Apa Lagi yang Kurang?

Banyak. Itu jawabannya.

Tapi sebelumnya yang saya tahu, saya punya banyak keberuntungan yang terjadi dalam hidup saya.
Apa lagi yang kurang?


Keluarga yang lengkap. Kedua orang tua yang perhatian, cenderung keras tapi mendidik anak- anaknya dengan baik dan penuh kasih sayang. Pengorbanan keduanya masi hsaya rasakan, abhkan sekalipun ketika kami jauh. Saudara kandung saya, adik laki- laki saya satu- satunya, tidak ada partner berantem hebat saya lebih dari yang satu ini. Mulai dari adu mulut sampai tonjok menonjok yang akhirnya bikin persaudaraan kami terasa sangat seru. ya, seru!
Apa lagi yang kurang?

Sekolah. Sekarang saya sudah hampir sampai di tahap akhir saya menjadi mahasiswa (semoga). Setidaknya kuliah saya lancar- lancar saja. Dari sejak pertama bersekolah di TK hingga akhirnya saya kuliah, tidak ada peristiwa yang nyaris membuat saya berhenti sekolah. Kalau saya boleh bilang, semuanya lancar. Semoga hingga akhirnya nanti.
Apa lagi yang kurang?

Tertawa. Setiap hari saya pastikan saya selalu tertawa. Mulai dari menanggapi hal biasa dengan tawa renyah hingga tertawa setengah mati. Mulai dari melemparkan lelucon garing hingga dilemparkan lawakan yang luar biasa lucunya. Tertawa bersama, tertawa sendirian, atau ditertawakan. Semuanya pernah. Tertawa hingga mata berkaca- kaca, sampai tertawa hanya karena tenggang rasa :)))
Apa lagi yang kurang?

Partners. Mulai dari kenalan, teman, sahabat, teen sekelas, temen sekolah, temen kuliah, partner macem-macem (in crime, love, fun, crazy, to hanging out with, to crying out, to keep the secret. LOL) semuanya punya. Bener- bener semuanya saya punya. Lengkap, semua sesuai suasana. Mereka, kamu, kalian, dia yang selalu ada untuk seorang Hanna entah bagaimanapun keadannya.
Apa lagi yang kurang?

Gadget. Saya punya gadget untuk kebutuhan saya masing- masing. Meski tidak sebanyak, selengkap, dan se-update punya yang lain, setidaknya beberapa gadget yang saya punya, sudah lebih dari cukup. Kehadirannya sudah membantu kehidupan saya selama ini.
Apa lagi yang kurang?

apa lagi yang kurang?

Meski saya maunya banyak, tapi saya bisa jawab dengan yakin: "Nggak ada"
Cuma perlu menyadari dan mulai mengingat juga berhitung kalau sampai saat ini saya masih bisa merasakan semua nikmat itu. Masih diberikan kesempatan untuk bisa berbahagia dengan semuanya itu.

Jadi, apa lagi yang kurang?
Bersyukur. Terkadang suka lupa bersyukur, lupa kalau hidupnya sudah enak, meski emang ga seenak orang lain, setidaknya hidup saya tidak menderita. Sudah, saya cuma kurang itunya aja, kurang bersyukur :)
Jadi, belajarlah bersyukur selagi masih ada waktu, karena emang berkat itu datengnya ngga terasa, tau- tau hidup kita nikmat aja, tapi kadang masih suka mengeluh dan membandingkan dengan orang lain.
Jadi, jangan kurang bersyukur :)))

Picture is taken from this site


Comments

Popular