Saturday, December 1, 2012

A (NOT) HAPPY ENDING STORY

Jadi tadi baru aja nonton film di laptop, judulnya You Are The Apple of My Eye.


Film drama mandarin. Jadi disini ceritanya ada dua tokoh sentral, yang laki- laki namanya Ko Ching Teng, dan si perempuan namanya Shen Cia Yi.
Ceritanya simpel, namanya drama pastilah dibumbui kasus cinta- cintaan. Nah disini bahkan dibahas kasus cinta ala anak SMA.
Jadi disini si Ko Ching Teng itu setengah mati menyukai Shen Cia Yi, dan berusaha mengejarnya dengan rebutan dan curi- curi start dari keempat sahabat karibnya sendiri. Tapi akhirnya dengan insiden kecil yang tak disengaja akhirnya bisa dekatlah Ko Ching Teng dengan Shen Cia Yi.
Lantas mereka pacaran? Ntar dulu, gak semudah itu emang. Dan disinilah alur film mulai memanjang perlahan membahas kedekatan (alias friendzone) mereka berdua.
Tapi saya nggak bakal bahas tentang alur film, atau membedah film ini sebenarnya, karena bukan itu yang akan saya lakukan.

Yang menarik dari film ini menurut saya bukanlah di jalan ceritanya, karena emang sederhana banget.
Tapi tidak seperti drama- drama lainnya, kali ini ceritanya tidak happy ending (kalo kata gue sih gitu).
Banyak dialog yang sederhana tapi itu bener, dan sebetulnya banyak juga dialog cerdas (tapi tetep simpel) yang saya amini kebenarannya.
Misalnya saat Ko Teng akhirnya sadar kalau sikapnya dia emang kekanak- kanakan, dia bilang:
"Dalam pertumbuhan menuju dewasa, hal yang paling kejam adalah perempuan selamanya selalu lebih dewasa dari laki-laki seumurnya"
Ha! Untuk statement yang satu ini ga berniat membahas sifat gender sih, tapi saya setuju. Ngga percaya? Silahkan aja lihat di sekelilingmu, kebanyakan begitu kan? Nyebelin ya, girls? Hahaa :D

Ada juga momen ketika Ko Teng bingung kenapa Shen itu rajin banget belajar padahal ke depannya tanpa pelajaran sekolah pun dia bisa survive hidup. Shen cuma bilang gini:
"Dalam kehidupan manusia memang banyak usaha yang tidak membuahkan hasil"
Dan tiba- tiba saya berpikir; bener juga kadang gagal itu selalu ada di depan mata, banyak usaha kita yang akhirnya bikin kita gagal mencapai sesuatu. Tapi sebuah usaha tidak akan pernah sia- sia (:

Ada saat ketika Ko Teng akhirnya bisa melepaskan Shen dengan orang lain. Saat itu saya pikir kok si Ko ini pasrah banget ngga ada usaha apa- apa untuk merebut kembali si Shen. Tapi justru Ko malah hadir pada saat pernikahan Shen, dan dia bilang (sembari jawab pertanyaan saya):
"Ketika kamu sangat-sangat menyukai seorang wanita 
ketika ada seseorang yang mengasihinya, mencintainya
Maka kamu akan benar-benar dari hati yang paling dalam mendoakan dia bahagia selamanya"
Dia bilang gitu sambil senyum, ga ada ekspresi sebel atau benci yang ditunjukkan. Dan ternyata modalnya cuma satu: IKHLAS (:
Yang penting ikhlas melepaskan seseorang asalkan kita tahu dia pergi untuk kebahagiannya. Mungkin dengan orang lain dia bakal lebih bahagia dibandingkan tetap bersama dengan kita. That's what Ko Ching Teng exactly says.Cerita ini emang ga happy ending karena kedua tokoh utama tidak bersatu akhirnya, padahal sebenernya mereka nggak punya masalah besar apapun yang membuat mereka tidak bisa bersama.

Sesudah itu di akhir film ada satu cerita kilas balik hidup kedua tokoh utama, mulai dari jaman sekolah hingga masa sekarangnya mereka. Dan ada beberapa kalimat yang bisa bikin saya tersenyum sendiri:

"Sekali menoleh ke belakang, nampak senyuman dari seorang anak perempuan yang membawa jiwa anak laki-laki tersebut kedalam mimpi selama bertahun-tahun, terikat seumur hidup"
Inilah kalimat yang muncul menggambarkan awal mula perjumpaan mereka berdua. Dan emang bener, terkadang akan ada satu (atau beberapa orang) yang akan mengikat jiwamu hanya dengan senyuman. Senyuman dari seseorang yang terkadang bikin kamu tidak akan bisa melupakannya, karena senyuman itu adalah orangnya sendiri. Demikian juga dengan Ko yang akhirnya merasa bahwa jiwanya selalu ikut terbang ketika seorang perempuan yang ia cintai.
"Kalau kamu hilang,aku cari siapa untuk mengembalikan kenangan kita"
Iya bener iya. Sweet campur sedih iya :) Jangan biarkan orang yang memberikan banyak kenangan di hidupmu pergi. Itu aja.

Dan ternyata ya memang hidup ngga harus berakhir bahagia untuk bisa bikin kita hidup bahagia
Percaya deh, untuk bisa hidup bahagia kadang kita ngga harus punya cerita yang berakhir bahagia, bahagia itu terkadang hanya sesederhana melihat orang lain yang anda sayangi hidup bahagia. Ya, bahagia itu sederhana. #BahagiaItuSederhana.

sumber gambar: dari sini




8 comments:

  1. aku udah nonton juga
    yang cowok ini mirip rezky aditya nggak sih...
    :D

    ReplyDelete
  2. iya lha wong jangan2 kita dapet dari sumber yang sama mbak? sekre bukan? XD hahaa.
    he em beneeeer mirip! awalnya aku juga mikir gitu mbak haha.

    ReplyDelete
  3. si mbaknya malah kawin sama orang lain.. agak gimanaaa gitu endingnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. sabar ya sin XDD tapi bener kata2 si cowoknya itu. that's love :)

      Delete