Tuesday, September 4, 2012

Pintu yang (Tak Lagi) Tertutup

Dulu, dulu sekali pernah kusimpan sebuah ikrar yang telah kutautkan di dalam hati. Pernah berjanji tak akan pernah lagi mengubah kelabu menjadi warna malu-malu si merah jambu. 
Apalah arti kisah cinta, pikirku saat itu.
Yang kutahu hanya duka dan kelam.
Ah sudahlah, pikirku saat itu, mungkin seharusnya memang mendung akan datang, dan kemudian gelap mulai mencekam. Kemudian kuberjanji untuk menutup kisah itu, takkan lagi membukanya bahkan untuk kisah lainnya.
Enggan membuka jendela karena sepertinya badai akan datang menghadang.
Bayang masa lalu seakan mengikat erat kebahagiaanku di masa depan.

Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapapun itu
Semakin ku lihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu

Mungkin saya lupa tak selamanya lembah kekelaman akan menjadi sumber duka yang mendalam. Dan kemudian semuanya berubah. Mendadak. Serba tiba- tiba. 

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi le
bih indah

Mulailah muncul awan berarak, di langit biru yang selama ini begitu gelap dan suram. Mulai menumbuhkan setiap jenis bunga indah yang tak sungkan menari bergoyang kesana kemari dilambaikan oleh lembutnya angin di padang bunga itu.
Bahkan semburat warna yang dipancarkan dari indahnya mata itu pun tak hanya sekedar warna merah jambu yang indah, yang dahulu pernah kutemukan meredup di pancaran mata yang lain. Ia memancarkan lebih banyak lagi warna-warni. Menyemarakkan hari-hariku dengan kilauannya. Dengan setiap senyuman yang ada ia mulai mengembangkan kisah baru. Meninggalkan jejak- jejak yang berbekas indah di senyumku.

Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Hingga akhirnya saya yakin, takkan ada yang lebih baik daripada cerita kali ini. Takkan pernah ada yang bisa mengubah keputusanku, demikian pula ketika saya sudah mulai menyerah.
Namun saat itu ada sosok yang datang, mengubahnya.
Namun sosok itu tak sekedar mengubah, namun memperbaiki.
Namun ia mengubah keadaan terburuk menjadi keadaan yang tak pernah terbayangkan keindahannya sebelumnya.
Namun ia bahkan mengajakku untuk menulis cerita yang sama.
Dan kali ini saya begitu yakin, apalah dayaku menjalin kalimat- kalimat indah jika tak ada inspirasi terdalam itu, karena ternyata semuanya kuperoleh dari senyum di wajahmu.

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku

Mungkin iya benar, waktu tak boleh berjalan sama sekali saat kita dipertemukan olehnya. Sang waktu harusnya paham ketika ia sudah menyatukan dua insan, biarlah mereka yang mengatur waktu bagi mereka sendiri. Ah iya, itu seandainya bisa.
Tapi tak masalah, selama masih ada sang inspirasi itu di sekitarku. 

Kaulah yang terbaik untukku
Ku percayakan seluruh hatiku padamu

Dan kini saya percaya hanya padanyalah dapat kutitipkan segala kisah ini, beserta hatiku. Kelak mungkin ini akan berlanjut tanpa pernah kita tahu akhirnya.
Terima kasih karena kau telah menemukan cerita ini.
Terima kasih karena waktu yang kulalui kini bahkan tak terasa perputarannya jika kau ada disini.
Dan kau hadir merubah segalanya, menjadi lebih indah.....


inspired by Adera's song: Lebih Indah.
-Hanna Siahaan-

No comments:

Post a Comment