsung aja deh bahas beberapa poin soal pelajaran hidup ini. Oiya! Karena kayaknya seru-seru lucu gitu bahas soal pelajaran hidup, kayaknya bakak bikin postingan berseri nih. Ini jilid 1 nya ya. Here are mine:

Monday, October 13, 2014

Cita-cita Pendeta

Tadi sore ceritanya ibadah minggu di GKI Sangkrah. Kebetulan yang berkhotbah adalah pendeta dari Jakarta yang namanya udah ngga asing lagi. Pdt. Joas Adiprasetya. Ada beberapa hal yang menarik sekaligus nampar dikit sih dalam khotbahnya. Hehehe.
Begini ceritanya

Beliau sering mewawancarai mahasiswa baru di Sekolah Tinggi Theologia (STT) Jakarta.
Pendeta: kenapa kamu mau masuk STT?
mahasiswa: saya yakin ini panggilan hidup saya pak pendeta. Ini panggolan Tuhan *wuiihh*
Pendeta: dari mana kamu tau ini panggilan Tuhan?
Mahasiswa: karena tahun pertama saya tidak diterima di UI dan kampus lainnya, maka saya tahu kalau Tuhan menunjukkan bahwa jalan saya di sini.

Tuesday, September 30, 2014

Balekambang, Taman Tengah Kota Solo

Pertama menginjakkan kaki di taman seluas 9,8 hektar ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang menyejukkan mata. Terletak di tengah kota Solo, taman Balekambang menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat Solo ataupun wisatawan domestik. Taman Balekambang dipisah menjadi dua bagian utama, hutan dan kolam air. Penanda pemisahan taman Balekambang ini ditandai dengan dua patung Partini Tuin dan Partinah Bosch. Kedua patung ini merupakan perlambang kedua putri dari Mangkunegara VII, pendiri Balekambang.

Balekambang setiap harinya ramai dikunjungi oleh keluarga hingga anak muda. Balekambang merupakan salah satu spot foto yang sering diincar oleh para fotografer. Di Balekambang, anda dapat menemukan beberapa pohon besar seperti mahoni dan trembesi. Tak hanya tanaman, di rerumputan yang luas, Anda dapat menemukan beberapa hewan seperti kijang dan angsa yang dibiarkan berkeliaran bebas. Destinasi wisata yang terletak dijl. Balekambang no.1, Manahan ini pun memiliki taman reptil.

Sunday, September 28, 2014

Demo Mahasiswa, Masihkah Berlaku?

Kemarin timeline twitter saya sempat ramai bahas soal pengesahan RUU Pilkada. Ya, akhirnya Pilkada ditetapkan melalui DPRD, dan tentu langsung banyak protes dari masyarakat. Di twitter, tuips- tuips ini tidak hanya menyoroti hasil putusan anggota DPR di rapat itu saja, bahkan mereka amat fokus pada peristiwa walkout nya Partai Demokrat. SBY dinilai gagal untuk memimpin partainya untuk mempertahankan pendapat mereka demi memilih Pilkada langsung. Dan twitter pun langsung ramai dengan hashtag #ShameOnYouSby.

Tapi, bukan soal ramenya hestek yang jadi Trending Topic Worldwide itu yang mau saya bahas. Pas saya lagi scrolling timeline, tiba- tiba terbaca sebuah ritwitan yang kurang lebih intinya: "Wahai mahasiswa, dimanakah suaramu?" tweet ini sepertinya masih dalam hal yang sama, mencari suara mahasiswa di tengah keriuhan pengesahan RUU Pilkada via DPRD ini. Orang tersebut mencari- cari dimanakah suara para mahasiswa yang dulunya gemar turun ke jalan- jalan, menyuarakan suara mereka, menumpas tirani, menelisik kebenaran, menyingkiran kebobrokan politik dan politikus.

Kalau bisa kita ingat, tahun 1998 dulu (saya masih umur 6 tahunan sih waktu itu), mahasiwa- mahasiswa kan pada turun ke jalan. Mereka demo, mengeluarkan opini (bahkan kemarahannya) atas orde baru, menuntut reformasi, hingga memaksa mundurnya Soeharto dari jabatannya sebagai presiden ke- 2 RI. Dulu sejarah mencatat, mahasiswa- mahasiswa 98 itu pernah menduduki gedung MPR, mereka berhasil memaksa suaranya didengar, membantu masyarakat untuk menyampaikan suaranya kepada para petinggi negeri. Tapi... itu dulu. Bagaimana kondisi mahasiswa saat ini?

Saturday, September 20, 2014

Parkiran Jazz, Edukasi Musik Jazz untuk Solo

Solo sering diidentikkan dengan kota khas budaya. Tak heran jika selalu ada event bernafas budaya setiap bulannya. Namun ternyata, Solo tak melulu terkait budaya. Perkembangan musik di Kota Solo kini pun cukup seru untuk diamati. Salah satu diantara event musik yang sedang in di Solo yakni Parkiran Jazz. Event yang diadakan rutin tiap Kamis di akhir bulan ini, mungkin bisa jadi salah satu acara yang wajib ditilik bila mampir di Solo pada akhir bulan.

Bila Jazz biasanya kerap diidentikkan dengan tempat- tempat mewah, di Solo, bahkan jazz telah mewarnai parkiran dan menjadi tontonan terbuka bagi siapa saja. Parkiran Jazz mulanya digagas oleh komunitas jazz di Solo yaitu Solo Society Jazz. Berawal dari tahun 2011, pada bulan Maret perhelatan sederhana Parkiran Jazz dimulai. Parkiran Jazz memang sesungguhnya digelar di lahan parkir di Balai Soedjatmoko yang terletak di Jalan Slamet Riyadi.

Saturday, September 13, 2014

Kepergian Tulang

Setelah di postingan sebelumnya saya menceritakan tentang meninggalnya Tulang saya, Jules Eriston Siagian, Senin 8 September lalu, kini saya mau cerita tentang hal serupa.
Tulang saya ini merupakan adik bungsu dari mama, beliau menutup usianya di angka 47 tahunm dengan meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki, namanya Fernanda. Karena sudah punya anak, kami memanggilnya tulang Nanda.

Senin dini hari, pukul 00.30 tulang meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dan langsung dibawa ke Rumah Duka Rumah Sakit PGI Cikini. Kenapa ke rumah duka? Belakangan kan rumah duka sudah mulai umum dipakai oleh banyak orang. Nah kalau kami memutuskan pakai rumah duka karena memang rumah tulang jauh sekali, ada di Cakung. Rumah yang jauh bisa bikin para pelayat nanti sedikit yang datang, padahal buat orang Batak, semakin banyak orang yang datang ke acara pemakaman ini selayaknya sebagai sebuah penghiburan bagi kami yang berduka.
RS PGI Cikini kami rasa cukup dekat dan mudah diakses dengan apapun dan letaknya memang di tengah kota. Dulu, penggunaan rumah duka memang identik dengan orang yang kurang mampu, dengan rumah dan halaman yang kecil memang sulit kan untuk mengadakan acara kedukaan. Namun sekarang fungsi rumah duka dirasa sudah lebih memudahkan siapapun yang ingin mengurus acara kematian keluarganya.

Tuesday, September 9, 2014

Dipanggil Hidup

Hari ini, 8 September 2014.
Rencana awalku mau ke kampus, ngurus revisi skripsi. Terus dilanjut siangnya mau ke kantor, kelarin kerjaan yang belum selesai.
Tapi telepon pagi-pagi sekali terpaksa mengusikku yang baru tidur beberapa jam setelah menonton kualifikaasi EUROPE antara Germany vs Scotland.
Ga sempat keangkat teleponnya, tapi begitu cek miskol di kedua hp udah langsung banyak aja dong. Telepon dari orang rumah semua.
Ada sms dari adek saya: Kak, disuruh cari tiket kereta pagi ini juga....

Thursday, August 28, 2014

Terbang ke Gerbang Dunia

Sebuah perjalanan,  adalah sebuah pelajaran dan pengalaman spiritual. Kemanapun kakiku melangkah, selalu ada hal yang menakjubkan, bisa dipelajari dan juga membuatku tak henti terpana. Bayanglan, belum seluruh jejak dunia atau bahkan separuh negeri ini yang kujalani, tapi keindahan masing-masing tempat membuatku takjub pada pandangan pertama. Pengalaman spiritual, mungkin kata yang tepat saat takjub akan pengalaman dari sebuah perjalanan, lantas mengingat kebesaranNya yan agung.

Saya adalah orang yang gemar bepergian. Dari satu kota ke kota lainnya, meski bukan karena urusan bisnis. Mimpiku setidaknya dalam hidup ini saya bisa menyinggahi setidaknya satu negara di lima  benua dan juga keliling Indonesia. Obsesiku keliling Indonesia bahkan mulai terwujud satu persatu dari beberapa tahun belakangan ini.

PR Lama untuk Presiden Baru

Pilpres 2014 akhirnya berakhir dari serangkaian acara yang panjang ini. Setelah banyak drama dan pertentangan di sana- sini, ternyata banyak hal yang bisa saya kumpulkan dari ceceran hajatan Pilpres 2014 tersebut.
Dengan ditolaknya gugatan kubu Prabowo- Hatta oleh Mahkamah Konstitusi, maka pasangan Joko Widodo- Jusuf Kalla dipastikan keluar sebagai pasangan Presiden- Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih.
Terlepas dari awamnya saya, yang baru bisa memilih Presiden 2 kali karena faktor umur yang baru cukup saat itu, kini saya beranikan diri untuk membuat sebuah catatan kecil. Catatan untuk calon Presiden Indonesia yang ke 7,setelah Susilo Bambang Yudhoyono. Menilik Indonesia dan segala macam permasalahan yang ada di dalamnya memang bukan salah satu kegiatan favorit saya. Namun rupanya saya begitu rajin mengingat apa saja permasalahan krusial di masa kepemimpinan presiden SBY. Tanpa bermaksud untuk menilai atau mengevaluasi kinerja SBY, catatan kecil ini sekadar bentuk keprihatinan sebagai rakyat biasa untuk Indonesia sekaligus meletakkan harapan di presiden baru.
Sebagai rakyat Indonesia, banyak permasalahan yang saya alami dan amati sekaligus. Permasalahan- permasalahan ini saya sebut sebagai sebuah pekerjaan rumah (PR) bagi presiden baru. Berikut saya jabarkan harapan dan PR yang saya catat sebagai sebuah permasalahan krusial yang harus diselesaikan oleh Presiden dan kepemerintahan baru di depan.
Meski saya bukan siapa- siapa, hanya orang yang punya harapan dan kepedulian bagi negeri (setelah lama apatis, kali ini tidak), ada lima poin dari kacamata saya yang krusial untuk diselesaikan dan dituntaskan. Berikut saya jabarkan lebih lanjut

Monday, August 18, 2014

Wonderful Indonesia: Geliat Keindahan Raja Ampat

Raja Ampat pertama kali sekali menyambangi pikiran saya sejak 4 tahun lalu. Gambar keindahan lautnya menghampiri saya dalam sebuah laman twitter milik seorang teman. Melalui ujarannya yang berharap kelak diberi kesempatan ke Raja Ampat, disitulah saya mengenal bahwa keindahan itu ada di Papua. Sempat terpikirkan bahwa keindahan pulau dan laut yang ada di gambar tersebut ada di Thailand, Hawaii atau bahkan Maladewa, namun nyatanya keindahan itu lebih dekat dari yang saya perkirakan.

Raja Ampat, sebuah wilayah kepulauan, kabupaten yang baru berusia 10 tahun di Papua Barat. Terletak di jantung tempat berpusatnya segitiga karang dunia, Raja Ampat punya beragam keanekaragaman hayati laut yang terkaya di dunia. Saya mengingat baik- baik informasi itu, menyimpannya dalam benak saya seraya berdoa kelak diberi kesempatan untuk menyambanginya. Hari- hari berikutnya ranah sosial media saya kembali ramai oleh foto keindahan bawah laut di Raja Ampat. Wah! Indahnya Raja Ampat semakin membius perhatian saya. Warna- warni berjenis ikan dan koral serta indah lautnya merupakan suatu hiburan yang menenangkan bagi mata.

Sunday, August 17, 2014

Bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare

Setelah setahun lalu saya baru selesai bikin postingan umum tentang Kampung Inggris, Pare di sini. Nah kali ini pengen lebih spesifik deh bahas Kampung Inggris. Soalnya ternyata masih banyak banget yang tanya- tanya soal Kampung Inggris.

Mungkin akan saya beberkan beberapa sifatnya poin- poin seputar Kampung Inggris aja kali ya. Semoga bermanfaat

Saturday, August 16, 2014

Menjadi Sarjana

1 gelar. 10 semester. 5 tahun. 145 sks. 2 karya tulis besar. Puluhan rim kertas (atau bahkan ratusan). Dan ratusan ribu kenangan, pengalaman dan pelajaran.

Semua ini dimulai sejak tanggal 24 Agustus 2009.
Resmi memutuskan diri untuk menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS ketimbang Ilmu Psikologi Undip (bukan karena ga bagus lho ya), saya akhirnya mengikuti ospek hari pertama.
Ngga mudah memang masa transisi dari SMA ke kuliah, apalagi saya langsung merantau, sendirian tanpa kenal siapapun awalnya di Solo.
Dan saat itulah ribuan hari selanjutnya terlewati.

Rindu

Barangkali rindu memang menyimpan sendu
Barangkali rindu itu pula jark terjauh sekaligus terdekat kita
Kita tak pernah memanjat harap yang sama sebelumnya
Sejak rindu itu ada
Ia mulai mengusik malam-malam tenang

Barangkali rindu adalah waktu terdekat kita
Saat kita saling mendoakan dan peduli satu sama lain
Rindu pula yang mungkin menjadi mistar pemisah kita
Ia yang mengingatkan kita bahwa rasa ini takkan pernah melangkah kemanapun

Saturday, April 12, 2014

Menjelang Bonanza* Dalam Genggamanmu

Oleh: Hanna Suryadika

Lembar hitam dalam diriku perlahan mengelupas. Tersingkir karena cerahnya musim panas yang kembali menyegarkan jiwaku. Dulu mungkin aku tak berpunya nyawa, tapi kini aku bertekad kembali merebut jiwaku yang telah lama kutanggalkan.

Arogansi jiwa mudaku, pernah meninggalkan semua hartaku, menyerahkannnya pada pangkuan sang masa. Kini kutahbiskan diriku sendiri sebagai jiwa baru, hendak berlari mengejar asa meraih mimpi. Aku seakan terlahir kembali, tapi tak dari rahim ibuku.

"Rania mau pergi. Menjelajah setiap sudut kota kemana hatiku memanggil" demikian ujarku pada Ibu saat mengucapkan niatku pertama kali. Ibu, barangkali dia hendak melihatku berubah lebih baik, atau malah sudah bingung akan jalan pikiranku, mempersilahkan apapun langkah yang kupilih dalam hidup.

Friday, April 4, 2014

Hanna Memanggil

Haloo..
Jadi blogpost in ceritanya mau menggalang massa dari teman-teman semua.
Ceritanya saya butuh bantuan dari kalian semua nih.
Bantu untuk baca dan VOTE artikel saya disini atau http://bit.ly/QIfjNG.

Jadi sistem vote nya itu bisa banyaaak sekali. Satu orang bisa klik vote  berkali-kali. Tapi tiap satu vote dikasi jeda 1 jam untuk vote selanjutnya. Kalau kalian lagi lowong atau nganggur banget nih, boleh dong bantuin saya untuk rajin-rajin vote. Hehehe.

Jangan lupa yaa vote disini tapi jangan lupa juga untuk masukin captcha code nya  biar ga disangka robots hehhe..

Matur Nuwun!
HS.

Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG
Vote http://bit.ly/QIfjNG

Thursday, April 3, 2014

Membuat Tulisan yang Menarik dan Informatif

Menghasilkan sebuah tulisan sebenarnya gampang- gampang susah. Selama bertahun- tahun, sejak saya kecil, saya suka menulis. Tapi barulah belakangan ini saya paham unsur- unsur menulis yang baik. Gimana sih menulis yang baik itu? Mungkin jawabannya berbeda- beda ya tiap orangnya, tapi mari menyebut postingan kali ini dengan tips menulis ala Hanna.

Selama hampir setahun terakhir, saya bergabung dengan tim Terasolo. Di sana, saya bertugas sebagai seorang editor yang membidani Majalah Elektronik Terasolo. Selama itu pula, saya belajar dan menemui banyak rupa- rupa tulisan. Sebelum di Terasolo, saya juga pernah bergabung di Lembaga Pers Mahasiswa VISI FISIP UNS. Di sana, awal mula saya mencintai dunia jurnalistik dan semakin mendalami tulisan. Semakin mencintai dunia tulis- menulis pun sejak menambah ilmu di mata kuliah Jurnalistik yang saya ambil 2 tahun terakhir. Dan kebetulan, skripsi saya pun masih di seputar bedah- membedah tulisan jurnalistik dari sebuah majalah. Jadi, dari pengalaman saya yang masih seumur jagung tersebut, saya rangkumkan cara menghasilkan tulisan yang baik.

Thursday, March 13, 2014

Ilmu dari Local Leaders Day 2014

Berbicara soal berbagi ilmu yang sudah saya dapatkan selama mengikuti 3 hari Local Leaders Day 2014 Akademi Berbagi di Salatiga, saya sempat bingung. Kenapa bingung? Awalnya saya masih menebak- nebak bagian cerita dan pengalaman manakah yang harus saya bagi kepada teman- teman dan para pembaca blog saya. Selama 3 hari di sana, semua pengalaman yang saya alami adalah sebuah hal yang amat menarik dan bersifat personal. Personal karena kamu nggak akan bisa merasakan energi yang sama seperti apa yang dialami semua relawan disana. Benar- benar energi positif dan gembira.
Baiklah, tapi tak ada salahnya mulai membagi materi dan inspirasi yang bisa saya garisbawahi selama acara tersebut.

Sesi mas Donny BU dari Internet Sehat. Waktu itu mas Donny bilang kalau sekarang ini kasus kekerasan seksual di internet pada anak- anak sudah meningkat. Pemicunya salah satunya adalah karena semakin banyaknya orang- orang yang meletakkan identitas pribadinya secara lengkap di internet plus sudah semakin terbaca jadwal dan rutinitasnya dari update-an social medianya seseorang. Hal ini akhirnya menyebabkan pencurian identitas. Seseorang bisa saja mengambil foto dan identitas profesi anda yang sudah terpampang di dunia maya, kemudian mengincar orang lain lagi dengan menggunakan identitas anda tersebut, dan menjebaknya. Alhasil, ya kasus itu tadi, pelecehan seksual pada anak- anak seumur SD untuk dijebak dengan profil palsu yang dicurinya. Intinya sih, membuka identitas atau data diri di internet itu sah- saja aja, asal kita tahu resiko apa yang akan terjadi saat kita menyebarkan data tersebut, jadi paham juga cara mengatasi masalah yang nantinya akan muncul.

Tuesday, March 11, 2014

Local Leaders Day Akademi Berbagi

3 Hari kemarin, saya dan teman-teman relawan Akber Solo ikut acara Local Leaders Day 2014 (LLD2014). Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 200 orang relawan Akber Nasional dari 35 kota se  Indonesia ini bertempat di Pondok Remaja Salib Putih, Salatiga.

Dan Akber Salatiga menjadi tuan rumah, selain sebagai panitia lokalnya. Selain panitia lokal, ternyata ada juga panitia intinya di Jakarta. Pokoknya salut deh untuk seluruh panitia. Bayangkan, ada 200 orang relawan datangdari puluhan kota yang berbeda-beda, mereka juga harus menyiapkan konsep acara yang keren kan supaya relawan-relawan ini bisa mendapatkan sesuatu? Dan berhasil! Setidaknya buat saya, ini bener-bener menginspirasi dan bikin saya bahagia karena bisa punya banyaaaakk temen baru. Aih followers juga nambah banyak, hahhaha.

Sunday, March 2, 2014

Surat Apresiasi

Surat cinta untuk ke dua tukan posku @ikavuje dan @MungareMike

Selamat sore semuanyaaa :D
Senang sekali masih bisa bertemu kalian berdua di penghujung program ini meski hanya melalui surat.
Pertama, saya mau mengucapkan terima kasih untuk kak Ika dan kak Mike yang sudah menjadi tukang posku selama 30 hari ini.
Terima kasih karena sudahh sabar, cermat, dan mengapresiasi semua tulisanku (dan peserta lainnya) selama program ini. Tentu banyak waktu kalian yang dihabiskan selama mengurusi surat-surat ini. Dan selama itu pulalah kalian sabar dan tekun mengkurasi semua surat yang masuk.

Terima kasih juga karena sebagai tukang pos, kalian tetap konsisten. Kalau kak Ika konsisten ngomentarin setiap posting surat, nah kak Mike konsisten nulis surat di Dua Hati, bahkan ngomen juga ya pas gantiin kak Ika jadi tukang pos. Waah, kalian keren! :D

Saturday, March 1, 2014

Yang Tertunda

Dear Scofield..
Sudah berapa hari ya kita gak ketemu?
Saya rindu sih tapi banyak kerjaan yang bikin saya sibuk jadi ngga bisa punya waktu luang ketemu kamu.
Sebenarnya juga seharusnya bukan di hari ke 29 ini saya kirim surat untukmu. Karena dari awal program ini saya sudah merencanakan untuk menulis surat buatmu di surat cinta bertema untuk tokoh fiktif. Tapiiii ternyata surat bertema itu dihapus, sediiiihhhh :'((((((  *bosseee, kenapaa dihapus bosseee?*
Jadi ya inilah surat saya yang tertunda, akhirnya bisa saya kirimkan juga. Ehehehe.

Thursday, February 27, 2014

Tunggu Apa Lagi?

Teruntuk para secret admirer di luar sana.

Oh, bukan. Bukan untuk secret admirer saya, tapi untuk siapapun yang sedang mengalami jauh cinta diam-diam.

Apa sih rasanya jatuh cinta tapi ngga di gaung-gaungkan ke seantero kota? Enak ya? Memangnya seru ya kalau cuma mengamati punggungnya aja dari kejauhan. Melihat dirinya dari jaarak maksimall 3 meter, dan kemmudian pura-pura memalingkan wajah begitu dia tiba-tiba  menoleh ke arahmu. Ih semacam sok cuek gitu karena takut kepergok kalo lagi merhatiin dia.

Wednesday, February 26, 2014

Dear Sadam

Dear Sadam,
I miss you...
Ah tadinya saya mau nulis surat cinta untukmu begitu saja. Cuma ungkapan kangen.
Tapi ternyata hati saya bergemuruh kencang. Banyak sekali yang ingin kucurahkan padamu setelah lebih 10 tahun kita tak bertemu

Sadaamm...
Kenapa tiba-tiba tadi malam kamu muncul lagi? Kan saya jadi galau. Mengingatmu dan masa-masa jayamu dulu. Saya rindu pipi chubby mu, ketengilanmu, manjanya sikapmu pada kedua orang tuamu. Dari semuanya itu, saya rindu melihat Sadam yang ternyata dibalik kenakalan dan isengnya, juga punya sisi lemahnya sendiri.

Tuesday, February 25, 2014

Harapan

Dear you,

Hidupku semakin tak beraturan. Nafasku tersengal dan langkahku tertatih.
Mungkin kau telah terlalu jauh melangkah.
Tapi kuingat janjimu yang tak pernah ingkar, kau akan kembali kesini saat musim berganti.
Hingga saat itu, kupastikan masih ada harapanku yang berdiri tegak, tak goyah oleh suatu apapun.

Maka bila kau terima suratku ini, pahamilah.
Pahamilah bahwa kepergianmu akan menjanjikan secercah bahagia bagiku. Kembalilah bila kau ingat batas masa yang kau tetapkan.
Jangan pernah menyerah untuk mimpi-mimpimu.
Wujudkanlah itu, jadikan nyata satu persatu.
Karena disini pun, demikian adanya, harappan yang menjagaku tetap hidup. Harapanmu yang selalu membuat pelitamu menyala terang bahkan di saat titik malam tergelap sekalipun.

Kembalilah, ketika angin membawamu pulang.

Salam hangat,
Yang meridukanmu.

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 25

Monday, February 24, 2014

Pengingat Masa

Selamat siang, kawan.
Hari ini perjalananku semakin panjang. Mungkin sudah lelah dan hendak berhenti bila tak ingat target hidup yang tinggi itu. Sejauh ini, masih berkali-kali saya mampu berdiri lagi s etelah terjatuh dan dijatuhkan semangat.

Mungkin suratku mengganggu ketentramanmu disana. Membuatmu jengkel karena harus membaca surat tak ringkas dariku di tengah jam kerjamu. Tapi saya tahu, kau takkan tega meninggalkanku bersama pudarnya merah semangatku. Semakin kita tua, bukankah semakin berat tantangan hidup kita? Sama seperti katamu dulu di perjumpaan terakhir kita.

Betapa kurindukan masa-masa kuta bersama dulu. Kita seakann hidup dan bermain tanpa perduli apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Kau yang membuat kaki-kaki kecilku dulu mampu melompat, semakin tinggi dan jauh dari tahun ke tahunnya. Masih kah kau ingat saat dulu jemari kecil kita bermain-main tanah kotor di belakang rumahmu? Membuat mainan apapun yang bisa kita hasilkan. Kreatif selayaknya anak kecil lainnya, yang ruang berpikirnya masih belum terbatasi oleh norma dan larangan.

Sunday, February 23, 2014

Dear Lovers

Kepada para wanita yang sedang jatuh cinta di luar sana,
Masihkah kau bersemangat untuk menjalani tiap pagi dengan cintamu yang menggebu?
Atau masihkah kau kerap menyakiti dirimu dan menyesali diri atas perkara yang terjadi?
Mungkin juga kau masih berjuang lepas dari bayang-bayang masa lalu?
Entahlah, yang kutahu, tak melulu proses jatuh-kemudian-cinta-dan patah-hati adalah suatu hal yang enak.

Dear lovers,
Masih jatuh dengan orang yang sama? Tenang saja, cinta tak melulu pahit dan perih, juga sebaliknya.
Jadi jangan takut bila hari ini kau terluka dan menangis. Bisa saja esok hari kau akan menemukan semangat baru atau mungkin orang baru.

Saturday, February 22, 2014

Penantian Panjang

Selamat siang, kamu
Semalam rasanya seperti baru saja kita bertemu dalam mimpiku.
Tak terasa apakah itu semua nyata atau memang kerinduanku sudah begitu membuncah untukmu.
Namun pagi ini tak lagi kutemukan bekas jejakmu di ingatanku jika memang benar  kau ada di mimpiku.

Thursday, February 20, 2014

Halo, Mbak!

Tuutt...tuuttt...ttuuutt....
Masih nada sambung itu yang terdengar berturut-turut. Setelah kumatikan berkali-kali (pula) masih belum ada suara yang menjawab panggilan teleponku.

Kuketuk-ketukkan jariku yang sedang menggenggan handphone yang kutempelkan pada telingaku. Makin lama makin panas. Tapi panggilan juga masih bernada sambung.

Wednesday, February 19, 2014

Surat Pertemuan Kita

Terima kasih sudah mau menunggu suratku hari ini. Kemarin kulihat sudah tak lagi ada tumpukan surat-surat di depan pintu rumahmu.

Saya selalu percaya bahwa kau tak selalu membaca surat-surat yang tertuju padamu. Suratku ini pun selalu mencari-cari lokasi agar bisa kau temukan. Ya, ingin ditemukan. Bukan hendak menemukanmu, karena suratku hanya ingin menemukan orang yang tepat untuk membacanya. Sama seperti tahun-tahun yang berlalu, tak pernah begitu sulit menemukanmu meski kau sudah berpindah-pindah tempat perantauan.

Tuesday, February 18, 2014

Undangan Kencan

Kepada tukang pos tim HIJK yang terkece, kak @ikavuje.

Bersamaan dengan surat ini, aku hendak mengajakmu kencan dan biarlah kunamakan ini 'Kencan Kece' supaya enak dibaca. Sehubungan dengan tidak pernah diterbitkannya larangan seorang perempuan mengajak perempuan lainnya untuk kencan, maka kuajak tukang pos kesayanganku untuk berkeliling kota #NaikAgya yang terkenal hemat dan irit. Maka otomatis, kencan kita low-budget, kak :D

Monday, February 17, 2014

Galaksi

Wahai, kau yang menjadi pusat gravitasi dan peran utama dalam galaksiku.

Kita, kau dan diriku, juga semesta masif yang di sekitar kita, semuanya adalah satu.

Bagiku, kesatuan itu membentuk susunan galaksi baru. Disitu, kaulah pusatnya, gaya gravitasi yang mengikatku juga hal lainnya sehingga terus tertuju padamu. Tak perduli sejauh apapun melangkah, bahkan berlari sekencangnya, kaulah pusaran yang kutuju. Maka kau adalah tempatku kembali, sampai kapanpun tetap tempatku pulang.

Semesta pun mengamininya. Segala hal, mulai dari guguran daun-daun jatuh hingga kelip centilnya bintang di langit malamku, semuanya mengingatkan tentangmu. Bagaimana kau menarik bibirmu, otot-otot pipimu dan tersenyum. Bagaimana kau mengerling atau mengerjapkan perlahan matamu padaku. Juga bagaimana rasanya ketika kulit kita bersentuhan dan serasa ada aliran listrik yang mengaliri kulitku.

Jika cinta diibaratkan jatuh dan membuang hati, maka  gravitasi di semesta mengijinkanku untuk jatuh. Gravitasi mengirimkan hatiku untuk jatuh pada sosokmu, jatuh tapi tak untuk tersakiti. Jatuh yang tak sakit.

Di waktu yang lain, semesta membiarkanku mengingat meriahnya bintang di langit malam pada matamu. Titik-titik jutaan bintang di galaksi yang bergerombol seakan membawaku pada pandangan matamu yang bercahaya. Kilap bintang kulihat pada matamu yang bersinar bak langit malam dibiasi bintang.

Maka semesta yang ada bagiku ini tak lengkap bila tak ada dirimu. Galaksi yang luas ini, hanya kekurangan sosokmu untuk menemaniku melengkapi pusaran bintang ini. Karena kaulah sosok sentral di galaksiku, pusat peredaran bintang-bintang juga penahan gravitasiku. Kau membuaku jatuh, tanpa merasakan perih. Jatuhku indah bersamamu, semesta telah mendengarnya.

Selamat malam,
pusat galaksi.

#30HariMenulisSuratCinta hari ke 17.

Sunday, February 16, 2014

Hujan Sore Ini

Terima kasih sudah mampir ke kotaku walau sejenak.
Kehadiranmu sore hari ini setidaknya melepaskan sedikit kegundahan kami.
Menyegarkan udara yang kami hirup setidaknya untuk sisa hari ini.
Ketika ribuan tetesmu jatuh ke tanah-tanah berdebu kami, maka aliranmu melarutkan semua yang tersisa di bawahmu.

Saturday, February 15, 2014

Semoga Baik-Baik Saja

Semalam bukanlah hari yang baik untuk kita. Kudengar keadaan disana bertambah parah tiap menitnya. Disini pun demikian, kekhawatiran membuatku awas sepanjang malam.

Keadaan kalian disana, mungkin jauh lebih buruk dari apa yang sedang kami alami. Biar kutebak kesimpang siuran informasi di sekitarmu terkadang tak membantu sama sekali saat akan mencari jalan keluar dari masalah ini.

Thursday, February 13, 2014

Terima Kasih

Sebelumnya maaf bila tak layak surat ini menggantikan diriku.
Tapi percayalah, isinya adalah hal yang sama dengan yang kuungkapkan dari hatiku.

Dimanapun kau membaca surat ini, terima kasih.
Terima kasih karena menjadi bagian penting dalam hidupku. Karena dengan hadirmulah, sejak saat itu hidup ini terasa berbeda. Ia punya sesuatu yang mampu kuperjuangkan dan menjadi alasanku untuk tetap bangun di tiap paginya. Karena hidup pula lah dulu ada titik tergelap dalam hidupku, sebelum berubah menjadi benar-benar berbeda sejak hadirmu.

Wednesday, February 12, 2014

Perihal Perihnya Rindu

Selamat malam,
Kali ini biarkan selembar kertas menghampirimu, menggantukan kehadiranku disisimu.

So, how's life?
It's not gonna be easier, huh?
Memang berat, apalagi setelah kau dihajar bertubi-tubi masalah. Tapi biarkan suratku ini menghiburmu. Setidaknya saat kau membacanya.

Tuesday, February 11, 2014

Sepasang Kekasih di Pasar Gede

Kepada sepasang kekasih di Pasar Gede.

Sebelumnya, maafkan kelancangan surat ini menghampiri kalian. Sungguh tak pernah terpikirkan benar olehku untuk membidik kalian sebagai sasaran foto dari jarak jauh. Tapi kalian berdua benar- benar nampak seperti sepasang raja dan ratu malam itu. Kalian seakan pusat semua perhatianku tertuju.

Sungguh tak pernah ada niatku untuk mengganggu malam kalian untuk memadu kasih saat itu. Malam minggu, memang sudah ditakdirkan, entah sejak kapan, untuk menjadi malamnya anak muda. Maka wajarlah dianggap bila malam menjelang hari minggu itu banyak pasangan kekasih memadu cinta. Demikian pula hal nya dengan kalian. Tak pernah sedikit pun terlepas dari senyuman yang kalian ukir di wajah masing- masing. Kalian pun tak pernah berjarak barang sedikitpun. Mungkin, takut kehilangan, atau justru itu bukti sayang kalian terhadap pasangan. Ah tak apa, dimaklumkan, apalagi kalian sepasang kekasih, kan?

Monday, February 10, 2014

Tarian Jiwa

Kepada kekasih jiwaku, duet hidupku.

Hari ini sebuah mimpi menghampiri tidurku. Ada sebuah padang rumput luas yang terhampar di hadapanku. Ada ribuan macam warna dari berbagai warna yang tertata rapi disana. Yang aneh, tak ada keindahan rupamu disana. Tapi sungguh, semua pemandangan disana adalah santapan bagi lelah mataku yang dahaga ini.

Sunday, February 9, 2014

Mimpi dan Harapan

Mimpi dan harapan, keduanya menyatu dalam satu tubuh. Menyeruak diantara jasad-jasad busuk yang gugur karena tak sabar dalam penantian.
Saat semua kaki melangkah, tentulah ia harus tahu kemana tujuan langkahnya, kapan harus berlari atau kapan menetapkan saat untuk berhenti.

Dalam tubuhmu, yang kukenal selama bertahun, mimpi juga harapan datang silih berganti. Sulit bagimu menyatukannya dalam jiwamu. Jiwamu tak mampu menggenggam banyak hal sekaligus. Maka disaat ada mimpi yang kau cita-citakan, hidupmu beralih padanya. Semuanya kau taruhkan demi terwujudnya mimpimu. 

Saturday, February 8, 2014

Tarian Senja dalam Pekat

Hari beranjak larut dalam pekat.
Hatiku acuh ingin menuliskanmu sebuah surat.
Maka kuambil pena, kuhiasi kertas putih dengan aksara yang tergurat.
Kubungkus surat ini kelak dalam amplop berwarna pucat.

Pada jalan yang tenang dan lembut kita bersama.
Dalam rengkuhan senja yang perlahan menghiasi kota.
Kita, penikmat senja, tak pernah melewatkannya.
Dan lihatlah, ia tak pernah ingkar, menghiasi awan sore kita.
Senja dan kita, seakan lebur dalam ayunan cinta.

Wednesday, February 5, 2014

Teruntuk Pejuang Tangguh Hidup

Teruntuk perempuan tangguh, pejuang hidup kami.

Tak sedikit waktu yang kau habiskan untuk mengumpulkan keping per keping hasil jerih payahmu. Hari per hari kau kuras tenaga dan pikiranmu demi yang terkasih. Entah sudah berapa banyak kau korbankan dirimu, yang kutahu semuanya begitu besar, tak tergantikan.

Senyummu dan Tulisan yang Abadi

Kutuliskan surat ini bagimu, untuk menjadikannya kekal bagimu. 

Kepada lelaki yang kuijinkan berbagi pikiranku. Lelaki dengan senyum termanis. Hanya padamulah kuceritakan pandangan dan mimpi-mimpiku tentang dunia serta seisinya. Bersama dengan surat yang kini sedang kau baca ini -entah kapan dan bagaimanapun caranya-, kusampaikan segala doa baik semoga gelimang berkat masih menyertaimu.

Tuesday, February 4, 2014

Surat Kedua untuk Selebtwit Idola

Surat Keduaku kepada selebtweet favoritku @ikramarki.

Halo Ikram (@ikramarki)

Surat pertamaku kutuliskan (disini) di tahun kemarin untuk Ikram. Dan bagusnya, sesudah surt itu diposkan langsung di reply tweet nya olehmu. Ngga lama sesudah itu traffic blogku melonjak tinggi, statistik kunjungannya melejit. Gila juga, dalam hati mikir pasti ini pembaca-pembaca yang mayoritas followersnya Ikram.
Gila, Kram...segitunya banget yaa. Terima kasih hahaa. Dann ajaibnya cuma karena sekali di RT kamu aja itu traffic blog masih rame dibaca sepanjang 2013 :D

Monday, February 3, 2014

Surat Penjemput Kenangan

Kepada saudara-saudaraku yang tak tersatukan oleh ikatan keluarga.

Surat ini kutujukan kepada banyak kepala yang kutemui dalam belasan tahun perjalananku.
Pada orang-orang yang kusebut belahan jiwaku, sahabat-sahabatku dalam kasih seorang kawan.
Kenangan tentang kalian kujemput kembali melalui surat ini.

Sunday, February 2, 2014

Sang Maha Cinta

Teruntuk Sang Maha Cinta yang kami sebut dalam berbagai nama.

Darimulah seluruh cinta ini berasal dan sudah seharusnyalah bagian terbesar dari cinta ini kembali padamu.

Kehadiran cinta dalam hidup kami begitu megah.
Bahkan takkan ada insan yang mampu mengelak darinya.
Satu persatu, tiap orang akan merasakan getar-getar kecil di hatinya, pertanda munculnya cinta.
Awalnya sederhana, tapi kemudian kami sendirilah yang membuat keindahan cinta itu memudar.
Cinta yang mewah, bertabur kasih sayang dan setia itu terkadang kuuji hingga ujung batasnya.
Apalah arti cinta bila akhirnya ego menguasai diri?
Dimanakah nikmatnya cinta manakala tiada yang saling memahami?

Berkali-kali kami jatuh pada hati yang salah.
Tak jarang pula terlalu banyak waktu berduka yang kami habiskan.
Hingga akhirnya perlahan cinta enggan tumbuh pada hati-hati yang rapuh dan penuh curiga.
Siapakah kami hingga mampu menyia-nyiakan begitu banyak cinta yang tulus?
Siapakah kami yang mampu merasa jera bermain-main dengan hati?
Apakah cinta sebegitu murahnya hingga terkadang banyak waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk sekedar tahu kalau kami berhenti di hati yang salah.

Wahai Sang Maha Cinta,
Semoga masih belum bosan mendengar tangisan perih kami saat permainan kami terasa melelahkan dan mulai menyakitkan.
Semoga masih ada cinta  yang tersisa untuk mengobati perihnya luka di setiap hati yang mau mencoba untuk setia.
Semoga cintaMu masih ada bagi hati kami yang akan kembali pulang pada arah yang benar, mengakhiri permainan dan kembali pada satu cinta.

Wahai Sang Maha Cinta.
Terima kasih atas curahan segala cinta pada setiap jejak hidupku.

Solo, 2 Februari 2014.

#30HariMenulisSuratCinta hari ke-2

Saturday, February 1, 2014

Merayakan Perpisahan yang Layak

Halo, selamat malam.
Bagaimana kabarmu?
Ah basa-basi macam apa ini? 
Jariku masih kaku merangkai ini semua untukmu.
Nampaknya kita harus bertemu.
Ada ingatan-ingatan yang perlu disegarkan.
Tentang waktu yang berjalan selama ini, tentang jarak, rindu, persepsi, hingga kenangan.
Kita harus mengingat kembali tentang 'kita'.
Masih segarkah di benakmu bagaimana selama ini waktu kita lalui begitu saja?
Keceriaan tersembunyi hingga gelak tawa yang terlepas.

Tuesday, January 28, 2014

Kemeriahan Imlek di Solo

Menjelang perayaan Imlek, 31 Januari 2014 mendatang, kota Solo mulai berbenah dan mempercantik diri. Tahun baru Cina 2565 yang jatuh pada hari Jumat ini, membuat masyarakat Solo khususnya masyarakat Cina telah bersiap- siap menyambut Imlek. Kemeriahan kota Solo dalam menyambut Imlek kali ini dapat dilihat dari semaraknya lampion- lampion yang digantung di daerah Pasar Gede juga meriahnya acara yang digelar berbagai pihak.

Selain itu, tahun ini diadakan pula acara Solo Imlek Festival yang diselenggarakan sejak Kamis, 23 Januari hingga Rabu 29 Januari mendatang. Solo Imlek Festival yang diselenggarakan di Benteng Vastenburg ini menghadirkan kurang lebih 80 stand bisnis, mulai dari penjual makanan-minuman, handuk, hingga kendaraan bermotor. Selain itu disediakan pula satu panggung besar di tengah- tengah venue. Biasanya di panggung tersebut ditampilkan penyanyi yang akan menghibur penonton dengan lagu- lagu mandarin.

Wednesday, January 1, 2014

2013 Itu Seperti...

Setelah lengkap 1 tahun berlalu di 2013, maka kalau diperkenankan merangkum tahun 2013, posting kali ini akan saya bikin untuk me-review tahun 2013.
Well, welcome 2014! Happy New Year!

Jadi, berdasarkan pengalaman di tahun 2013, maka hidup di tahun 2013 itu adalah sebagai berikut:
1. Menunggu tukang nasi goreng yang lama ngga muncul, eh ternyata emang ga muncul- muncul. Tapi giliran lagi ga mau makan nasi goreng, lah dia jualan!
2. Menanti apa yang diharapkan, tapi ga kejadian. Giliran yang lagi tidak diharapkan, malah kejadian. Apes!
3. Ada yang bergegas, memburu waktu, tapi tidak mendapatkan pelajaran apa- apa dari yang dijalaninya.
4. Sementara, ada yang bergerak perlahan, singgah di banyak tempat untuk belajar tentang hidup, makanya ia tak bisa bergegas dan tergesa beranjak.
5. Kadang, orang yang kita benci banget malah sering banget ketemu. Pret!
6. Seperti doorprize dan kuis- kuis lainnya, kalau hadiahnya sepele maka peluang menangnya besar. Tapi giliran hadiahnya sepeda motor, blah! koneksi internet aja seketika keok gara- gara dikejar sama orang seIndonesia.
7. Ada kalanya kamu di hadapkan pada posisi: "mau menyelamatkan orang atau diri sendiri?" Pilihan yang sulit, tapi kita sudah men-setting default answer untuk alasannya; "ya tergantung kasusnya sih"
8. Sama sulitnya seperti mau makan siang nasi sayur yang deket atau nasi soto yang rumah makannya jauh? Akhirnya milih makan nasi soto aja, biarin deh jauh yang penting lebih nikmat dari nasi sayur. Eh pas udah sampai di warung nasi soto, tukang dagangnya tutup. Gimana rasanya menurutmu?
9. Kadang keberuntungan itu bergantung pada koneksi internet. Ya misalnya cari tiket promo, online auction, ikutan kuis, lucky game, dan soal games POKOPANG aje juge butuh internet dooongg. What a life! Ya begitu itu hidup di 2013. Sepele emang, tapi kalo karena internet koneksi yang putus- nyambung gitu bisa gagal, ya gondok juga emang. Sabar ye bro sist, i've been there.
10. Kadang (lagi nih) yang ada di posisi paling atas itu sebenarnya posisi paling enak, paling enteng dari segi tenaga, tapi (seharusnya) tidak dengan pikirannya punya tanggung jawab besar. Tanggung jawab itu adalah tugas termahal yang pernah ada di hidup manusia.