Sunday, August 19, 2012

Merdeka Itu Pernah Ada

Malam ini saya telah menggenggam rapi kotak yang saat ini tengah kupandang- pandangi.
Ringan sederhana namun manis. Iya, saya menghiasnya sebegitu rupa, namun tidak terlalu berlebih.
Mempersiapkan kemungkinan bahwa esok hari adalah saat yang tepat untuk memberinya.
Kubungkus indah dengan pita merah jambu, sudah demikian rupawan rasanya.

Diatas segala kemenangan yang sudah seharusnya kita raih sendiri- sendiri.
Masihkah penting segala pertemuan yang telah kita janjikan di garis akhir kelak?

Dan kotak berbungkus kertas berwarna biru muda dengan pita merah jambu yang manis ini hanya kumpulan dari apa yang terbuang.
Kumpulan dari harapan yang pernah ditulis, namun sekarang hanya tersimpan rapi dan kembali saya ikatkan jadi satu, kembali merepresentasikan kehadirannya dalam kotak biru muda ini.

Ah..
Sampai kapan kamu bisa memerdekakan dirimu sendiri?
Kebebasan tak semata hanya milik mereka yang terkungkung akibat perilaku sesamanya, tak hanya mereka yang terbatas hak nya.
Masing- masing dari kita pun rasanya sudah harus mencoba untuk merdeka dengan caranya sendiri.

Ini saya bungkus rapi kenanganmu.
Saya serahkan besok beserta ucapan maaf saya.
Maaf lahir batin ya, untuk semuanya.
Sama seperti hujan yang menyapu duka di tanah merah, semoga semuanya kembali bersih, kembali putih.
Maaf ya untuk semua yang pernah terjadi semuanya sudah terbungkus rapi di kotak biru muda ini.
Bukalah ketika kau merasa masa depan tak lagi menjanjikan harapan yang nyata.
Teruslah bermimpi wahai yang terkekang masa lalu, segeralah merdeka.



Ps: tulisan ini ada dan kutulis dalam rangka 17an dan hari Lebaran. Semoga indah! :)


-HS-

picture has taken from here