Sunday, January 20, 2013

Surat Untuk Kawan Disana

Solo, 19 Januari 2013

Malam semakin larut.
Saya terjebak dalam ruang labirin yang kuciptakan sendiri.
Rumit. Saya tak dapat keluar kemana- mana.
Surat ini kutuliskan kepada kamu, seorang kawan lama yang kini tak dapat kutemui lagi bagaimana rupanya.

Rasanya malam ini saya ingin bertemu denganmu.
Menceritakan banyak hal yang sudah kau lewatkan.
Mungkin semuanya telah berubah, semuanya telah berubah.
Tapi lama saya duduk disini, menanti kau akan datang kembali di sisiku.
Bertahun sudah tak kujumpai beritamu namun kau masih tetap bertahan disana.
Kau harus tahu, dunia telah banyak berubah. Banyak hal yang akan membuatmu terasing disini.

Mungkin kau akan selalu menyimpan kenangan tentang masa kanak- kanak kita dulu.
Coba kau ingat kembali, mana kala ragamu tak dapat menemuiku.
Bayangkan, mataku tak akan pernah lepas darimu saat kau bercerita seru tentang harimu.
Gerakmu yang lincah akan selalu diikuti gerakan dan anggukan kepalaku.
Ingat kan betapa kau antusias dan semangatnya jika bercerita?

Jadi, kapan kamu mau pulang ke rumah?
Semua sudah menunggumu.
Setelah sekian lama, mungkin kamu ketinggalan berita banyak soal negara ini.
Cepat kembali ya. Semua teman lama kita menunggu tak sabar kehadiranmu kembali.
Cepat sembuh ya.

Ps: Oiya kabarnya ada seorang dokter muda yang jenius yang dapat menyembuhkanmu disini. Maka, segeralah kembali ke ibu pertiwi.

Saya selalu merindukan riang tawamu yang dulu.
Setidaknya, bukalah matamu, agar selang- selang itu tak lagi menyakiti ringkihnya tubuhmu disana.

Salam,
Seorang kawanmu.

No comments:

Post a Comment