Sunday, April 1, 2012

Salam dari Solo


Dear roommate from Madura..

Hai kamu yang tidur di kasur sebelahku tadi malam. Maaf semalam saya harus mengganggu nyenyak tidurmu dengan suara-suara ribut dan ceriwisan khas dari para wanita. Maaf juga semalam saya harus mengundang kedua temanku untuk bergabung di kasurku. Karena semalam kami sebenarnya sedang mengerjakan tugas kami, yang dengan sangat terpaksa harus kuboyong ke Bogor.

Ah iya sebenarnya tadi malam saya ingin mengajakmu bicara. Berbincang- bincang mengenai kota tempat tinggalmu, Madura. How’s there? How’s the weather? How’s the culture and etc. Tapi nampaknya deretan acara yang tadi malam terlalu membuat kita jatuh stamina, tak mampu lagi untuk terjaga barang sedikitpun begitu melihat kasur. Hmm sebenarnya sih saya juga menyimpan rasa rindu terhadap bantal-kasur yang putih bersih itu yang nampaknya empuk, tapi aku belum bisa meninggalkan tumpukan tugas ini begitu saja. Dan begitulah adanya ketika kedua temanku datang ke kamarku untuk mengerjakan proposal sakral itu.

Malam itu, sebenarnya saya mencoba menyisihkan rasa kantuk dan lelahku ketika datanglah party dadakan semalam. Pesta popmie, dan saya pun memboyong keripik tempe, kue, air mineral beserta biskuit ke dalam kamar. Oh iya room mate, maaf ya kalo kamar agak berantakan biasalah cewek rada barbar sedikit kalo lagi laper tengah malam gitu.

Hei roommate, bukannya saya enggan ataupun pelit berbagi kisah ataupun makanan cemilan penghilang galau laper itu, tapi saya tak tega membangunkanmu. Tidurmu terlihat begitu nyenyak, mungkin terlalu capek.
Hai roommate, salam kenal dari Solo ya J

Your roommate, Hanna.

*surat ini saya tulis saat kelas #LLD (Local Leaders Days) @AkademiBerbagi di CICO Ressort, Bogor. Kelas menulis narasi kali ini diisi oleh @ndorokakung, dan sudah dibahas serta ditertawakan bersama dengan ikhlas segala konten di dalamnya

Selamat Menulis, tweeps -@hannaahan

No comments:

Post a Comment