Kau yang Tak Tahu

Bogor, 2 Juni 2010

Bagaimana kabarmu disana?
Sudah cukup menikmati liburan panjang mu kah?
Tidakkah kau bosan disana, sepanjang hari hanya kau habiskan dengan bermalas-malasan tanpa tujuan arah yang jelas.

Mungkin kamu tak tahu..
Tapi tulisan yang kau ciptakan selama ini merupakan candu baru bagiku.
Apa yang kau hasilkan dan tuangkan dalam baris dan bait itu merupakan makanan keseharianku.
Tak pernah begitu sabarnya kududuk termenung sepanjang ahri hanya untuk menunggu karyamu.
Duduk, diam, mencermati layar di depanku, kemudian mengetukkan kuku-kuku jariku ke atas meja, berulang- ulang.
Dan kemudian tersenyum lebar saat kulihat perlahan mulai muncul baris -baris kesukaanku dengan nada yang amat khas.
Kalimatmu yang indah, bersuara, seakan berbisik lembut di telingaku menceritakan suatu kisah yang kau alami dari masa lalumu.
Panjang, seakan tiada akhir, kau mulai munculkan konflik disana namun tetap menjaga ritme nya yang indah dan bersusun rapi.
Demikian indah hari- hariku setiap harinya. Hanya menunggu cemas dan rasa butuh akan serangkaian tulisan- tulisan terbarumu untuk selalu mendapatkan asupan tenaga baru.

Tapi, kini...
Kau hentikan semua kebiasanmu yang mendarah daging itu.
Satu hari, kau mulai berhenti, kupikir kau hanya perlu mengistirahatkan pikiran sejenak. Satu har menjadi satu minggu, berlanjut hingga waktu ke waktu dan terus begitu.
Kulihat tulisanmu tak bertambah, layar itu kosong.
Kau pergi, mungkin berlibur pikirku. Tapi layar itu tetap kosong.
Canduku habis. Mungkin hampir sekarat jika dapat kugambarkan akan kondisiku. Bayangkan, penuh hari- hariku dulu dengan cerita- cerita indahmu bak dongeng klasik, tapi kini kau hilang beserta dengan kalimat- kalimat kesukaanku.

Jadi, kapan pulang?
Cepat kembali. Kau nampaknya sudah terlalu lama berlibur.
Kau takkan pernah tahu betapa ada orang yang hampir mati karena nyawanya kau bawa separuh dalam tulisan- tulisanmu. Kembalilah menulis, saya rindu bisa bernafas bebas tanpa ada beban yang menekan.
Kembalikan canduku sesegera kau kembali berkarya.

Salam,
Seorang yang menghirup udara dalam fana tulisanmu.

Comments

Popular