Saturday, February 2, 2013

Semoga Besok Masih Ada

Tanah Rantauku, 1 Februari 2013

Selamat malam ibu.
Ibu, besok anakmu pulang dari tanah rantau, setelah sekian lama kita tak bersua.
Rindukah ibu dengar celotehan- celotehanku setiap hari?
Banyak cerita yang ingin kusampaikan.

Termasuk kisah soal studiku yang sudah memasuki gerbang akhir, tapi skripsi masih menantiku untuk disegerakan.
Ibu, pendapatmu begitu kubutuhkan, saranmu dan juga semangatmu kuyakin bisa memicu semangatku untuk segera menyelesaikan skripsi.
Janji deh, kapan- kapan kalau hendak mampir ke tanah rantau ku, itu adalah karena hari wisudaku.

Bu, besok mau masak apa?
Saya rindu semua masakanmu, disini tak ada yang serupa dan senikmat buatan tanganmu.
Ah ya besok kalau sudah dirumah, aku ingin tidur dengan ibu, kita akan kembali bercerita sampai larut malam tentang ini dan itu.
Demikian lah bu, surat ini kutuliskan.
Tak usahlah ibu repot, tunggu saja saya dirumah, dengan masakan kesukaanku dan rentangan tanganmu yang lebar yang siap menantiku untuk kau dekap.

Salam,

Ananda di tanah rantau.

No comments:

Post a Comment