Tuesday, December 24, 2013

Pergi, Pindah, dan Pulang

Pergi, pindah, lalu pulang.
Ketiganya adalah satu.
Semuanya terjadi dalam siklus hidup yang kita jalani.
Semua orang pernah merasakannya.

Pergi.
Kita telah melewati ribuan kali peristiwa kepergian ini.
Pergi adalah kegiatan dalam pencarian jati diri, dimanapun dan kapanpun.
Kau bisa  pergi kemanapun yang kau suka.
Setiap tempat, awalnya memmang terlihat sebagai sebuah tujuan pergi yang enak.
Tapi kemudian kita tahu, tidak semuanya begitu.

Sunday, December 22, 2013

Cerita Cinta yang (p)Indah

Ini cerita tentang kisah cinta indah yang ingin pindah.

Awalnya tak ada yang salah dengan semua yang terjadi.
Semua orang menginginkan wujud dan rupa kedua mempelai.
Sang wanita itu lembut dan lemah gemulai.
Sementara si lelaki supel dan itikad baiknya selalu di hati.

Kedua anak manusia itu bersatu.
Berubah rupa menjadi wujud idaman semua orang.
Keduanya saling melengkapi, selalu bersama dalam tiap waktu.
Kemanapun mereka melangkah, kami melihatnya selalu riang.

Suatu hari yang tak berbeda bagi kami, masih di salah satu hari di musim kemarau.
Sang wanita datang ke warung kopi kami, bercerita dengan lirih dan parau.
Ia mulai membeberkan kisah kasihnya yang kacau.

Ia, katanya, memang selalu bahagia di awal jumpanya.
Demikian pun sang lelaki, mereka mengaku tak kekurangan suatu pun, meski tak berpunya.
Berdua, hanya berdua lah mereka yakin bisa meraih bahagia di dunia.
Maka, bertapalah mereka, mencari makna hidupnya.

Sepulang dari perjalanan itu, mereka hening, diam dan kering.
Mereka sunyi, memandang pantulan diri masing-masing.
Mereka berkaca pada air yang bening.
Menemukan banyak tanda tanya dalam parut di kening.
Si lelaki membuka bicara, memecahkan hening.
"Ternyata bahagia pun tak cukup" ujarnya sembari meremas kepalanya yang tak pening.
"Aku belum menemukan makna hidupku denganmu" lanjutnya, si wanita hanya diam sesekali mengerling.

Dan begitulah berakhir kisah mereka.
Sang wanita mengizinkan lelakinya pergi mengembara.
Sementara ia masih sendiri merana.
Ia selalu ingat kata-kata terakhir lelakinya:
"Kisah kita indah, tapi aku ingin pindah"
"Indah saja tak cukup, apalagi hanya di tempat yang sama"
"Biarkan aku saja yang pindah, sementara kau disini bertahan"
"Kan kutemui kasih yang baru, yang siap kuajak pindah kemana pun"

Wanita itu pun kini menghilang tak tahu dimana rimbanya.
Terakhir kutemui ia di batas kota.
Ia mengemas seluruh serpihan hatinya.
Membawa segala rupa kenangannya yang lalu.
Saat kutanya tujuannya, ia jawab mantap: "Aku ingin pindah"


-hanna siahaan-

Saturday, December 21, 2013

Pindah dan Perkara Kesiapan

Pindah itu perkara kesiapan.

Siap bergerak ke tempat lain, melepaskan kaki dari tempat berpijak saat ini.
Siap berkemas, membawa kenangan yang tertinggal. Siap menahan sakit, menahan rasa yang tersisa, yang maasih belum rela untuk ditanggalkan.
Siap beradaptasi, meski belum tahu medan apa yang kan dihadapi di depan.

Friday, December 20, 2013

Kapan Pindah?

Ayah, kapan kita pindah?
Sebentar ya sayang, ngga lama lagi kok.
Aku sudah bosan dan tak betah disini, Yah. Aku mau buru-buru pindah.

Sejak kecil saya tahu kalau ayahku sulit menjawab pertanyaanku soal 'kapan pindah'.
Ia selalu bilang 'sebentar ya. Pindah itu kan bukan hal mudah'.
Saat itu saya tak mengerti bagian mana yang tak mudah.
Pindah, dari sejak kecil, selalu menjadi satu-satunya cara bagiku untuk keluar dari satu permasalahan.
Tak punya teman, punya banyak musuh, tak suka dengan guru, tak ada tempat bermain, semuanya selalu kujadikan alasan untuk merengek minta pindah pada Ayah.

Thursday, December 19, 2013

Culinary Feature: Wedangan Solo



Halo teman- teman..
Ini project video pertama saya bersama Terasolo crew.
Setelah sebelumnya project video semata dilakukan karena tugas kuliah, nah kali ini bener- bener hasil menggodok ide.
Silahkan ditonton, semoga menghibur dan memberikan manfaat.
Saya tunggu sarannya.

Salam,
HS

Pindah yang Pertama

dear dy,
hari ini kuputuskan untuk bercerita sepenuhnya kepadamu soal masalah ini.

entah sejak kapan kuputuskan untuk menentukan jalan hidupku sendiri. yang kutahu, sudah sejak lama kuucapkan padamu. masih kuingat kalimatku waktu itu: "pokoknya aku nggak bisa lagi ada disini. semuanya tak boleh lagi sama, semuanya harus berubah".

Tuesday, November 5, 2013

Yang Tidak Didapatkan dari Bangku Kuliah

Ada banyak hal yang tidak kamu dapatkan dari bangku kuliahan.
Di luar sana, banyak pelajaran yang tidak akan kamu peroleh dari bangku kuliah, wahai mahasiswa.
Di tingkat amat akhir ini, sebagai seorang mahasiswa yang akan sesegera mungkin melepas status kemahasiswaan ini, saya flashback ke masa 4 tahun lalu dimana saya masih baru menapaki dunia kuliah.
Awalnya, sebagai seorang anak rantau, jauh dari rumah dan keluarga tentu bukanlah hal yang mudah buat saya. Saya sendiri berasal dari Jakarta dan berkuliah di kota Solo.

Solo sendiri berjarak 1 jam perjalanan jika ditempuh dengan pesawat terbang, atau kurang lebih 8-12 jam jika ditempuh jalur darat. Jarak yang tidak bisa dibilang dekat meski masih tergolong sama- sama di wilayah Indonesia barat dan satu Pulau Jawa.

Sebagai anak komunikasi, awalnya saya cuma mikir, komunikasi itu bukan dunia saya. “Ah komunikasi itu cuma jurusan buat orang- orang yang bisa ngomong, saya mah ngga bisa” ngelesnya saya gitu pas masih SMA.

Setelah ngerasain jadi anak komunikasi, bakal tau deh 1 hal :


Saturday, November 2, 2013

Hidup Itu Memang Pilihan

Bener banget seperti kata orang- orang:
"Hidup itu pilihan..."
Hidup itu memang betul tepat seperti kata mereka, pun demikian kataku.

Hidup itu pilihan, mau langsung makan saat lapar atau malah nge tweet.
Mau pilih kuliah komunikasi atau psikologi yang sesuai passion atau akuntansi aja sekalian biar lapangan kerjanya luas.
Hidup itu pilihan, antara mau berkarya atau menjalani hidup apa adanya.
Mau pengen coba- coba banyak hal atau "yah yang penting cukup tau, aja..."
Pilihan juga antara mau meneruskan kuliah atau mau kerja dulu.
Mau makan nasi padang atau mau ayam goreng, pilihan paling sulit kalau jam makan siang tiba. Tapi, nasi padang memang tak pernah salah.

Buat sarapan, kadang ada pilihan mau bubur ayam, soto atau nasi goreng?
Atau, mau smartphone, atau beli tab tapi dengan handphone konvensional. Atau malah, punya ketiganya kalau memang mampu beli semua.

Friday, November 1, 2013

Kalah dalam Pertandingan Waktu

Mungkin waktu adalah ujian,
Bagi yang menunggu dalam penantian.

Yang tak dapat bertahan,
Akan lepas dan lari dari jeratan
Namun siapa yang mampu
Ia takkan hilang dalam semu.

Ada yang lebur dalam perjuangannya
Mereka hanya merasa tak yakin rupanya

Hanya sedikit yang terus bertahta
Menghabiskan tantangan dalam tanya
Hingga akhirnya mereka puas tertawa

Tik tok tik tok tik
Dengarkan ia!
Deru sang lelaki tua
Ia acungkan telunjuknya yang lentik
Ia tunjuk si pengukur detik

Tuesday, October 29, 2013

Telaga Bening dalam Jiwamu

Kutemui dirinya waktu itu, masih diam rupanya.
Kuguncang bahunya, ia bergeming.
Tatapannya kosong, rupanya jiwanya sedang tak disana.
Lantas di tanah di sebelahnya kurebahkan diriku.
Kupandang birunya langit diatasku, kulayangkan pikiranku.
Nafasmu berat, kadang terengah, memburu.
Tapi kau tak mengalihkan pandangan ke arahku.
Kubiarkan saja bahumu itu terguncang- guncang kecil selama tak ada tangismu.
Kulempar desahan nafas panjang ke udara di sekitarku.
Kalau kau dengar, itu bukti rasa bosanku pada pikiranmu.
Katanya pada diriku: kenapa tak kau buang beban pikiranmu pada luasnya udara di sekelilingmu?
Kau bisa sibuk bercerita pada udara melalui nafasmu yang berdengus, bisa pula menumpahkan pikiranmu pada awan di langit dalam renunganmu siang ini.

Entah apa yang kau pikirkan.
Tapi rupanya ini bukan sekali- kalinya kau hanya diam, pergi ke tanah lapang ini.
Rumput itu buktinya, sudah menjejak bekas kaki mungilmu disana.
Tanah disampingmu, malah sering kau tarik rumputnya, hingga enggan ia tumbuh di bagian itu.
Dan kesekian kalinya pula kau hanya menumpahkan pikiranmu pada dirimu sendiri.
Kau kembali memburu nafasmu, berat rimanya, tak nikmat didengar.
Matamu melayang, jauh kau lempar ke hamparan rumput hijau disana.

Hingga hari ini, terhitung sudah puluhan kali kudampingi lamunanmu di tengah tanah ini.
Rupanya kau masih tak mau membuka bicara.
Kau katupkan bibir mungilmu, kau simpan rapat- rapat keluh hatimu dariku.
Di tempat yang sama untuk ke-63 harinya.
Orang di desa ini bahkan selalu memperhatikanmu dari kejauhan.
Kata mereka, kau tak dikenalnya dengan baik, jadi mereka biarkan kau menyendiri di tanah seluas ini.

Dan disinilah kau duduk, menanti kembalinya indukmu dari pencariannya akan penghidupan.

Mari kuberitahukan padamu, nak.
Dia takkan kembali, meski amat besar kasihnya padamu.
Ia lupa jalan pulang, lika- liku kota rupanya telah membuat pikirannya bertambah rumit.
Kemarin lusa, kudengar ia dipukuli orang- orang disana, sampai hampir habis nafasnya.

Kuakhiri narasi singkatku, kembali kutinggalkan dirimu.
Kali ni kau tak sendiri, kulihat beningnya air yang mengalir dari kedua ujung matamu, malah semakin deras tiap kulangkahkan kakiku.
Menjauh darimu....

Monday, September 30, 2013

Tidak Berhenti di Kamu

Roda kehidupan terus berjalan, semoga tidak berhenti di kamu.
Saya lelah menahan genangan air mata.
Tak mampu lagi untuk beradu mata.
Kurasa takkan ada daya bahkan sekedar untuk pura- pura menganggapmu tak ada.

Kuputuskan terus melangkah, semoga tidak berhenti di kamu.
Entah sampai kapan kau terus mengikat langkahku.
Kau tak pernah mencoba mengendurkan kekangmu dengan iming imajinasi lampau.
Dan kuyakin kau akan terus melemparkan cerita indah tentang dulu.

Friday, July 5, 2013

Pensiunan VISI

21-23 Juli 2013

Akhirnya setelah 13 bulan masa kepengurusan, saya dan teman- teman lainnya dinyatakan demisioner! Bebas tugas, tanggung jawab dan segala proker dari kerja bidang kami masing- masing.

Tidak mudah memang menjalankan roda keorganisasian. Apalagi yang kami jalankan adalah organisasi pers mahasiswa. Saya mulai bergabung di LPM VISI kurang lebih 4 tahun lalu, di tahun awal saya menjadi mahasiswa baru. Selama setahun dididik banyak hal dengan status seorang anggota, bukanlah hal yang mudah dan menyenangkan bagi saya, awalnya gitu. Ngga heran, mulai dari mendaftar di lembaga pers mahasiswa ini, saya sudah dihadapkan pada bermacam- macam seleksi anggota dan juga komitmen.

Selanjutnya, di tahun pertama saya menjalankan tugas sebagai seorang anggota, saya masih banyak absen dateng ke sekre. Ya jelas, soalnya VISI dulu hampir setiap hari ada aja rapatnya, dan setiap rapatnya itu bisa diskusi alot lamaa sekali. Siapapun itu, apalagi masih asing dengan orang- orangnya pastilah ngga betah, demikian pula halnya dengan saya. Tapi kemudian saya bertemu titik balik, yang mengharuskan saya belajar banyak. Musyawarah Besar Istimewa, itu nama forum khususnya. Dari situ titik balik saya mulai aktif lagi ikut kegiatan di VISI, disitu saya mulai mampir ke sekre kalau kuliah kosong atau lagi jam istirahat.

Wednesday, May 15, 2013

Lodji Gandrung; I Was There in A Time

I got a special moment when finally i can joined the ASEAN Blogger Festival, and i went to the residence of Solo's mayor, FX Hadi Rudyatmo. The mayor's residence also called Lodji Gandrung. It is located in the central of Solo City, in Jalan Slamet Riyadi. You can find it on your right side.

And because this is my first experience to go there, i choose to wear Batik, as the cultural heritage of Indonesia, especially Java. Then the time's come. All of the blogger participants are invited to come to Lodji Gandrung for the Welcoming Dinner by the Mayor of Solo. Ah ya, this is my first time to see Mr. Rudy as the Mayor of Solo. In the last time he was a vice Mayor, and the Mayor was Mr. Joko Widodo whom is now a Governor of Jakarta.

Tuesday, May 14, 2013

What They Dont Talk About When They Talk About Love


Hari ini saya merasa beruntung jadi satu diantara sedikit orang Solo yang berkesempatan menonton film ini. Muncul perdana di Solo baru pada 11 Mei lalu dan kali ini saya berkesempatan menontonnya di XXI Solo Square hanya dengan belasan orang lainnya. Sehari sebelumnya, film ini sudah mendapatkan 'jatah' tayang sebanyak dua kali pemutaran, namun sayangnya di hari ini hanya mendapatkan satu kali pemutara di jam 13.15, entah alasannya kenapa, tapi tebakan saya karena memang tak banyak orang yang menyaksikan film yang menjadi Official Selection Film di Sundance Film Festival 2013 ini.

Film ini bercerita mengenai kehidupan Fitri (Ayushita) seorang tunanetra yang sehari- hari tinggal dan bersekolah di sebuah Sekolah Luar Biasa. Di SLB ini, Fitri berteman akrab dengan Diana (Karina Salim), seorang penderita low vision. Keduanya terlibat kisah cinta yang unik. Fitri terpaut hatinya pada seorang hantu dokter (Nicholas Saputra) yang ternyata samaran dari seorang preman tunarungu, sementara Diana menyukai teman sekelas mereka yang bernama Andhika (Anggun Priambodo) yang juga tunanetra.

Monday, May 13, 2013

2nd Day on ABFI 2013: Full of Fun!


Yeay! Hari kedua ASEAN Blogger Festival 2013 ini, dimulai jam 8 pagi dan masih di Kusuma Sahid Prince Hotel.
Agendanya sih hari kedua ini mau diajak City Tour keliling Solo dan juga hari ini ada kelas yang kita kudu milih dan daftar dulu nih untuk ikut kelasnya.
Akhirnya, setelah hari sebelumnya dulu- duluan buat daftar kelas, saya berhasil ikutan kelas yang saya suka: cooking class dan photoblogging!

8:30

Sesi pertama di hari kedua tentang sharing soal negara- negara di ASEAN. Ada pariwisata alam apa aja sih di negara ini, makanan khas nya apa, karakteristik alamnya gimana, pakaian tradisionalnya apa, dan lain- lain. Dan semua materi presentasi dari negara- negara ASEAN ini disampaikan oleh blogger asli asal negara tersebut.

Saturday, May 11, 2013

First Day of ASEAN Blogger Festival Indonesia 2013


1st day of ASEAN Blogger
Jumat, 10 Mei yang lalu, hoki banget rasanya saya bisa gabung di event ASEAN BLoger Festival Indonesia! Kali ini saya mewakili Akber Solo, dan diundang perwakilan komunitasnya sama mas Hendri.
Acara ABFI 2013 ini diadakan di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo! Ya seneng banget lah ya ABFI mampir ke Solo. Ngapain aja sih hari pertama nya? Nih kali ini saya ceritain ya

Sebenernya garis besar acaranya itu ya seminar gitu. Setelah sebelumnya pemberian kata sambutan yang dilanjut peresmian pembukaan acara ABFI 2013 ini. Maka dimulailah keseruan yang akan dilakukan oleh bloggers dari sleuruh Indonesia dan negara- ngeara ASEAN lainnya selama 3 hari ke depan!
Setelah itu coffee break tepat jam 10 pagi, lalu disusul sesi 1 dimulai.

Wednesday, May 8, 2013

INDUSTRI KREATIF PUNYA PROSPEK CERAH DI SOLORAYA


SOLO- Bisnis merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk melakuakn perputaran uang. Industri kreatif belakangan muncul sebagai salah satu opsi yang paling menjanjikan bagi mereka yang ingin berkecimpung di dunia bisnis. Menjalankan sebuah usaha bisnis tentu membutuhkan suatu usaha untuk menghasilkan sebuah produk. Ide yang kreatif diperlukan untuk dapat terus menciptakan inovasi.

Sebenarnya potensi industri kreatif masih begitu besar ntuk dapat digarap oleh pelaku bisnis Indonesia khususnya yang ada di kota Solo. Industri kreatif juga secara nyata dapat mengurangi angka pengangguran.

Mengutip dari situs resmi Kementerian Perindustrian Indonesia, Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Euis Saedah mengatakan bahwa industri kreatif adalah kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh ekonom dunia, Alvin Toffler. Dalam penelitiannya Alvin menuliskan bahwa peradaban perekonomian dunia akan terbagi ke dalam 4 jenis yaitu, ekonomi pertanian, ekonomi industri, ekonomi informasi, dan ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif sendiri hadir melalui berbagai macam industri kreatif yang hanya bermodalkan ide- ide kreatif dan inovasi baru.

Save Bengawan Solo: Selamatkan Warganya, Selamatkan Sungainya


Langit hitam mulai menggelayut di Kampung Sewu Beton, Solo. Namun beberapa warga masih terlihat asyik memancing tanpa menghiraukan debit air yang bercampur sampah dan limbah cair itu pun semakin deras. Sampah- sampah yang menumpuk di kali itu pun semakin berbaur dengan cairan berwarna coklat kehitaman sisa limbah pencucian batik. Dan beberapa lelaki yang asyik memancing itu pun juga tak merasa risih melihat pemandangan itu, mereka masih saja menunggui kail pancingannya termakan ikan. Sampah dan limbah yang menumpuk itu membuat aliran air sungai menjadi mampet. Namun warga sepertinya tak was-was sedikitpun, mungkin karena memang saat itu sungai belum terlalu tinggi airnya.


 
Rabu (21/03), beberapa warga Sewu memancing di pinggiran Sungai Bengawan Solo. Warna air yang hitam kecoklatan menandakan tingginya tingkat pencemaran air di Kelurahan Sewu. Seringkali saat musim hujan tiba, puluhan rumah warga terendam banjir. (Foto dan teks: Hanna Suryadika)

Padahal, menurut penuturan warga setempat, Priyanto (30), rumah- rumah yang ada di bantaran Bengawan Solo sudah pasti akan tergenang air bila hujan yang turun memang deras. “Kalau banjir tingginya bisa mencapai 10 meter dari sungai ini,” Namun warga sepertinya tak merasa terancam dengan pertanda alam yang gelap tersebut, mereka masih melakukan aktivitasnya masing-masing seakan tak khawatir banjir akan datang.

Tuesday, April 23, 2013

Belanda: Menjaga Hidup dengan Inovasi

Inovasi akan membawa perubahan pada segmen kehidupan sebuah masyarakat. Di Belanda, sistem pendidikannya memungkinkan semua orang untuk menghasilkan ide dan karya- karya yang segar. Semua orang bisa menghasilkan pembaharuan dan menjadi pionir mulai dari hal terkecil hingga hal paling kompleks sekalipun. Lantas, bagaimanakah orang Belanda membawa inovasi serta menjadi seorang perintis dalam kehidupannya?

Salah satu sektor unggulan di Belanda adalah seni arsitekturnya. Belanda merupakan negara dengan jumlah penduduk terpadat di Eropa dengan luas wilayah ‘hanya’ 41.000 km2. Oleh karena itu, masyarakat Belanda dihadapkan pada kondisi yang mengharuskan mereka untuk berkreasi serta menghasilkan inovasi agar bisa bertahan hidup dengan keadaan lingkungan mereka. Dalam hal infrastruktur dan wilayah untuk tempat tinggal, mereka diharuskan pandai- pandai memutar otak. 

Alhasil kini lihatlah kota- kota besar di Belanda. Banyak bangunan bersejarah berdampingan dalam ruang kota yang sama dengan gedung berarsitektur modern. Rotterdam misalnya, kota ini punya nama yang mahsyur soal arsitektur bangunannya. Tak heran jika kota yang juga bergelar The Architecture City ini juga memiliki Netherlands Architecture Institute (NAi). NAi merupakan salah satu kampus kiblat arsitektur dunia yang memiliki koleksi arsitektur terbesar dengan jumlah koleksi mencapai 35ribu buku. 

Netherlands Architecture Institute (NAi)

Di Rotterdam kita dapat melihat mulai dari gedung- gedung pencakar langit seperti The Maastoren, ada pula gereja kuno St. Laurenskerk, beberapa museum seni hingga The Cube House, yaitu rumah- rumah berbentuk kubus yang unik. Dengan memadukan konsep urban masa kini dan konsep historis sebuah bangunan, maka deretan bangunan di Rotterdam menunjukkan betapa Belanda telah selangkah lebih maju untuk memperhatikan estetika kota tanpa mengesampingkan fungsionalisasi ruang.

Bangunan- bangunan di Rotterdam. Searah jarum jam: The Maastoren, Cubes- House,
The World Museum, dan  gambar Rotterdam sebagian.


Rotterdam juga telah menghantarkan Belanda menjadi salah satu negara dagang yang paling berpengaruh di jaman modern. Dengan kondisi tanah yang lebih rendah dari permukaan lautnya, Belanda punya cara tersendiri. Di Rotterdam, ada sebuah pelabuhan besar yang merupakan The Gateway to the World. Lokasi pelabuhan ini merupakan tempat paling strategis untuk wilayah Eropa serta membuka jalur dagang bagi 100juta orang.

Masih soal arsitektur, tak hanya Rotterdam, Utrecht pun memiliki seorang arsitek ternama yaitu Gerrit Rietveld. Dia merupakan pendiri Rietveld Schröder House. Gedung tersebut bahkan telah diakui UNESCO sebagai gedung paling berpengaruh di awal masa modern. 
Rietveld Schröder House di Utrecht. UNESCO mengakui gedung ini sebagai ikon Pergerakan Modern di dunia Arsitektur karena bentuk bangunannya yang terbuka dan bersifat dinamis. (gambar dari sini)

Pencampuran periode arsitektural yang berbeda pada bangunan di Belanda juga nampak di Amsterdam dan Maastricht. Suasana kota Amsterdam yang menampakkan bangunan bersejarah dengan bangunan khas kota metropolis yang modern. Bahkan ada lagi istilah floating architecture di Amsterdam. Ratusan rumah disini dibangun mengapung dan dirancang dengan konsep futuristik dan memanjakan mata anda karena pemandangan kanalnya yang indah.

Konsep rumah dengan Floating Architecture. (gambar dari sini)
Berawal dari keadaannya struktur alamnya yang dikelilingi air, dan tingkat kepadatan penduduknya yang tinggi, masyarakat Belanda akhirnya menemukan cara untuk bisa mengelola negaranya. Akibat keterbatasan itulah akhirnya Belanda tumbuh menjadi negara yang indah dipandang dengan gedung- gedungnya yang rapi tertata. Selain itu, nilai fungsional, historis, dan estetisnya tetap menjadi unsur padu yang terjaga dengan tetap memperhatikan konsep sustainable living condition. Belanda kini telah menyebarkan ciri khas arsitekturalnya ke seluruh dunia dengan menjadi pionir dalam bidang arsitektur dunia.

-Hanna Suryadika-
Referensi:





Dutch and The It ‘Friend And Foe Alike’

Belanda adalah negara pelopor dalam hal pengelolaan air. Bahkan bisa dibilang, Belanda menjadi yang terbaik dalam hal ini. Bagaimana bisa? Mari kita simak.

Air merupakan sumber daya yang amat diperlukan oleh semua makhluk hidup. Tiada yang dapat menyangkal betapa pentingnya air dalam kehidupan kita. Namun ternyata, air tak selamanya bisa menjadi sumber kehidupan kita. Bila kita tak dapat mengontrolnya, air dapat menjadi sumber malapetaka.

Belanda kemudian menjadi negara yang hebat justru karena kedekatannya dengan air. Sesuai dengan topografinya, Belanda memang negara yang ‘tergenang air’ karena dua pertiga wilayahnya di bawah permukaan laut. Awalnya, mereka berusaha mati- matian untuk menghindari banjir dan aliran air yang besar di wilayahnya. Belanda menjaga tanahnya tetap kering karena wilayah- wilayah yang rawan tergenang air banjir ini dihuni oleh sekitar 11 juta orang. Selain itu, produk domestik kotor Belanda sekitar 20 persennya justru dihasilkan di wilayah rawan genangan air.

The Floating Dutchman. Salah satu bus terunik di duniayang digunakan untuk tur dari bandara Schiphol hingga pusat kota Amsterdam.  Dengan bus apung ini kita bisa berkeliling melihat kanal dan kota Amsterdam.  (gambar dari sini)
Bentuk topografinya yang unik, mampu menjadikan Belanda sebagai ahli dan juga sang perintis dunia dalam hal tata kelola air. Mulai dari sistem perencanaan, desain, konstruksi, dan pemeliharaan bendungan, tanggul, gelombang hambatan, hingga struktur pengendalian banjir. Rumah- rumah apung yang dibangun di sepanjang kanal pun sebagai bukti adaptasi Belanda yang paling terlihat.
Kebanyakan kota-kota di Belanda berdiri di sekitar kanal-kanal. Salah satunya kanal seperti di Amsterdam ini. (gambar diambil disini)

Lihatlah bagaimana ajaibnya jalan keluar yang diciptakan orang Belanda untuk mengakali air- air yang mengelilingi daratan negeri mereka. Belanda menyatakan bahwa mereka sudah terbiasa dan justru menyukai hidup ‘berdampingan’ dengan air karena air juga merupakan salah satu sumber hidup. Meski demikian, mereka juga sadar bahwa air juga harus diwaspadai. Karena hal itulah, akhirnya muncul sistem tata kelola air kelas dunia yang dijalankan oleh pemerintah Belanda. Proyek tersebut dinamai The Delta.
Salah satu gambar palang pencegah badai dalam  proyek The Delta (gambar diambil dari sini)

Apa sih The Delta itu? The Delta merupakan proyek penanggulangan banjir terbesar di dunia. Proyek The Delta ini diprakarsai sejak adanya banjir besar yang menggenangi sebagian wilayah Belanda pada 1953. The Delta dibangun untuk melindungi Belanda dengan kekuatan penuh dari serangan banjir. Pelindungan yang dibangun berupa tanggul, ‘gerbang besar’, dan bendungan. The Delta adalah sebuah proyek meliputi sistem pengelolaan air, perlindungan dari banjir, mereklamasi lahan dan usaha hidrolik pada tanah, konservasi lingkungan, serta penataan ruang dengan memperhatikan kondisi air. 

Gambar penghalang gelombang Oosterschelde. (gambar diambil disini)

Dari proyek The Delta tersebut jelas bahwa pemerintah Belanda berupaya untuk memanfaatkan kondisi alam mereka seefektif mungkin, sehingga segala kemungkinan bencana bisa terhindar. Mereka terus merancang sebuah infrastruktur sehingga dapat berinovasi seiring berjalannya waktu. Sumber daya alam mereka terutama air pun dapat diinvestasikan dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan.

Tanahnya yang datar dan bahkan berada di bawah permukaan laut, Belanda mampu menjadi yang terdepan dalam inovasi. Air yang awalnya menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup mereka, akhirnya mampu diatasi dengan adaptasi pada bentuk pemukiman penduduknya yang dibuat terapung, dan dengan dibangunnya bendungan. Belanda yang telah sukses menjadi perintis dalam hal pengelolaan air, serta berhasil mengubah bencana menjadi kawan.

Menj(el)ajah Belanda dengan Sepeda

Lima tahun terakhir di Indonesia, sepeda nampaknya telah menjadi kendaraan hemat anti polusi yang sedang tren. Setiap ada pelaksanaan Car Free Day di berbagai kota, ratusan sepeda turun ke jalan ikut meramaikan acara rutin mingguan tersebut. Kegiatan hidup sehat dengan bike to work pun mulai ramai dilakukan mengingat minimnya efek polusi dari sepeda. Sementara itu, di Belanda bersepeda bahkan telah menjadi gaya hidup sejak tahun 1970an. Orang Belanda dan sepeda adalah dua hal yang tak terpisahkan. Belanda juga punya reputasi yang baik soal bersepeda, hingga kini telah menjadi tren luas di seluruh dunia.

The Dutch are born on their bikes! Bersepeda merupakan salah satu kegiatan favorit orang Belanda. Bagi mereka, sepeda tak hanya sekedar alat transportasi tapi juga merupakan bagian dari hidup mereka. Belanda punya kultur bersepeda yang populer, sebanyak 27 persen masyarakat Belanda terbiasa menggunakan sepeda sebagai alat transportasi mereka. Jumlah tersebut merupakan angka yang terbesar dibandingkan dengan negara- negara lainnya.

Deretan sepeda- sepeda di tempat parkir khusus sepeda. (gambar dari sini)

Beberapa negara bahkan sering meminta saran kepada Belanda saat akan membuat regulasi di negara mereka sendiri. Bagi orang Belanda, dengan bersepeda maka setidaknya mereka telah turut berkontribusi dalam kebersihan, bergaya hidup sehat, dan menjadikan sistem transportasi lebih efisien.

Melihat tren bersepeda di negaranya, pemerintah Belanda pun sigap menyikapinya. Mereka mulai membangun jalur- jalur sepeda, tempat parkir, hingga peraturan lalu lintas bagi pengendara sepeda. Di Belanda, kemanapun anda pergi, anda akan menemukan sepeda dan juga fasilitas jalan lainnya bagi pesepeda.

Rambu- rambu khusus pesepeda di Belanda. Rambu ini juga menujukkan arah
dan jarak ke kota terdekat (gambar dari sini)
Dibandingkan dengan kendaraan pribadi lainnya, sepeda memang membutuhkan lebih banyak tenaga untuk mengoperasikannya. Namun justru dengan bersepedalah anda bisa mencapai tujuan lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan menggunakan mobil atau tranportasi umum lainnya. Banyak alasan yang membuat Belanda menjadi negara yang paling nyaman untuk dijelajahi dengan sepeda. Kondisi alam Belanda yang cenderung datar membuat negara ini menjadi nyaman untuk dijelajahi dengan sepeda. Selain itu, jalur sepeda yang dibangun sepanjang 20 ribu kilometer yang disertai oleh rambu- rambu jalan khusus pesepeda semakin mengukuhkan Belanda sebagai negara pelopor bicycling trend di dunia.

Dari satu tempat ke tempat lainnya di Belanda, amatlah menarik untuk dikunjungi dengan bersepeda. Iklim Belanda yang sejuk turut menunjang wisata dengan sepeda. Di beberapa sudut kota Belanda, seperti di Amsterdam, anda akan menemukan banyak rental sepeda. Menikmati keindahan kota- kota besar di Belanda akan terasa menyenangkan dengan bersepeda. Biasanya rental sepeda akan selalu ada di pusat- pusat kota Belanda.


Salah satu rental sepeda yang ada di Amsterdam. Biasanya kebanyakan sepeda di Amsterdam
adalah sepeda bermodel kuno atau dengan sistem back-pedal brake .(gambar diambil disini)
Jangan khawatir tersesat jika anda berwisata dengan sepeda di Belanda. Rambu- rambu di jalur sepeda selalu menuntun anda, bahkan anda bisa bersepeda hingga ke kota- kota terdekat lainnya. Tanda lalu lintas bagi pesepeda di Belanda juga dirancang dengan rambu lalu lintas dan jalur berwarna merah dengan tulisan putih sehingga mudah dikenali oleh masyarakat maupun turis yang hendak bersepeda.
So, let’s ride the bike and get lost in Holland!

Jalur merah merupakan jalur bagi khusus bagi pengendara sepeda. (gambar dari sini)



ditulis oleh: Hanna Suryadika

Referensi:

Sunday, April 21, 2013

Kartini dan Ibu Masa Kini

21 April 2013.

Hari ini bertepatan dengan peringatan hari Kartini. Pagi- pagi saya tertarik dengan timeline yang mulai berseliweran membahas hari Kartini. Saya agak terpancing untuk berdiskusi ketika muncul tweet dari @ichiiii: Heran sama anak muda terutama perempuan yg cita-citanya habis lulus kuliah itu nikah dan dirumah. Terus kuliah buat apaan?Dpt gelar doang?:|

Terus saya jawab: utk mendidik anak2nya nanti dgn kepandaiannya. Generasi selanjutnya selalu butuh ibu2 pintar.

Sebenarnya memang saya juga tidak terlalu setuju dengan keputusan- keputusan yang diambil para wanita untuk tidak berkarya dalam dunia kerja. Bagi saya, ketika seorang wanita memutuskan untuk tidak bekerja dengan alasan ingin menjadi seorang istri atau ibu rumah tangga yang baik, di satu sisi mereka lupa bahwa di belakang pendidikan mereka bertahun- tahun lalu ada orang tua yang berjuang keras untuk menyekolahkan anaknya.

Sunday, April 14, 2013

Hujan Punya Cerita dan Mimpi Berlari

Hari ini hujan turun.
Saat itu kita sedang bercerita tentang mimpi.
Atau bahkan hanya sekedar percakapan sederhana namun tak sepele yang selalu kurindu.
"Kota mana yang menjadi kota kenanganmu?"
"Tentulah kota ini, kau tahu kenapa?" Kugelengkan kepalaku perlahan.
"Disini kita bertemu" ujarmu seraya membuang pandang ke tepi pantai.
Kujawab senyum simpul.
Sederhana tapi begitulah cinta.

Rintik hujan turun.
Gerimis tipis, demikian saya menyebutnya.
Kita belum juga beranjak.
Setetes air membasahi keningku, perlahan ribuan tetesnya membasahi helai rambutku.
Namun rupanya perihal mimpi dan asa masih asyik kita bahas.
Kau punya mimpi ini, sementara saya ingin hal lainnya.
Selalu kita punya sejuta harap akan hari esok.
Picture has taken from this site

Thursday, March 28, 2013

Belajar Hidup di Kampung Inggris Pare Kediri

Setahun lalu, saya pernah ikut kursus bahasa Inggris di Pare. Pare itu entah sejak tahun berapa terkenal sekali karena kursusan bahasa Inggrisnya yang banyak dan berjenis- jenis. Ada yang khusus untuk belajar Grammar, atau Speaking saja, atau Preparation TOEFL, atau ada juga yang versi lengkap mulai dari Grammar, Speaking, Listening, English for Work, Understanding Conversations, dan lain- lain. Tarifnya beragam kalo tahun lalu, mulai dari 75 ribu hingga 150ribu per program per 2 minggu. Tergolong murah memang dibandingkan dengan kursus bahasa Inggris yang bisa kita dapatkan di kota- kota besar.


Sebenarnya pada Juli 2011 saya juga pernah kursus di Pare, saat itu saya ikut camp di The Expert. Tarifnya cuma 350 ribu untuk sebulan. (Ya dan kemudian saya sadar dalam setahun itu harga kursus di Pare cepat sekali naiknya). Dengan fasilitas ikut kelas 5 kali setiap hari Senin- Jumat plus nge-camp disana . 

Ini dia Camp The Expert. Sederhana sih tapi menurut saya ini salah satu Camp terbersih dulunya. 

Yang dimaksud dengan nge camp itu seperti layaknya kita hidup di asrama. Setiap hari (kecuali Sabtu dan Minggu) diharuskan bangun paling lama jam 6 pagi, dan sudah harus kembali ke camp pkl 21, dan tidur pkl.22. Setiap hari kami punya 5 kelas, diawali dari Speaking Class (subuh- subuh ini bro!), kemudian break sarapan dan mandi.

Monday, February 18, 2013

Cinta yang Tak Terucap

Kisah yang paling menyedihkan bukanlah saat ada kematian seseorang, namun saat kehilangan orang yang dicintai. -HS-
Mengagumi dari jauh, jatuh cinta diam- diam dan cinta yang tak mungkin terjadi.
Betapa harus sulitnya jatuh cinta saat ia harus dimatikan bahkan sebelum ia benar- benar bersemi.
Cinta,
Tidak kah ia rela menunggu bahkan untuk sebuah waktu lama yang dirasa tepat?
Nyatanya tidak, ia tak akan pernah mau menunggu, waktu akan terus bergulir.

Sunday, February 17, 2013

Hello, Goodbye

Hello 2013, HAPPY NEW YEAR!
Oke seperti biasa, ada yang harus dimulai maka otomatis akan ada juga yang harus diakhiri.
Tahun 2012, setidaknya sudah banyak sekali memberikan warna di hidup saya. Setelah pengalaman di 2009, dan 2011, maka tahun 2012 banyak juga kejadian berwarna yang masuk dalam daftar hidup saya.

Thursday, February 7, 2013

Mengejar Ilmu

Hari ini saya baru saja bertemu dengan teman- teman SMA, Widya dan Quratu. Setelah sekian lama nggak ketemu, ternyata memang banyak banget hal yang berubah di antara kita, terlebih soal pola pikir. Dan akhirnya kita sampai pada kata sepakat, ternyata iya ya pas SMA dulu kita tuh nggak ngapa- ngapain, we do nothing.
Then we have to do something.

Monday, February 4, 2013

Cinta Yang Berperkara

Kepada salah seorang sahabat terbaikku.

Hai kamu, yang kesepian saat justru banyak cinta yang menghampiri.
Kau tak akan pernah tahu kapan waktu akan mempertemukanmu kembali dengan kebahagiaan yang pernah kau rengkuh.
Mungkin banyak cinta tiba- tiba yang kau temui di awal jumpa, sebuah pertemuan yang tak terduga.

Saturday, February 2, 2013

Semoga Besok Masih Ada

Tanah Rantauku, 1 Februari 2013

Selamat malam ibu.
Ibu, besok anakmu pulang dari tanah rantau, setelah sekian lama kita tak bersua.
Rindukah ibu dengar celotehan- celotehanku setiap hari?
Banyak cerita yang ingin kusampaikan.

Saturday, January 26, 2013

Jangan Khawatir

Hai teman- teman,
Ini suratku untuk kalian yang selama ini selalu mendukung dan berada dibalik semua kesuksesanku.
Masih ingat dulu saat kita semua pernah berkumpul? Itu pertemuan pertama kita. Saat itu saya bersusah payah untuk mengingat nama kalian semua, tapi tenang, sekarang semua nama kalian sudah kuhapal.

Thursday, January 24, 2013

Akhir Perjalanan

*Surat Cinta hari ke 11

Waktu demi waktu berubah.
Tapi tidak dengan cintaku.
Semakin hari malah semakin menjadi kokoh.

Tuesday, January 22, 2013

Selamat Malam, Gembil

Selamat malam, gembil..
Halo sayang, mungkin kamu sekarang sudah tertidur lelap ya.
Kamu kan mudah sekali tertidur, apalagi kamu harus selalu tidur cepat.

Monday, January 21, 2013

Lebih Indah- Melewatkanmu

Hai @ADERA_ega :)

Ini surat cinta hari kesembilanku.
Aku tujuan buat salah satu artis favoritku, karena surat hari ini bertemakan "Surat Kepada Selebritis"

Kau yang Tak Tahu

Bogor, 2 Juni 2010

Bagaimana kabarmu disana?
Sudah cukup menikmati liburan panjang mu kah?
Tidakkah kau bosan disana, sepanjang hari hanya kau habiskan dengan bermalas-malasan tanpa tujuan arah yang jelas.

Sunday, January 20, 2013

Ada Banyak

*surat cinta kesekian

20 Januari 2013.

Hai Rin,

Surat Untuk Kawan Disana

Solo, 19 Januari 2013

Malam semakin larut.
Saya terjebak dalam ruang labirin yang kuciptakan sendiri.
Rumit. Saya tak dapat keluar kemana- mana.
Surat ini kutuliskan kepada kamu, seorang kawan lama yang kini tak dapat kutemui lagi bagaimana rupanya.

Friday, January 18, 2013

Halo Kertas Putih

*surat cinta hari ke-5*

Kepada: lembaran kertas putih yang menghampar.

Kali ini aku duduk termenung begitu lama di hadapanmu. Tanganku diam membisu.
Mulutku tak bersuara, apalagi merdu. Mungkin saya bingung dan hendak mengadu.
Tapi apa daya, saya hanya tak mampu berpikir sementara waktu.
Kemudian kuacuhkan semua kepingan pikiran yang hancur.
Kukumpulkan semua semangat yang pernah melebur. Mungkin itu mampu untuk sedikut memicu dan menghibur.
Namun nampaknya terlambat, nasi sudah menjadi bubur.

Thursday, January 17, 2013

Langit Tak Pernah Sama

*surat cinta ketiga untuk @riirinuli

Selamat Malam, R..

Kali ini mungkin kita sedang menulis di bawah langit yang sama dalam rentang waktu yang berbeda.
Tapi langit tak pernah sama, R.
Kau berkreasi dengan kalimatmu saat siang, sementara aku saat malam menjelang.

Wednesday, January 16, 2013

Good Morning Sir

Dear, Sir...
Iya saya menyapa kamu yang akan kunanti beberapa tahun ke depan.
Kali ini mungkin saya begitu lancang dengan mendahului waktu untuk menemuimu dan menyampaikan surat ini.
Mari saya bacakan perlahan surat yang kubuat dengan sepenuh cinta ini untukmu...


Tuesday, January 15, 2013

Sudah Siap Untuk Bertahan?


*surat cinta hari ke-3

Teruntuk: Hati

Hai hati, yang katanya seringkali berwarna pink manakala lagi siap untuk bahagia.
Sudah berapa jauh perjalanan yang kau tempuh bersama rasa dan pikiranku?
Mungkin jarak kadang tak mampu mengukurnya, tapi memoriku mampu mengingat detail itu.
Rasanya sudah begitu banyak kisah yang terbentang di hadapanmu ya hati.

Gitu Aja Sih

Hey @ikramarki!

Emang bener banget kalo saya emang ga kenal kamu.
Tapi karena gabung di program #30HariMenulisSuratCinta ini dan hari ini temanya tentang surat untuk selebtwit ya udah gue nulis buat lo.
Oke, gue kenal lo. Kenalan aja yuk kita via surat ini? Salam kenal, Ikraaamm :D

Monday, January 14, 2013

Hello, There

Surat Cinta kedua untuk Ririn.

Hai mbak Wahyu Yuliastuti Widorini, yang bahkan sampe sekarang juga masih bingung sih kenapa kok bisa- bisanya dipanggil Ririn gitu kan yah? Hahaa, lupakan.

Oke, kamu sepertinya lumayan ketinggalan banyak berita dan gosip setelah meninggalkan Solo beberapa hari ini. Biasalah ya, ibu- ibu gitu kalo ngumpul suka ngerumpi.