Tuesday, December 24, 2013

Pergi, Pindah, dan Pulang

Pergi, pindah, lalu pulang.
Ketiganya adalah satu.
Semuanya terjadi dalam siklus hidup yang kita jalani.
Semua orang pernah merasakannya.

Pergi.
Kita telah melewati ribuan kali peristiwa kepergian ini.
Pergi adalah kegiatan dalam pencarian jati diri, dimanapun dan kapanpun.
Kau bisa  pergi kemanapun yang kau suka.
Setiap tempat, awalnya memmang terlihat sebagai sebuah tujuan pergi yang enak.
Tapi kemudian kita tahu, tidak semuanya begitu.

Pindah.
Pindah adalah proses. Proses antara pergi dan pulang.
Pindah itu sebuah ritual sakral.
Pindah adalah waktu untuk menemukan kembali jati diri yang sesungguhnya.
Pindah akan dilakoni oleh setiap orang yang telah bepergian.
Kemana tujuanmu?
Pindah itu sebuah proses hidup yang memerlukan kemantapan.
Kemantapan hati untuk meyakinkann diri bahwa sudah saatnya pindah.
Kemantapan untuk menetapkan tujuan.
Kemantapan untuk melangkah lebih jauh, di luar apa yang pernah kita pikirkan sebelumnya.
Pindah itu adalah sebuah jawaban dari tantangan hidup.
Pindah juga merupakan pertaruhan manakala kau memutuskan pindah meski tak tahu apa yang kan terjadi di sana.
Pergi bisa kemana saja, tapi tidak dengan pindah. Kau sudah harus menetapkan tujuanmu sebelum melangkah pindah.

Pulang.
Akhirnya sejauh apapun kita melangkah, kau akan kembali.
Kembali ke tempatmu di awalnya, pulang ke asal.
Karena kemanapun kau melangkah, hanya tempatmu pulanglah yang akan selalu menerumamu
Pulang, kembali ke asal.

Pergi- pindah-pulang.
Sudah sejauh apa perjalananmu?


-hanna siahan-

No comments:

Post a Comment