Tuesday, January 31, 2012

This Is The Way I Remember You

Oke saya langsung teringat kamu.
Orang yang sudah saya kenal sejak 14 tahun lalu.
Orang yang sudah berambut jabrik sejak jamannya masih belajar membaca.
Orang yang selalu memakai celana hipster, padahal dulu belom jamannya pake celana hipster.
Orang yang membuat saya terseyum- senyum geli mengingatnya kejadian belasan tahun silam.

Oh ya, bagaimana kabar topi tersayangmu? Topi yang persis seperti di sinetron Tersayang dulu.
Kau beli warna biru dan aku warna pink, we're just like a couple, right? :p
Abis itu kita main lempar-lemparan topi itu di kelas, dan akhirnya sampai sekarang topi itu disita wali kelas kita dulu.
Bagaimana kabar mama mu? Pasti kuliah sekarang beliau udah gak nungguin kamu lagi dong hehee.
Bagaimana kabar sarapan mu? Apa masih perlu seseorang untuk nyuapin nya? Ah udah gede juga!

Apa kamu masih ingat diantara sekian tahun kita sekelas, dan pernah duduk sebangku denganku?
Apa kamu ingat kalo aku selalu tak bisa banyak omong ketika satu caturwulan duduk denganmu?
Apa kamu masih ingat kalo dulu tiap habis istirahat siang wajahmu selalu merah?

Sejauh ini, setiap saya mengingat masa- masa belasan tahun lalu, saya selalu ingat kamu.
Setiap ada rencana reuni, kamu yang pertama ingin saya ajak bertemu.
Saya selalu hafal betapa wanginya seragam sekolahmu dulu, wangi pengharum pakaian.
Bayangkan anak-anak dulu sibuk bermain- main di bawah terik matahari, kucel, dan berkeringat, tapi kamu tetap wangi.
Itulah mengapa saya betah duduk di sebelahmu.

Kuberi tahu satu rahasia ya, dulu pas mau lulus- lulusan, sempat sedih juga ketika kamu akhirnya memutuskan pacaran sama yang lain. Hahahaa
Oke, nyet! Karena kamu cinta monyet saya, makanya saya panggil 'nyet'.
Btw, mau follow back saya gak?
Oh ya, segera atur reuni kita ya. ;)

My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Cause I'm feeling my first love

dari: seorang temanmu belasan tahun silam :)
Yang mengetik surat cinta ini sampe selesai dengan senyum-senyum najong
-HS-

inspired by: Nikka Costa- First Love

Monday, January 30, 2012

BROMO and 660 minutes

Hai kalian!
660 menit terlewati bersama.
Saya rindu, ingin segera bertemu kembali.
Ingatkah 660 menit yang menyenangkan itu?
Bersama mendaki, berjalan, menentang terjalnya perjalanan, melewati beratnya medan yang ditempuh, berpeluh bersama.
Ketika nafas mulai terbatas, udara nyaris menjadi barang terlangka saat itu, saya ingin menyerah!
Saat langkah kaki juga tak mampu bisa melangkah lebih jauh, saya ingin berhenti.
Tapi saat itu, tepukan tangan dipundakku sembari meneriakkan kata pengobar semangat.
Saat kau menawarkan tanganmu, kuterima tantanganmu meski nyaris separuh nyawa terlewat.
Saat kesusahan, bukankah seorang teman bisa menjadi saudara sekaligus?
Tak ada lain yang bisa disyukuri selain bisa menyaksikan indahnya surga dunia di Bromo bersama kalian.

Kau tahu udara dingin saat itu pun bahkan tak mampu mengobarkan semangatku.
Karena saya tahu semakin panjang perjalanan yang saya tempuh maka semakin lama waktu yang kuhabiskan bersama.
Saat itu tak ada lain hal yang bisa kupinta, hanya : semoga waktu bisa berhenti.
Tapi itu bukankah tak mungkin?
Yang terindah selama waktu petualangan kala itu adalah menghabiskan indahnya fajar, tajamnya udara dingin menusuk tulang dan melewatinya bersama.

Wajah yang bersemu merah kedinginan, bibir yang pucat, berjuang melawan cuaca dan udara yang tak bersahabat masih baik terekam di otak ini.
Your long coat, your smile, your sweet act, your gentleness, the smoke, the savannah, the edelweiss.
 i can remember all of those moments. and i can remember you :)






Well, i miss you already.
When we will meet again, guys?
Kapan kita kembali ke Bromo?

Salam hangat dari saya untuk teman perjalanan yang luar biasa!
-HS-

Sunday, January 29, 2012

Hello, Don't Say Good Bye

Hai, apa disana masih terlihat langit yang sama dengan disini?
Dapatkah terlihat indahnya bulan sabit dan kilau gemilangnya bintang- bintang di langit malam itu?
apa yang sekiranya sudah kulewatkan ketika saya sedang tak disana?
Hari ini, langit kembali menuturkan kisahnya kepadaku, masihkah kau dengar kisahnya?

Entah bagaimana, sungguh benar berkilau bulan sabit itu.
Di saat yang bersamaan saya berharap benar kamu dapat melihat apa yang terlihat disini.
Mata kita mungkin berbeda, tapi saya yakin langit ini masih sama, dengan yang kau tatap disana.
Dengarkan dia bercerita, mungkin dia akan memulai kisahnya sebentar lagi.
Kau tahu kenapa surat ini akhirnya kuarahkan padamu?
Saya pun tak tahu, jadi simpan sejuta tanyamu.
Ya, jangan pernah bertanya walaupun kau punya banyak.
Karena memang tak perlu ada alasan yang benar- benar bisa dinalar untuk hal ini.
Karena sebenarnya, kalau kau mau berpikir tak ada alasan untuk semua ini.
Tak ada alasan mengapa kita bisa bertemu.
Tak ada alasan mengapa di bawah langit yang sama ini masih ada saya dan juga kamu.
Tak ada alasan mengapa surat ini kutulis di saat langit malam sedang begitu indahnya.
Tak ada alasan mengapa saya mengingatmu ketika bintang berkedip manja dia atas sana.

Masihkah mau kau dengar nasihat terbaikku?
Duduklah disini, di sampingku dan dengarlah apa yang akan kukatakan.
Lihatlah langit, adakah tampak cakrawala berbatas disana?
Duduk, diam simaklah, jangan pernah beranjak sebelum kisah ini selesai dituturkan.
Sama seperti waktu awal, inilah akhir dari langit yang tak dapat kau sentuh.
Ia akan terlihat gelap, tak berpendar. Tapi di belahan langit lainnya, percayalah masih ada kilauan.
Disini bertabur bintang, disana yang entah berapa jaraknya dari tempatku, saya yakin kau menikmati alam yang sama denganku.
Ingat, jangan bergegas hingga embun datang di bunga bakung itu.
Ah ya, saya masih menyimpan kenangan bunga bakung itu.
Dan masih ada bekas tetes embun yang baru saja kau titipkan pesan di dalamnya.
Tapi sayang, saya terlalu bebal untuk bisa membaca.

Hello there, are you still here and there?
Mau bantu saya memaknai pertanda alam di langit malam ini?
Hai, sudah terima pesan saya? Saya melemparnya di antara bintang- bintang itu.

Saturday, January 28, 2012

#23

Untuk yang kemarin genap berusia 23 tahun.
Pertama, selamat ulang tahun ya. Semoga sukses selalu, panjang umur, dan bahagia menyertaimu.

Kedua, bagaimana kabarmu di ibukota?
Baik? Kemarin terakhir mengunjungi akun facebookmu ada fotomu ber-toga disana. November 2011 kemarin kamu sudah wisuda ya? Kalau begitu, saya ucapkan selamat lagi untukmu. Doaku menyertaimu.
Lantas jadi kerja di Bank Indonesia? Saya masih ingat waktu 6 tahun lalu kau bilang setelah lulus SMA mau ambil jurusan akuntansi dan berharap bisa kerja di BI nantinya. Sudah, tak usah heran. Ingatanku memang terlalu tajam untuk setiap detil tentangmu.

Ketiga, masih suka Liverpool? Masih punya handuk kecil Liverpool yang dulu pas SMA sering kau bawa ke sekolah? Sekedar kau tau saja, dulu saya pernah berusaha mati- matian menyukai sepakbola, mencari tahu ini itunya tentang Liverpool, tapi ternyata hanya sementara selebihnya saya malasa berura- pura menggemarinya hanya untuk mencari bahan pembicaraan. Masih suka The S.I.G.I.T? Dulu saya pernah nyaris berangkat ke pensi yang ada band itu biar saya ketemu kamu, tapi saya urungkan, kamu berjanji dengan yang lain sih.

Keempat, masih lemot?
Saya harap masih, karena itu yang saya suka darimu. Selalu aman untuk membohongimu, mengerjaimu, biar saya aman. Identitas saya sebagai secret admirer bisa kamu lupakan, hehee. Salah sendiri, siapa suruh dulu populer sekali! Fans mu di sekolah banyak tau, jadi saya susah kalau mau kenalan terang-terangan :p
Oke, lupakan kalimat terakhir.

Kelima, masih suka main futsal, main basket, panik kalau jerawat di wajahmu tambah banyak, tinggal di dekat sekolah kita, suka main PS, dan berjuang dari kegendutan? Untuk soal gendut, nampaknya kamu tak berhasil, 5 tahun sejak kau lulus sekarang kau tampak lebih gendut, tapi jangan khawatir kau tetap tampak lucu. Kalau kata teman- temanku dulu kau bantet, seperti kue bolu gagal tapi tenaaang kata mereka (kataku) juga sih kau tetap juara manisnya hahaha. Sekali lagi, jangan heran ya saya punya segudang info tentangmu.

Keenam, kenapa ucapan selamat ulang tahun dariku 2 tahun yang lalu tak kau balas? Malah saya tak dapat menemukannya di wall mu lagi, apa dihapus? Kenapa? Aseli saya benci sekali denganmu waktu itu, jadi saya remove deh dari friend list di Facebook saya. I feel sorry for it, but i was really wish the best for you at that time and right now. Can we be a friend, even if it just in the facebook account?

Ketujuh, sori ya kalo dulu pas sekolah suka misscall tanpa nomor karena kamu biasanya selalu nelpon balik (karena kamu kepo), pernah kirim salam pake radio sekolah tanpa nama dan membuatnya seakan-akan itu pesan romantis darimu untuk saya (si tanpa nama), mencari tau tempat tinggalmu, sumpah semuanya diakomodasi dan disuruh teman-teman saya yang centil-centil itu, kakak :)

Kedelapan, masih jomblo? Kali aja masih, dan semoga masih! :D
Soalnya saya tahu banget kalau dibalik segudang kekeceanmu itu sebenarnya kamu pemalu dan gak pede sekali. Gak yakin kalau fans mu di sekolah segudang, gak percaya kalo kamu lagi main basket tiap istirahat banyak yang ngeliatin, gak yakin kalo ada yang bilang dengan jerawat pun fans mu tetap bejibun. Dan itu yang saya suka, kamu gak sok ganteng!

Kesembilan, udah 23 tahun loh umur lo kak, masih gak mau cari pacar nih? Anggap saja saya taunya kamu sampai saat ini masih single, dan sepertinya memang begitu *maksa*. Boleh dong kan ya saya nanya gitu kak Aldo? Eh saya mau manggilnya kamu Aldo aja, biar punya panggilan sama seperti adik- adikmu kepadamu.

Kesepuluh, kabar- kabari kalau masih jomblo (uhuuk!)
Me miss you, our high school time, and the school uniform.

Salam hangat dari junior anda,
dari fans yang tak kau ketahui namanya.
-HS-

Thursday, January 26, 2012

Cihuy!


Cihuuuuyyyy, meskipun sebenernya rada telat diupload sama yang jaga kantor pos, ternyata surat saya dimuat lagi :D
Oke, monggo dibaca lagi surat cinta saya yang hari kesekian (sampe lupa), yang judulnya  Menyapa Kenangan, dimut lagi. Dihitng- hitung ini surat cinta ketiga yang dimuat. Duh makin semangat deh :3

Kumpulan yang Terserak

Matahari, tahukah kau seperti apa bentuk bulan?

Pernahkah kau berjumpa dengannya walau sebentar?
Mungkin tidak pernah, mungkin karena sejak awal ada tugas dari masing-masing kalian untuk menghiasi langut setiap harinya dalam waktu yang berbeda.
Kuberi tahu satu rahasia ya, sebenarnya fajar akan segera mempertemukan kalian.
Tapi, itu hanya pada masa-masa saat langit berkehendak cerah.
Tapi kalian tak akan bisa berdampingan pula. 
Seperti kutub utara dan selatan, layaknya siang dan malam, semua dijadikan untuk saling melengkapi. Begitu kehendak sang empunya isi dunia ini, kawan.

Kawan ingatkah...

di sudut kota, kita pernah bertukar kisah tentang mimpi-mimpi masa depan.
duduk di kursi kayu panjang itu, kita mulai bercerita.
Siang hari yang cerah kau diam terpaku sembari berkuasa di langit yang atas sambil menunggu datangnya senja.
Sementara nanti setelah senja sang penguasa malam lah yang akanj bertahta di gelapnya langit sana.
Keindahan kalian berdua, matahari dan bulan yang terserak di ujung- ujung langit tak berbatas sana selalu mengundang kagumku.
Tak habis heranku menyaksikan kalian, kawan.
Meskipun kalian dengan keindahan masa yang kalian bawa tak akan bisa menjadi satu, sama- sama berkuasa di langit yang sama.
Saya sadar, semuanya rahmat.
Semuanya anugerah, patut disyukuri.

Kawan, ada masanya tiang api dan tiang awan sama-sama mengiringi langkah hidupku.
Menemani hidupku saat terang dan gelap.
Bukankah semuanya indah?
Tidakkah semuanya karunia?
Saya, satu dari sekian juta orang yang ada di bawah langit ini tersenyum untuk hari ini.

Selamat datang, fajar. Mari menyambut matahari dan bulan di langit hari ini.

Salam,
Kawanmu,

HS.

Wednesday, January 25, 2012

Surat Cinta hari Ke-10 Dimuat!


Akhirnyaaa... dimuat lagi nih surat saya hari ke-10 di 30harimenulissuratcinta.blogspot.com Surat yang saya buat khusus buat si Melandry, dengan asal- asalannya, dengan songongnya, dan dengan berantakannya ehhh ternyata malah dimuat :')
Pas saya suruh Melany baca suratnya, dia bilang ceritanya bagus, padahal emang itu udah cerita sebenernya aja -.-
Yang masih menjadi pertanyaan saya kenapa tiap bikin surat asal-asalan malah dimuat ya? Hahaha, mungkin taste nya beda kali ya. Semogaaa aje surat- surat hari selanjutnya makin mutu dan makin rajin dimuat.

Selamat menulis surat-surat cinta! <3,

Hanna Siahaan

Di Batas Senja

Hai langit sore kesayangan,
Surat cinta hari ke 12 ini kutujukan padamu, partner terbaikku saat memenuhi rasa keingintahuanku.
Semburat senja di wajahmu menampakkan sejuta kilau dan harapan.
Redupnya sang mentari bahkan tak berhasil menyurutkan semangatku sore ini.
Senja, tolong simpan dulu bulir- bulir air calon hujan itu dibalik awan jinggamu, saya masih ingin mengikutinya.
Saya masih ingin tahu dimana tempat tinggalnya :)

Saya tak pernah bisa mengingat wajahnya dengan baik, tapi terlalu hafal caranya mengedipkan mata, caranya tersenyum, gelak tawanya yang renyah, dan gaya berjalannya saat menghampiriku, yang saat itu tentu saja sibuk mencari objek lain untuk (pura-pura) dilihat.
Barisan alisnya yang tebal bahkan kerap menghiasi angan siangku.
Senja kali ini, entah kesekian kalinya di kota Solo ini yang dapat saya nikmati bersama secangkir kopi hitam, kembali menyeret saya duduk di sudut kota ini menyimak gelak tawanya dari jauh.
Bersama kopi yang pahit kental dan ada sedikit percikan manis didalamnya, persis seperti kisah cinta pertama si dua insan itu.

Langit senja di Solo,
Ssstt, jangan pernah beritahu dia ya kalau saya menyimpan lebih dari kagum padanya.
Saya menyimpan banyak perhatian untuknya yang selalu membisu di dalam diamnya.
Langit malam pun menjadi sepele rasanya untuk melewatkan seseorang seperti dia.
Bilang padanya: Saya rindu dia, setiap matahari mulai terbenam.
Kalau rembulan tiba, paksa dia untuk membalas surat cintaku ini ya, Senja.

Salam,
Sahabat terbaik kesayanganmu.

Ps: untuk kamu yang pernah menagih barisan kata indah dariku, kubayar lunas hutangku ya. Balas rinduku!

Tuesday, January 24, 2012

Surat kepada Tanah Rantau

Dear Solo, kota budaya tempatku bernaung selama hampir 3 tahun ini.
Apa saya sudah bilang kalau saya cinta kamu?
Sumpah, saat ini saya kangen Solo dan pengen buru- buru kembali kesana. Pegang janji saya ya, 2 minggu lagi saya akan kembali kesana.
Luar biasa sekali saat saya bisa tinggal, beradaptasi dan mulai berpikir dewasa disini.

Oh ya, sambil mulai menghitung dengan jari-jari tangan saya ternyata gak kerasa ya kurang lebih seribu hari-an aja gitu . Pertama menginjakkan kaki di bulan Agustus 2009, dan sejak saat itu bermetamorfosa menjadi seorang mahasiswi sejak tanggal 24 Agustus 2009, that was the sweetest moment ;) Mulai dari masih pake rok putih seragam SMA saya ke kampus di hari pertama ospek, sampe akhirnya bisa bener- bener bebas dari label anak SMA itu.

Tiga tahun ini saya belajar banyak loh. Belajar hidup mandiri tepatnya, yang dulunya makanan 3x sehari aja disediain mama, sekarang mesti usaha dulu ya keliling nyari makanan, kadang waktu yang mepet juga bikin makan gak teratur. Awalnya saya benci banget harus stay lama- lama di Solo, pengen rasanya tiap weekend tiba tuh buru- buru ambil kereta dan pulang ke Jakarta abis itu balik lagi hari senin nya. Tapi itu gak mungkin, bisa rontok badan saya kalau bolak balik Solo- Jakarta selama 12 jam.

Bersamaan dengan surat ini, saya mau mengikat perjanjian denganmu wahai Solo. Saya mau mencoba membuat komitmen. Hmmm, baiklah jadi begini, terkait dengan masa studi saya yang saya targetkan hanya 4 tahun ini, maka tahun 2013 kita harus berpisah. Berat sih mungkin nantinya, tapi saya memang harus pergi dari kamu, Solo. Ingatkan saya ya tentang perjanjian ini, pastikan saya tak melanggarnya.

Selama 3 tahun berkelana di jalan-jalanmu, saya pernah mencium perihnya aspalmu, sampai seminggu lebih ga bisa jalan dan motor saya lecet lumayan parah. Pernah juga menggigil kedinginan akibat hawa malammu yang kadangkala dingin menusuk tulang, namun pernah juga bercucuran keringat ketika bangun di pagi hari saking panasnya. Pernah juga berkali- kali merasakan sakitnya demam, gejala tipus, dan penyakit- penyakit rese lainnya serta berjuang sembuh sendiri tanpa keluarga. Tapi, untungnya saya punya temen-temen yang luar biasa, yang selalu bersedia menemani, menghibur, membantu saya waktu itu.

Saya rasa gak salah waktu mama mengarahkan jarinya, memilihkan saya universitas di Solo. Rencana Tuhan memang indah dan tak terduga ya. Solo jauh lebih santai dan tenang dibanding Jakarta, dan anti macet pastinya. Dan saya jadi tahu bahwa saya datang ke Solo untuk menemukan sebuah kota yang damai dan tenang, jauh dari ingar bingarnya ibukota yang selama 17 tahun ini saya diami. Meskipun pada awalnya saya harus repot banget mulai belajar bahasa Jawa dari nol, tapi...Terima kasih ya Solo untuk kenangan- kenangan manisnya, untuk kisah inspiratifnya, untuk senyuman ramah orang- orangnya, untuk teman- teman yang menjadi keluarga kedua saya, untuk pelajaran hidup, untuk batik indahnya yang tenar sekali dan untuk nasi liwetnya yang saya suka.

Solo, saya kangen deh menikmati senja di langitmu, saya rindu sapaan angin malammu di wajahku, saya ingin (lagi) menikmati dinginnya pagi hari, saya rindu saat-saat sibuknya mengatur tugas disimak oleh teriknya panas mataharimu.

Dua minggu lagi kita ketemu ya.
Jangan telat, jangan hujan please.


Penghuni mu sementara waktu, penggemar mu, penduduk maya mu yang tak terekam dalam sensus,
HS

Monday, January 23, 2012

Gong Xi Fa Cai, Mel!

Kediri, 20 Januari 2012

Dear Melandry (@melanysiimell),
Biarlah gue memanggil lo begini. Asik tau, berasa gaul banget nih hahaa. Biarkan juga kiranya jika surat ini berbeda dari surat- surat gue sebelumnya. Gue mau asik-asikan aja sama lo, maklum kangen udah hampir setahun gak ketemu.

Gimana kabar lo mel? Gue cuma mau ngobrol sama lo, tentang CINTA mel. Masalah krusial yang sepele tapi dialami sama semua umat di dunia ini. Masih patah hati? Masih terpaku oleh orang yang sama? Atau masih juga belum menemukan orang yang tepat? Hahaha. Sorry, gue ga bermaksud jahil.

Gue kaget sih waktu beberapa bulan lalu lo sms gue trus cerita tentang kisah cinta lo yang gak pernah gue tau sebelumnya mel. Aih gila banget, gue kaget dengernya karena ternyata cerita lo dan gue, sama persis. Sama-sama menyakitkan di akhir, sama-sama harus mengakhiri semua nya dengan terpaksa karena kita tau it doesn't work.

Okelah, gue gak tau seberapa sehatinya gue dan elo. Tapi gue tau selera kita tentang cowok cute itu sama. Pendapat kita tentang alay dan gaul itu sama. Komentar kita tentang gantengan si Misban atau Shiro itu juga sama. Hobi kita pulang naik bajaj barengan juga sama (oke, gue sih yang nebeng biar hemat). Tapi pahit juga pas gue tau lo punya cerita cinta yang sama juga kayak gue. Well, udah gak jamannya sedih- sedihan juga ya mel. Anyway, udah siap jatuh cinta lagi mel? Gue siap! 2012 ini mel, saatnya move on gitu kan *senyum pasta gigi* Janji ye, lo mesti ngasih gue kabar rajin- rajin, lo curhat apa kek gitu sama gue, cowok-cowok lucu di kampus lo juga boleh lah lo critain #ehh hahaha

Oh iya, ntar lagi ada yang mau ulang tahun loh mel, kakak kelas kita dulu. Yang pernah dengan gila nya selalu menghiasi hari- hari kita waktu nge gosipin tentang dia, oke gue yang gila mel. Terlalu tergila- gila sama itu orang mungkin ya (abis ini gue berharap dia nggak sadar ini tentang dia). Oh iya gue mau bilang makasih deh ya, karena dulu pas SMA lo mau tiap hari nemenin gue jalan ke rumahnya, ngeliat rumahnya sambil nunggu dan berharap keluar rumahnya, mau nemenin gue pulang sore demi nunggu dia keluar kelasnya. FREAK ABIS emang, hahaha. Mungkin nyokap lo bener: Si Hanna lagi jatuh cinta (waktu) itu.
Eh dipikir- pikir mungkin juga dia cinta pertama gue (uhukkk!), tapi kalo emang bener gitu berarti bagi gue ga berlaku tuh kalimat : First love never die. Gue bisa menggantikan kehadirannya di pikiran gue dengan yang lain kok, dengan yang yahhh you-know-who lah :p

Eh iya, si kakak kelas kesayangan itu sekarang udah wisuda loh. Bulan November 2011 kemaren, dia sekarang brewokan, bayangkan mel baru kemarin rasanya kita ngeliat dia pake seragam putih abu- abu sekarang dia udah pake toga aja <3 Udah kerja di BI kali ya tuh orang, semoga iya deh, nanti gue juga mau magang di deket-deket sana juga soalnya, tapi bukan karena dia loh :)

Begitulah hidup mel, kadang masa lalu dan masa kini saling melengkapi. Inget pembicaraan kita dulu? Kita janji untuk milih orang yang gak asal- asalan kan? Apa lo udah nemuin orang yang gak asal- asalan itu? Semoga cinta tak membuatmu trauma ya mencari yang lainnya.

Sudah siap jatuh cinta lagi mel? Kalo ada yang kece, kasih tau gue ya :3
Ga bakal gue serobot. Tapi setidaknya gue bisa menilai apa dia layak untuk lo apa engga *ih apa banget deh gue ya*


Salam hangat, kecup basah, peluk cinta
dari yang kau panggil Hanimun.
Ah ya! Gong Xi Fat Chai, mel. Ditunggu kue keranjangnya di kos gue ;)

Sunday, January 22, 2012

Menyapa Kenangan

Kepada:  Kenangan,- yang luar biasa.

Kenangan, sudah berapa lama ya kamu bersemayam di benakku? Sepertinya selama seumur hidup ini pun kamu tetap akan lekat ya di benak saya. Saya punya satu permintaan untuk kamu, penting. Saya harap kamu mau mengabulkan permintaan saya yang satu satunya ini.

Saya sejujurnya tak pernah ingin bermusuhan dengan siapapun.
Saya mencoba belajar ikhlas, dan sejauh ini sungguh lah memang ikhlas pelajaran tersulit di dunia ini.
Tolong dong, bantu saya melupakan hal dan orang yang ingin saya lupakan, bukan karena mereka buruk tapi karena saya harus melupakannya.

Hai memori,
sebenarnya saya tak ingin mengusirmu. Tapi kalau kau terus- terusan ada disini maka proses ikhlas itu menjadi sangat susah untuk dilakukan. Kau tahu, hanya memori yang bisa mengingat seseorang dengan masa lalunya. Hanya memori juga yang bisa membuat saya menjadi cengeng. Saya tak suka cengeng, saya sudah berjanji pada diri saya tak akan pernah lagi risau gundah gulana hanya karena sesuatu yang ingin saya lupakan.

Tak bisa kupungkiri memang kalau kau, si kenangan- kenangan itu tak selamanya buruk. Saya suka tersenyum kala mengingat masa- masa silam, tapi saya tak mau terlena. Itu racun buatku. Hari bahagia dulu seharusnya tak pernah boleh untuk diingat. Akan semakin sulit mencoba mengikhlaskannya kalau kau masih ada di pikiran ini.

Sumpah, terlalu indah semuanya untuk dilupakan. Ingin menangis rasanya ketika saya harus memaksa menghapus kamu, Kenangan. Saya harus melupakan sesuatu yang begitu pernah melekat dalam- dalam di  hidup ini. Saya masih ingat, ceritanya, senyumannya, kegemarannya, keluh kesahnya, caranya bercerita, renyah tawanya, jokes garingnya, bahkan hadirnya seperti masih terasa kemarin berlalu.

Tolong, bantu saya melupakan semua itu. Bersediakah kau untuk tak pernah hadir lagi hadir dalam hidupku, kenangan?

PS: Saya sudah seminggu tak memutar Someone Like You-nya Adele. Semoga kamu tak pernah kembali lagi ya, kenangan.


Maaf,
Jangan marah ya, saya tak memusuhimu kok, Kenangan.

Saturday, January 21, 2012

Wah! Surat Saya Dimuat!!



Wah surat saya dimuat di http://30harimenulissuratcinta.blogspot.com/2012/01/untuk-pemilik-senyum-terindah.html .
Rasanya bwaahh senang, tapi eits masih ada 20 hari-an lagi untuk melanjutkan tulisan surat cinta ini, dan saya masih punya setumpuk senjata, dan stok orang- orang yang akan saya sasar dengan cinta.
Sorry, norak, abis seneng banget :)

See you in the next letter,

HSMRS

Sederet Kata (Tanpa) Cinta

Selamat siang, wahai orang tanpa twitter.

Sekarang saya ingin menyapamu melalui surat cinta ini. Saya tak paham juga kenapa saya menamakannya surat cinta, sejujurnya ini surat biasa sih tapi dikirim dengan cinta. Oke, lupakan kata yang terakhir, saya tak kenal cinta sebenarnya. Kamu percaya itu? tidak? Tentu saja, kau mengenalku sebagai si pembohong ulung kan.

Jujur saya benar- benar bingung bagaimana cara untuk menyapamu secara aktif dan rutin jika tidak melalui jejaring sosial.
SMS? ah itu tak mungkin, terlalu rajin. Telepon? Bukankah itu terdengar terlalu romantis bagi kita. Tidak, tidak, pokoknya kamu harus segera bikin akun twitter segera setelah membaca surat ini.

Kamu, teman terempuk untuk dilempar yang pernah ada di list pertemananku -hmm, di dunia nyata loh ya-.
Dan entah kenapa tiba- tiba saja segera setelah kita tak lagi mengenakan seragam kebangsaan si putih abu- abu itu tak ada kabar berita darimu. Sial! Apa memang di daerah perantauanmu tak pernah ada sinyal internet atau bagaimana? Akun facebook mu saja tak pernah sebegitu hebohnya muncul di home ku.

Bohong kalau kamu bilang kamu tak punya akses internet sama sekali di sana, saya tahu telepon genggam pintar yang kau gunakan lebih dari mampu untuk membuatmu tetap terkoneksi berita- berita hangat dari linimasa di twitter. Atau kamu memang sengaja menjaga jarak dengan dunia maya? Baguslah kalau kau memang punya kesadaran seperti itu, saya pun sebenarnya ingin segera pergi jauh-jauh, memutuskan hubungan mesra dengan dunia maya, tapi tak bisa, mereka terlalu lekat dalam setiap jemari-jemariku.

Atau disana, di tempat rantaumu memang sudah ada orang yang melarangmu untuk menggunakan situs jejaring sosial? Tak boleh menggunakan twitter, tak boleh meng update status facebook terlalu sering. Lantas, siapa dia, perkenalkanlah kalau memang benar adanya. Tapi sungguh ya, tak asik sekali dia kalau memang kebebasanmu ber jejaring sosial pun dibatasinya. Hmmm, lupakan kalimatku yang ingin mengetahui siapa dia, saya tak sungguh- sungguh ingin mengetahuinya kok.

ADUH! Lupa, pertanyaan terpenting belum kutanyakan.
Apa kabarmu? Masih sehat kan? Tak ada masalah ya dalam hidupmu, saya rindu melihatmu tertawa, mengejekku tak mampu memahami pelajaran dengan baik, menyangkal segala perkataanku, dan lainnya. Ah kau tak pernah paham sih, sesungguhnya kau lah yang tak pernah mampu memahami pelajaran sepenuhnya, kau terlalu butuh bantuanku untuk bisa berhasil naik kelas hahaha. Sudah jangan dimasukkan hati, kecuali kau memang berniat begitu.

Bagaimana kuliahmu? Bagaimana kabar tingkat intelejensi mu? Sudah meningkatkah? Hahahaa, maaf saya bercanda. Tapi saya tahu kalau sebenarnya kamu juga paham batas bercanda kita berdua. Saya rindu cercaan konyolmu, saya bahkan rela kalau kau mau menjelek-jelekkanku, karena sesungguhnya kamu juga nggak ngaca kan?

Baiklah kalau begitu, kita buat perjanjian, bagaimana kalau kita berjumpa di akhir. Di akhir finish, ketika masing- masing dari kita sukses, berjumpa selayaknya teman lama, dan berkumpul kembali, reuni. Saya, menunggu masa itu, tunggu saya sukses ya, dan jangan kaget loh nanti :p

Hai bantal, kasur air!
Ayo dong dibuat akun twitter nya. Saya penasaran dengan kicauan akunmu nantinya.
Terlebih, saya penasaran dengan kabarmu.
Segera follow saya di @hannaahan ya kalau kau sudah buat akun. Kutunggu aktifnya linimasa mu, (ka)Sur!

calon followermu kelak,

Hanna Siahaan

Thursday, January 19, 2012

Untuk Pemilik Senyum Terindah

Kepada pemilik senyum terindah di pojok sana...
Ah iya kenapa kamu selalu mengambil tempat disana? di sebelah sopir bus besar (yang dulunya) kebanggaan ibukota ini?
Terserahlah mau apa jawabmu, saya hanya menikmati senyumanmu, menikmati setiap hentakan kecil kepalamu yang sembari mendengarkan lagu dari gadget kecil di sakumu, sepertinya asyik.
Senyum indahmu rasanya membuatku lupa sejenak akan betapa macet dan betapa menyebalkannya macet di ibukota itu. Lupakanlah macetnya ibukota, karena tak akan habisnya waktu membahas hal itu.

Dan ketika mencoba mengingat- ingat, ternyata ini sudah lebih dari ketiga kalinya kita berada dalam bus berpendingin ruang berwarna abu- abu ini. Bagiku, semesta berkonspirasi. Iya, meski cuma segitu doang. Nampaknya kamu dan bus abu- abu ini sudah akrab sekali ya, sepertinya sudah menjadi aktivitas sehari- hari untuk berada dalam lingkup macetnya Jakarta. Tak mengerti ketika kamu mulai tersenyum lagi membaca buku yang digenggam tangan kananmu sementara tangan kirimu berpegang ke tiang besi itu. Manis. Senyummu, bukan tiang besinya.

Kenapa ya senyum terindah itu hanya sebatas senyum, tak pernah terlihat mengeluarkan sepatah kata pun?
Ah ingin rasanya membingkai senyum itu, mengukirnya menjadi kenangan, menyimpannya rapat- rapat agar jangan sampai hilang. Sebagai obat bete dan muram, ya kali aja bisa. Senyum terindah dari seseorang yang sepertinya tak pernah mengalami sedih sekalipun dalam hidupnya. Happiness is yours.


Sayang sekali ya, terkadang memang apa yang kita inginkan tak selalu terkabul terus menerus. Dan bus besar ini, entah kenapa rasanya cepat sekali sampai di tujuan. Sayang sekali juga karena saya lah yang harus turun terlebih dahulu. Kalau bukan karena ada kepentingan, saya akan melanjutkan perjalanan, bahkan sampai di halte pemberhentian terakhir. Cuma demi memenuhi ke-kepo-anku, kamu turun dimana. Ya segitu kepo nya.


Kata orang kalau rajin senyum, berarti bahagia, tanpa beban hidup. Apa memang begitukah adanya hidupmu? Menyenangkan sekali! Atau kamu memang terlahir dengan sifat periang? Banyak tanya ya? Hahahaa, biarlah karena memang sejujurnya ketika melihat senyummu lebih banyak lagi tanya yang tersimpan disana, misterius namun indah.

Halo, pemilik senyum terindah, siapakah namamu?
Mau ajari saya untuk bisa tersenyum bahagia?






-Dari seorang penggemar senyummu-

Wednesday, January 18, 2012

Page 18 of 366

Hai yang disana,
Langit sore ini membawa lamunanku kepadamu.
Saya mencoba menepis semua suramnya gelap di langit kota ini.
Kamu, masih kah kamu ingat waktu beberapa tahun silam saat kita duduk di sudut kota,
Bercerita bertukar mimpi, berjanji mewujudkannya untuk beberapa waktu ke depan.
Menganggukkan kepala bersama, bersalaman dan terjadilah kesepakatan besar kita.

Tapi tahukah kamu bahwa setiap sudut kota ini menyudutkan saya.
Membawa saya kembali lagi untuk mengingatmu.

Hai yang disana,
Hujan akhirnya turun juga loh disini.
Saya memang tak suka hujan, saya benci hujan.
Tapi kali ini hujan membuat senyuman, mengiringmu kembali ke ingatanku.
Langkah- langkah kecilmu berlari mencipratkan genangan air hujan membasahi sepatumu, seulas senyum terpancar di wajahmu, nakal sekali sengaja membuat air kotor itu hinggap di baju kawanmu.
Pernahkah saya bilang bahwa saya suka senyummu? Ya senyum jahilmu, tak pernah bisa saya lupakan bahkan hingga hari ini.

Hai yang disana,
Hari ini persis sekali gelap pekat di sore hari seperti waktu itu.
Hujan yang turun masih sekedar rintik-rintik.
Saya masih bingung bagaimana akhirnya hujan hari ini bisa saya nikmati, basah dingin gelap semuanya bikin bete, tapi mendengar alunan rintik hujan, memandangnya dari jendela kamar itu justru kenikmatan tersendiri.
Tentu saja, fotomu mengiringi lamunan sore ini.
Aaahh indah sekali loh hujan itu ternyata, tapi lebih indah lagi kalo hari ini sama seperti dulu.
Ada hujan, langit, atap sekolah, kamu, dan candaan itu.

Hai yang disana,
Apa kabarnya?
Salam rindu untukmu kawan!

Hanna Siahaan

Tuesday, January 17, 2012

The Letter of Daddy's Little Girl

Happy Birthday Daddy!
This is another love letter for you..
May God always be with you and so does His bless.
May your life and love can be a happiness for others and our family.

17 Januari 1956.
Ya, usia bapak saya tahun ini genap 56 tahun.
Sudah tua ya ? :)
Dan ini kesekian kalinya saya jauh dari bapak dan gak bisa mencium pipinya sambil salaman bilang: Selamat Ulang tahun pak.
Sejak saya kuliah memang sudah tidak pernah lagi mengucapkan ucapan ulang tahun ke keluarga saya.

Saya masih ingat, dulu dari jaman sekolah setiap Bapak ulang tahun, biasanya pagi- pagi sebelum berangkat sekolah. Karena setiap hari biasanya saya dan adek saya selalu dianter Bapak ke sekolah, ya bahkan sampai saya SMA. Adek saya, bahkan tiap akhir minggu selalu dianter pulang balik Jakarta- Tangerang ke kampusnya.

Dan seperti biasanya, saya telpon bapak (oh yes, my father don't know skype yet :p).
"Halo? Pak! Selamat ulang tahun ya" kata saya..
Oh seperti biasanya lagi, dari setiap saya ngucapin ultah, pasti Bapak selalu lupa ulang tahunnya sendiri sampai ada yang ngucapin duluan. Padahal tadi juga saya teleponnya udah jam 11 siang.

Hi, Daddy!
I want you to know that i'm so proud of you.
Happy birthday my greatest Dad in the world.
thank you for being my Dad and thank you for all of the lesson that you gave to me.
You have work so hard for the family, thank you.

Hugs and kisses,
your little girl,



Hanna Siahaan

Monday, January 16, 2012

Rainy Love Letter

Hari ini ingin kembali menulis seperti biasanya.
Tapi saya teringat 'surat cinta' yang saya jadikan cerpen.
And here i go...

Hey dear you,
terima kasih untuk semuanya loh :')
thank you for the empathy,
for the life lessons, love lessons :p
for the smile, the attention.
for the questions, and the answer

Hey dear you,
terima kasih untuk menemani saya dengan segala kesabarannya.
sabar menjawab pertanyaan saya, meladeni kekonyolan saya.
Terima kasih untuk cerita yang indah, meski indah itu tak selamanya happily ever after
Untuk segala bantuan dan saran- saran yang terkadang ada di saat saya butuh itu, kadang- kadang juga kau memberinya dengan sukarela meski tak saya minta, mungkin memang hobi bicara saja :D

Hey dear you,
surat ini sih emang bagusnya ditulis tangan ya,
dikirim langsung ke rumahmu, dipastikan langsung sampai ke tanganmu dan kamu baca sendiri.
Tapi,
itu terlalu sweet.
we're just not that sweet.
Ditulis tangan memberi kesan yang mendalam.
Sama seperti perkenalan ini kesannya mendalam, terangkai indah bersama kenangan dengan orang- orang lainnya dan tak hanya kita.
Ya, tak hanya kita.

Hey dear you,
tapi waktu terus berjalan ya, jadi dulu dan sekarang jelas berbeda.

So, how'd you do there, dear you?



-Hanna Siahaan-

Wednesday, January 11, 2012

Someone Like You- ADELE



I heard
That you're settled down
That you
Found a girl
And you're
Married now

I heard
That your dreams came true.
Guess she gave you things
I didn't give to you

Old friend
Why are you so shy?
Ain't like you to hold back
Or hide from the light

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."
Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead,
Yeah.

You know how the time flies
Only yesterday
It was the time of our lives
We were born and raised
In a summer haze
Bound by the surprise
Of our glory days

I hate to turn up out of the blue uninvited
But I couldn't stay away, I couldn't fight it.
I had hoped you'd see my face and that you'd be reminded
That for me it isn't over.

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead."

Nothing compares
No worries or cares
Regrets and mistakes
They are memories made.
Who would have known
How bittersweet this would taste?

Never mind
I'll find someone like you
I wish nothing but the best for you too
"Don't forget me," I begged
"I'll remember," you said
"Sometimes it lasts in love
But sometimes it hurts instead"

Pas denger lagu ini, saya pahami maknanya dan tiba- tiba jadi berkeinginan mau mengganti judulnya. Ya soalnya kepikiran aja, kenapa si 'I' itu mau nyari 'someone like you' bukannya 'someone better than you'?
Kalau saya yang buat lagunya sih saya ganti gitu. Buat apa juga berkelana jauh- jauh tapi cuma mau nyari orang yang sama kayak si 'you'. Carilah yang lebih baik.
Ya sayangnya sih bukan saya yang nulis lagu ini. Kalaupun iya, mungkin juga lagunya ga bakal se tenar ini kali ya hahaa. Tapi sekali lagi, sayangnya bukan lagu saya. Case closed.


Oh ya, tiba- tiba inget seseorang pas denger lagu ini #abaikan

Salam,

Hanna Siahaan

Monday, January 9, 2012

Sensasi nya KHS

Mulai dari Jumat, 6 Januari kemarin bumm!! Kartu Hasil Studi (KHS) mulai mengeluarkan nilai- nilai per mata kuliahnya. Saya sih tidak akan membicarakan hasilnya berapa dan bagaimana. Tapi kok rasa- rasanya si KHS itu selalu bikin liburan jadi gundah gulana gitu ya, nggak tenang banget bepergian sebelum liat semua nilai yang dipaparkan sama si KHS itu.

Untungnya nih, masalah klasik yang dialami siakad lagi nggak kambuh di beberapa hari terakhir. Lancar banget malah pas liat nilai. Sejauh ini, sampai hari ini sih masih tinggal 1 nilai lagi yang belum keluar, mata kuliah Jurnalistik! Susahnya jadi anak komunikasi itu paling berasa pas udah jamannya KHS-an.
Kenapa?
Karena selama masa awal sampai akhir semester nih ya, udah usaha maksimal banget, bahkan sampe pontang- panting kesana kemari tapi tetep aja kita gak bakal bisa menduga hasil akhirnya divonis berapa nilai di KHS nya. Intinya, ujian para anak komunikasi ini kan beda ya sama ujiannya anak-anak eksak atau anak jurusan non eksak lainnya, ujiannya kan nggak bisa dinilai benar atau salahnya dengan semudah itu. Misalnya kalau dengan pertanyaan: "Bagaimana pendapatmu dengan keberadaan media massa terhadap citra politik di Indonesia?"
Nah lo, susah kan dinilainya kalo pertanyaannya semacam pendapat, kan nggak bisa dinilai salah atau benar dan langsung dikasi nol kalau salah. Nggak tau gimana sistem penilaiannya juga sih ya, tapi menurut saya sih kalau macam pertanyaan kayak gitu sih kemungkinan ada 'nilai penghargaan' atas pendapat yang kita tulis, tapi kita nggak akan pernah tau berapa poin nya nilai yang kita peroleh per nomer soal. Nggak kayak ujian pas jaman sekolah dulu pas pilihan ganda, kalau salah kan bisa tinggal coret dan dapet nol untuk nomor itu. Serba abstrak. Nilainya ya tergantung kira-kira apakah maksud dari jawaban yang anda tulis sudah bisa ditangkap oleh dosen yang bersangkutan.

Soal sensasi yang tadi saya bahas, beberapa teman bisa-bisanya menutup layar laptop mereka waktu lagi buka siakad, makin banyak nilai yang udah keluar maka main rapat jari- jari mereka menutup layar atau bahkan didekap semesra mungkin itu laptopnya biar yang lainnya pada nggak ngintip.

Selain itu, ada yang unik lagi. ada juga yang nggak mau dulu liburannya diganggu nilai-nilai yang terpampang, maka dia ga bakal buka- buka siakad selama liburannya. Baru buka siakada itupun setelah temen- temennya ngasih tau kalo udah semua nilai keluar, baru deh dia cek nilai.

Ada lagi nih, yang siap banget mentalnya malah udah menunggu dengan setia di depan layar komputernya hampir-hampir tiap jam nge cek atau bahkan dia rajin nge reload halaman siakad nya, biar tau ada perkembangan apa aja di KHS nya.

Jadi, hasil kerja keras kami anak-anak komunikasi ini sih baiknya jangan dilihat dari apa yang tercantum di KHS nya, karena angka bisa menipu hahaha. Kalo rajin, maka presensi nya bagus, tugasnya ngumpulin. Kalo pinter, maka pas ujian essay, jawabannya bisa ditulis sampe 3 halaman folio bergaris (yaa pinter ngarang sih kayaknya). Nah untuk yang kurang rajin dan kurang pintar biasanya datengnya cuma pas ujian dan jawaban essaynya irit banget, cuma selembar hehee ^.^v

Yuk mari deh, kita kembali lagi menyimak perubahan- perubahan yang terjadi di siakad, nge cek KHS itu baiknya sih (saran saya aja) sehari sekali aja, pas sore jadi nilainya udah pasti. Jadi buat yang lagi galau akademis, selamat menunggu nilai di KHS masing- masing. :)
Yuk mari juga menyimak ocehan teman-teman atas nilainya masing- masing di timeline.



Semoga sukses di semester ganjil ini!


Hanna Siahaan