The Distance


DEAR GOD- AVENGED SEVENFOLD

....
Miles away from those i love
Purpose hard to find
While i recall all the words you spoke to me
Can’t help but wish that i was there
Back where i’d love to be

Kamu mungkin belum tahu banyak hal selama ini. Bahkan beberapa hal yang akan kuceritakan kali ini. 
Mungkin terkadang kita terlalu letih untuk meniadakan jurang pemisah yang ada.
Kalau kamu mau bertanya, 'Kenapa?'
Akan kujawab, "Sementara ini dan entah sampai kapan, dari awal kita kan memang harus berjuang, sendiri- sendiri, terpisah satu dengan lainnya"
Dan malam ini disana, mungkin kamu sedang berpikir dengan kerasnya, mencoba berkonsentrasi untuk bisa kembali kesini bersamaku, meniadakan jarak untuk sementara waktu.
Ah seandainya, saya bisa ada bersamamu setiap waktunya dulu tentu tak perlu ada kopi dan cemilan keripik kentang yang ada di meja belajarmu dari dulu, saya akan menjadi teman pengusir bosan terbaikmu.
Ya seandainya bisa, kamu tak perlu lagi menyalakan alarm mickey mouse mu setiap satu jam sekali untuk memastikanmu tak jatuh terlelap, saya akan selalu mengingatkanmu, kalau bisa.
Ya itu seandainya, namun nyatanya saya masih disini, sedang menuju alam mimpiku, berdoa untukmu yang terpisah sekian satuan jarak.

Dear God the only thing i ask of you
Is to hold him when i’m not around
When i’m much too far away
We all need that person who can be true to you

Terkadang saya pun benci keadaan ini.
Seakan kita terpisah, jauh. Nihil tanpa keadaan satu dengan yang lainnya.
Namun pada kenyataannya kita kan memang terpisah, takkan kubantah hal itu.
Tapi kamu pasti akan menyanggahnya. Katamu, "Ah nyatanya kalau terpisah kita bisa saling melengkapi selama ini."
Mungkin kamu lupa, kalau diumpamakan kopi-susu, seperti minuman favoritmu, mereka tak akan bisa jadi 'kopi susu' jika tak berada dalam gelas yang sama.
Bahkan kita, tak hanya dalam gelas yang berbeda, disajikan pula dalam nampan yang berbeda.
Tapi tetap, gelas itu kopi dan satunya susu, bukan kopi- susu.
Terlalu jauh tapi buktinya kita bisa melangkah jauh sampai saat ini. 
Ah seandainya kau berada disampingku saat ini kan kubagi dukaku juga kuceritakan sukaku padamu.
Ya itu seandainya, nyatanya saat ini saya hanya bisa mengetahui kabarmu saja, setidaknya kau masih baik-baik saja disana.

And now i wish i’d stayed
Cause i’m lonely and i’m tired
I’m missing you again
Can’t help but think of the times i’ve had with you
Pictures and some memories will have to help me through

Memang banyak hal yang dapat membuatku setengah mati membutuhkan kehadiranmu. Namun tak bisa kupaksakan ketika begitu banyak halangan untuk bertemu.
Sekali lagi, jarak membuat kita bertekuk lutut.
Ah seandainya tak terlalu banyak kenangan tentangmu yang tertinggal bersamaku saat ini, mungkin saya bisa menjalani hari seperti biasa, berpura- pura tak membutuhkanmu lagi.
Ya itu seandainya, nyatanya foto dan semua hadiah darimu masih kupajang untuk sewaktu- waktu kuamati, kuanggap sebagai pengganti dirimu.

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish way
And how i miss someone to hold
When hope begins to fade

Ah sudahlah buat apa menyesali jarak, menghitung waktu, semua tak ada guna. Hari ini saya akan berkemas, mengenakan pakaian terbaikku untuk berjumpa denganmu.
Mungkin kamu masih ingat, waktu terakhir kita bertemu, ya pakaian yang sama dengan saat itu.
Sudah ingat?

Saat dimana saya malah tak dapat anggun dengan pakaian ini, berlari- lari mengejar bayangmu kala itu.
Dengan wajah yang sudah panik. Ah aneh sekali pasti ekspresiku saat itu. Bagaimana tidak, beberapa menit sebelumnya nomormu menelpon, kamu dirawat di rumah sakit. 
Bahkan saat kutemui, kau cuma berpura- pura baik- baik saja seperti biasanya.
Tapi sepuluh menit kemudian, kamu bilang "Aku sudah tak mampu lagi. Kita akan terpisah jarak mulai saat ini. Kau harus bersiap". 
Tangisku semakin menderu, dadaku berdegup kencang ketika tak dapat lagi menemukan denyut nadi di tanganmu yang kugenggam.
Perlahan tanganmu mulai dingin, tak lagi menyisakan kehangatan seperti genggamanmu yang biasanya.
Harus sirnakah semua harapan dan cinta itu hanya karena jarak seperti ini? Entahlah.
Sampai jumpa lagi nanti ya, sebentar lagi saya akan singgah ke rumahmu. Rumah abadimu.

gambar diambil dari sini


-HS-

Comments

Popular