Tuesday, April 23, 2013

Belanda: Menjaga Hidup dengan Inovasi

Inovasi akan membawa perubahan pada segmen kehidupan sebuah masyarakat. Di Belanda, sistem pendidikannya memungkinkan semua orang untuk menghasilkan ide dan karya- karya yang segar. Semua orang bisa menghasilkan pembaharuan dan menjadi pionir mulai dari hal terkecil hingga hal paling kompleks sekalipun. Lantas, bagaimanakah orang Belanda membawa inovasi serta menjadi seorang perintis dalam kehidupannya?

Salah satu sektor unggulan di Belanda adalah seni arsitekturnya. Belanda merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat di Eropa dengan luas wilayah ‘hanya’ 41.000 km2. Oleh karena itu, masyarakat Belanda dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk berkreasi serta menghasilkan inovasi agar bisa bertahan hidup dengan keadaan lingkungan mereka. Dalam hal infrastruktur dan wilayah untuk tempat tinggal, mereka diharuskan pandai- pandai memutar otak. 

Alhasil kini lihatlah kota- kota besar di Belanda. Banyak bangunan bersejarah berdampingan dalam ruang kota yang sama dengan gedung berarsitektur modern. Rotterdam misalnya, kota ini punya nama yang mahsyur soal arsitektur bangunannya. Tak heran jika kota yang juga bergelar The Architecture City ini juga memiliki Netherlands Architecture Institute (NAi). NAi merupakan salah satu kampus kiblat arsitektur dunia yang memiliki koleksi arsitektur terbesar dengan jumlah koleksi mencapai 35ribu buku. 

Netherlands Architecture Institute (NAi)

Di Rotterdam kita dapat melihat mulai dari gedung- gedung pencakar langit seperti The Maastoren, ada pula gereja kuno St. Laurenskerk, beberapa museum seni hingga The Cube House, yaitu rumah- rumah berbentuk kubus yang unik. Dengan memadukan konsep urban masa kini dan konsep historis sebuah bangunan, maka deretan bangunan di Rotterdam menunjukkan betapa Belanda telah selangkah lebih maju untuk memperhatikan estetika kota tanpa mengesampingkan fungsionalisasi ruang.

Bangunan- bangunan di Rotterdam. Searah jarum jam: The Maastoren, Cubes- House,
The World Museum, dan  gambar Rotterdam sebagian.


Rotterdam juga telah menghantarkan Belanda menjadi salah satu negara dagang yang paling berpengaruh di jaman modern. Dengan kondisi tanah yang lebih rendah dari permukaan lautnya, Belanda punya cara tersendiri. Di Rotterdam, ada sebuah pelabuhan besar yang merupakan The Gateway to the World. Lokasi pelabuhan ini merupakan tempat paling strategis untuk wilayah Eropa serta membuka jalur dagang bagi 100juta orang.

Masih soal arsitektur, tak hanya Rotterdam, Utrecht pun memiliki seorang arsitek ternama yaitu Gerrit Rietveld. Dia merupakan pendiri Rietveld Schröder House. Gedung tersebut bahkan telah diakui UNESCO sebagai gedung paling berpengaruh di awal masa modern. 
Rietveld Schröder House di Utrecht. UNESCO mengakui gedung ini sebagai ikon Pergerakan Modern di dunia Arsitektur karena bentuk bangunannya yang terbuka dan bersifat dinamis. (gambar dari sini)

Pencampuran periode arsitektural yang berbeda pada bangunan di Belanda juga nampak di Amsterdam dan Maastricht. Suasana kota Amsterdam yang menampakkan bangunan bersejarah dengan bangunan khas kota metropolis yang modern. Bahkan ada lagi istilah floating architecture di Amsterdam. Ratusan rumah disini dibangun mengapung dan dirancang dengan konsep futuristik dan memanjakan mata anda karena pemandangan kanalnya yang indah.

Konsep rumah dengan Floating Architecture. (gambar dari sini)
Berawal dari keadaannya struktur alamnya yang dikelilingi air, dan tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi, masyarakat Belanda akhirnya menemukan cara untuk bisa mengelola negaranya. Akibat keterbatasan itulah akhirnya Belanda tumbuh menjadi negara yang indah dipandang dengan gedung- gedungnya yang rapi tertata. Selain itu, nilai fungsional, historis, dan estetisnya tetap menjadi unsur padu yang terjaga dengan tetap memperhatikan konsep sustainable living condition. Belanda kini telah menyebarkan ciri khas arsitekturalnya ke seluruh dunia dengan menjadi pionir dalam bidang arsitektur dunia.

-Hanna Suryadika-
Referensi:





Dutch and The It ‘Friend And Foe Alike’

Belanda adalah negara pelopor dalam hal pengelolaan air. Bahkan bisa dibilang, Belanda menjadi yang terbaik dalam hal ini. Bagaimana bisa? Mari kita simak.

Air merupakan sumber daya yang amat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Tiada yang dapat menyangkal betapa pentingnya air dalam kehidupan kita. Namun ternyata, air tak selamanya bisa menjadi sumber kehidupan kita. Bila kita tak dapat mengontrolnya, air dapat menjadi sumber malapetaka.

Belanda kemudian menjadi negara yang hebat justru karena kedekatannya dengan air. Sesuai dengan topografinya, Belanda memang negara yang ‘tergenang air’ karena dua pertiga wilayahnya di bawah permukaan laut. Awalnya, mereka berusaha mati- matian untuk menghindari banjir dan aliran air yang besar di wilayahnya. Belanda menjaga tanahnya tetap kering karena wilayah- wilayah yang rawan tergenang air banjir ini dihuni oleh sekitar 11 juta orang. Selain itu, produk domestik kotor Belanda sekitar 20 persennya justru dihasilkan di wilayah rawan genangan air.

The Floating Dutchman. Salah satu bus terunik di duniayang digunakan untuk tur dari bandara Schiphol hingga pusat kota Amsterdam.  Dengan bus apung ini kita bisa berkeliling melihat kanal dan kota Amsterdam.  (gambar dari sini)
Bentuk topografinya yang unik, mampu menjadikan Belanda sebagai ahli dan juga sang perintis dunia dalam hal tata kelola air. Mulai dari sistem perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan bendungan, tanggul, gelombang hambatan, hingga struktur pengendalian banjir. Rumah- rumah apung yang dibangun di sepanjang kanal pun sebagai bukti adaptasi Belanda yang paling terlihat.
Kebanyakan kota-kota di Belanda berdiri di sekitar kanal-kanal. Salah satunya kanal seperti di Amsterdam ini. (gambar diambil disini)

Lihatlah bagaimana ajaibnya jalan keluar yang diciptakan orang Belanda untuk mengakali air- air yang mengelilingi daratan negeri mereka. Belanda menyatakan bahwa mereka sudah terbiasa dan justru menyukai hidup ‘berdampingan’ dengan air karena air juga merupakan salah satu sumber hidup. Meski demikian, mereka juga sadar bahwa air juga harus diwaspadai. Karena hal itulah, akhirnya muncul sistem tata kelola air kelas dunia yang dijalankan oleh pemerintah Belanda. Proyek tersebut dinamai The Delta.
Salah satu gambar palang pencegah badai dalam  proyek The Delta (gambar diambil dari sini)

Apa sih The Delta itu? The Delta merupakan proyek penanggulangan banjir terbesar di dunia. Proyek The Delta ini diprakarsai sejak adanya banjir besar yang menggenangi sebagian wilayah Belanda pada 1953. The Delta dibangun untuk melindungi Belanda dengan kekuatan penuh dari serangan banjir. Pelindungan yang dibangun berupa tanggul, ‘gerbang besar’, dan bendungan. The Delta adalah sebuah proyek meliputi sistem pengelolaan air, perlindungan dari banjir, mereklamasi lahan dan usaha hidrolik pada tanah, konservasi lingkungan, serta penataan ruang dengan memperhatikan kondisi air. 

Gambar penghalang gelombang Oosterschelde. (gambar diambil disini)

Dari proyek The Delta tersebut jelas bahwa pemerintah Belanda berupaya untuk memanfaatkan kondisi alam mereka seefektif mungkin, sehingga segala kemungkinan bencana bisa terhindar. Mereka terus merancang sebuah infrastruktur sehingga dapat berinovasi seiring berjalannya waktu. Sumber daya alam mereka terutama air pun dapat diinvestasikan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

Tanahnya yang datar dan bahkan berada di bawah permukaan laut, Belanda mampu menjadi yang terdepan dalam inovasi. Air yang awalnya menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup mereka, akhirnya mampu diatasi dengan adaptasi pada bentuk pemukiman penduduknya yang dibuat terapung, dan dengan dibangunnya bendungan. Belanda yang telah sukses menjadi perintis dalam hal pengelolaan air, serta berhasil mengubah bencana menjadi kawan.

Menj(el)ajah Belanda dengan Sepeda

Lima tahun terakhir di Indonesia, sepeda nampaknya telah menjadi kendaraan hemat anti polusi yang sedang tren. Setiap ada pelaksanaan Car Free Day di berbagai kota, ratusan sepeda turun ke jalan ikut meramaikan acara rutin mingguan tersebut. Kegiatan hidup sehat dengan bike to work pun mulai ramai dilakukan mengingat minimnya efek polusi dari sepeda. Sementara itu, di Belanda bersepeda bahkan telah menjadi gaya hidup sejak tahun 1970an. Orang Belanda dan sepeda adalah dua hal yang tak terpisahkan. Belanda juga punya reputasi yang baik soal bersepeda, hingga kini telah menjadi tren luas di seluruh dunia.

The Dutch are born on their bikes! Bersepeda merupakan salah satu kegiatan favorit orang Belanda. Bagi mereka, sepeda tak hanya sekedar alat transportasi tapi juga merupakan bagian dari hidup mereka. Belanda punya kultur bersepeda yang populer, sebanyak 27 persen masyarakat Belanda terbiasa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi mereka. Jumlah tersebut merupakan angka yang terbesar dibandingkan dengan negara- negara lainnya.

Deretan sepeda- sepeda di tempat parkir khusus sepeda. (gambar dari sini)

Beberapa negara bahkan sering meminta saran kepada Belanda saat akan membuat regulasi di negara mereka sendiri. Bagi orang Belanda, dengan bersepeda maka setidaknya mereka telah turut berkontribusi dalam kebersihan, bergaya hidup sehat, dan menjadikan sistem transportasi lebih efisien.

Melihat tren bersepeda di negaranya, pemerintah Belanda pun sigap menyikapinya. Mereka mulai membangun jalur- jalur sepeda, tempat parkir, hingga peraturan lalu lintas bagi pengendara sepeda. Di Belanda, kemanapun anda pergi, anda akan menemukan sepeda dan juga fasilitas jalan lainnya bagi pesepeda.

Rambu- rambu khusus pesepeda di Belanda. Rambu ini juga menujukkan arah
dan jarak ke kota terdekat (gambar dari sini)
Dibandingkan dengan kendaraan pribadi lainnya, sepeda memang membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mengoperasikannya. Namun justru dengan bersepedalah anda bisa mencapai tujuan lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan menggunakan mobil atau tranportasi umum lainnya. Banyak alasan yang membuat Belanda menjadi negara yang paling nyaman untuk dijelajahi dengan sepeda. Kondisi alam Belanda yang cenderung datar membuat negara ini menjadi nyaman untuk dijelajahi dengan sepeda. Selain itu, jalur sepeda yang dibangun sepanjang 20 ribu kilometer yang disertai oleh rambu- rambu jalan khusus pesepeda semakin mengukuhkan Belanda sebagai negara pelopor bicycling trend di dunia.

Dari satu tempat ke tempat lainnya di Belanda, amatlah menarik untuk dikunjungi dengan bersepeda. Iklim Belanda yang sejuk turut menunjang wisata dengan sepeda. Di beberapa sudut kota Belanda, seperti di Amsterdam, anda akan menemukan banyak rental sepeda. Menikmati keindahan kota- kota besar di Belanda akan terasa menyenangkan dengan bersepeda. Biasanya rental sepeda akan selalu ada di pusat- pusat kota Belanda.


Salah satu rental sepeda yang ada di Amsterdam. Biasanya kebanyakan sepeda di Amsterdam
adalah sepeda bermodel kuno atau dengan sistem back-pedal brake .(gambar diambil disini)
Jangan khawatir tersesat jika anda berwisata dengan sepeda di Belanda. Rambu- rambu di jalur sepeda selalu menuntun anda, bahkan anda bisa bersepeda hingga ke kota- kota terdekat lainnya. Tanda lalu lintas bagi pesepeda di Belanda juga dirancang dengan rambu lalu lintas dan jalur berwarna merah dengan tulisan putih sehingga mudah dikenali oleh masyarakat maupun turis yang hendak bersepeda.
So, let’s ride the bike and get lost in Holland!

Jalur merah merupakan jalur bagi khusus bagi pengendara sepeda. (gambar dari sini)



ditulis oleh: Hanna Suryadika

Referensi:

Sunday, April 21, 2013

Kartini dan Ibu Masa Kini

21 April 2013.

Hari ini bertepatan dengan peringatan hari Kartini. Pagi- pagi saya tertarik dengan timeline yang mulai berseliweran membahas hari Kartini. Saya agak terpancing untuk berdiskusi ketika muncul tweet dari @ichiiii: Heran sama anak muda terutama perempuan yg cita-citanya habis lulus kuliah itu nikah dan dirumah. Terus kuliah buat apaan?Dpt gelar doang?:|

Terus saya jawab: utk mendidik anak2nya nanti dgn kepandaiannya. Generasi selanjutnya selalu butuh ibu2 pintar.

Sebenarnya memang saya juga tidak terlalu setuju dengan keputusan- keputusan yang diambil para wanita untuk tidak berkarya dalam dunia kerja. Bagi saya, ketika seorang wanita memutuskan untuk tidak bekerja dengan alasan ingin menjadi seorang istri atau ibu rumah tangga yang baik, di satu sisi mereka lupa bahwa di belakang pendidikan mereka bertahun- tahun lalu ada orang tua yang berjuang keras untuk menyekolahkan anaknya.

Sunday, April 14, 2013

Hujan Punya Cerita dan Mimpi Berlari

Hari ini hujan turun.
Saat itu kita sedang bercerita tentang mimpi.
Atau bahkan hanya sekedar percakapan sederhana namun tak sepele yang selalu kurindu.
"Kota mana yang menjadi kota kenanganmu?"
"Tentulah kota ini, kau tahu kenapa?" Kugelengkan kepalaku perlahan.
"Disini kita bertemu" ujarmu seraya membuang pandang ke tepi pantai.
Kujawab senyum simpul.
Sederhana tapi begitulah cinta.

Rintik hujan turun.
Gerimis tipis, demikian saya menyebutnya.
Kita belum juga beranjak.
Setetes air membasahi keningku, perlahan ribuan tetesnya membasahi helai rambutku.
Namun rupanya perihal mimpi dan asa masih asyik kita bahas.
Kau punya mimpi ini, sementara saya ingin hal lainnya.
Selalu kita punya sejuta harap akan hari esok.
Picture has taken from this site