Saturday, November 2, 2013

Hidup Itu Memang Pilihan

Bener banget seperti kata orang- orang:
"Hidup itu pilihan..."
Hidup itu memang betul tepat seperti kata mereka, pun demikian kataku.

Hidup itu pilihan, mau langsung makan saat lapar atau malah nge tweet.
Mau pilih kuliah komunikasi atau psikologi yang sesuai passion atau akuntansi aja sekalian biar lapangan kerjanya luas.
Hidup itu pilihan, antara mau berkarya atau menjalani hidup apa adanya.
Mau pengen coba- coba banyak hal atau "yah yang penting cukup tau, aja..."
Pilihan juga antara mau meneruskan kuliah atau mau kerja dulu.
Mau makan nasi padang atau mau ayam goreng, pilihan paling sulit kalau jam makan siang tiba. Tapi, nasi padang memang tak pernah salah.

Buat sarapan, kadang ada pilihan mau bubur ayam, soto atau nasi goreng?
Atau, mau smartphone, atau beli tab tapi dengan handphone konvensional. Atau malah, punya ketiganya kalau memang mampu beli semua.

Pilihan itu kadang muncul diantara mau beli barang murah tapi cepet rusak atau barang mahal banget tapi awet tahunan.
Terkadang juga disuruh milih menyelamatkan temen atau menyelamatkan diri sendiri tapi persahabatan hancur.
Pilihan juga ada saat kamu mau tidur lagi apa mau nonton seharian saat hari libur.
Mau ngemil roti atau keripik yang paling ngga bikin gendut, itu juga bisa jadi pilihan yang rumit.

Antara mau main ke Jogja atau Semarang, keduanya dekat tapi bikin ragu, seperti memilih mau liburan ke Bali apa Lombok ya...
Bagi wanita, pilihan terkadang lebih sulit.
Hari ini mau pakai lipstik yang pink atau warna nude? Entah.
Mau pakai wedges atau flat shoes? Rumit.
Mau pakai rok atau dress? Atau mau kulot?
Bagusnya motif houndstooth, stripes, floral, atau chessboard ya? Nge trend nya itu sih...
Nikah dulu atau meniti karir dulu ya? Ini pemikiran yang selanjutnya.
Mau beli barang di luar negeri tapi murah atau mending beli di sini tapi mahal banget ya?

Martabak cokelat yang murah atau martabak keju yang mahal tapi nikmat? ah dua-duanya sama enaknya tapi nggak suka kalo martabak coklat-keju.
Mau tetap makan tengah malem atau segera tidur dengan perut lapar? Ini pilihan yang bikin rewel dan ga sabar.

Jadi, dalam hidup kamu harus mempersiapkan banyak jawaban, pun demikian pilihan dari setiap pertanyaan.
Kalau sudah mentok, pasti masih ada pilihan, untuk menyerah pun itu masuk salah satu opsinya.
Mau bertahan atau menyerah? Pilihanmu semuanya.
Sudah tau, mau pilih yang mana?
Hidup itu ya memang sebuah pilihan :)

-hanna siahaan-
solo, 2 november

No comments:

Post a Comment