Musim Dingin Kedua

Ajari aku ’tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu


Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku
Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu
Hanya engkau yang mengerti, semua inginku

Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ’tuk bisa mencintaimu 


Mungkin hari ini semua akan terjadi.
Hari ini saya kembali menghadapi musim dingin yang sama.
Ah ya, semuanya sama dari sejak pertemuan pertama.

Mungkin kamu masih belum bisa mengerti banyak hal yang terjadi selama ini.
Banyak yang terjadi tanpa bisa kau mengerti mengapa semuanya berlalu begitu cepat.
Tapi, tunggulah kedatangannya, kelak ia takkan pernah ingkar janji lagi.

Kenapa kau harus berhenti tuk bisa mengajari tentang arti cinta
Betapa kasih yang mendasari semuanya itu.
Namun, kau masih saja diam di tempatmu, bisu, dan mengelak untuk menjelaskannya padaku.
"Ajari aku makna cinta", pintaku. Tapi kau kemudian berlalu, mencari jawabannya entah kemana.
Katamu, kau akan berguru hingga ke ujung dunia, dan ke tempat yang bahkan tak kau tahu arahnya.
"Tunggu aku, kelak aku akan menemukan jawaban terbaik bagi pertanyaan singkatmu", janjimu.

Sejauh apa sudah pencarianmu?
Ini sudah musim dingin yang kedua.
Sudah berapa waktu yang kau habiskan dalam pengembaraanmu?
Sudah berapa banyak jawaban yang kau peroleh?
Akankah semua jawaban itu cukup? Entahlah saya pun tak pernah tahu.
Entah betapa sukar sebuah kasih yang bisa dibalut bermacam rasa itu untuk dijabarkan, diajarkan maknanya.
Tapi kemudian kau menyanggahnya, katamu kau tak perlu rangkaian kata untuk mendeskripsikan cinta, maupun kasih.
Katamu kau tahu jawabannya, katamu kau sudah mendapatkan jawabannya setelah musim dingin kedua ini.
Namun, kau belum sempat bergegas menemuiku untuk memberitahuku dan mengajarkanmu artinya. 
Ajari aku semuanya, kataku.
Dan akhirnya kau menutup pertanyaanku, katamu, "Mari kutunjukkan apa itu kasih dan cinta melalui hidupku" ujarmu, sembari mengulurkan tangan.
Saya tersenyum, rupanya kau belum dapat menemukan kalimat yang pas.
Kau jawab senyumku, "Maaf jawabanku tak bisa terangkai dalam kata, kasih dan cinta adalah bagaimana cara bersikap" ujarmu mantap.
Dan kita melangkah bersama.

Inspired by: Adrian Martadinata's Song- Ajari Aku

-HS-

Comments

Post a Comment

Popular