PULANG

Selalu ada keharuan ketika terucap kata itu, menyingkap segala keputusan penting di pekan ini.
Keputusan untuk pulang dan konsekuensi di belakangnya seakan tak pernah bisa terlepas.
Saya akan pulang, maka sepertinya akan ....
Yah banyak memang resiko untuk kembali pulang saat ini, seakan semua tugas dan tanggung jawab itu tak rela ditinggal sejenak oleh sang pengembannya.

Dan akhirnya...
PULANG
Terlakon sudah hal itu.
Membawa senyum bahagia ketika kembali ke tempat kau dibesarkan, yah layaknya kalian ketika seakan kembali dibawa ke masa kanak- kanak kalian dulu.
Menarik nafas, mencoba merasakan padat debunya sedikit di celah paru- paruku.
Hanya berharap saja dengan demikian lintasan kenangan masa kecilku, masa sekolahku yang lalu akan membekas sedikit di otakku. Ya, sekedar mengembalikan memori saja.

Pulang, dan kembali ke pangkuan ibunda.
Duduk bercerita, bersenda gurau bersama. Meski telah lama terpisahkan oleh jarak, namun begitulah ibu dan anak saling melepas rindu, bercengkrama tanpa tahu waktu. Saling bercerita mengenai apa yang masing- masing telah kami lewatkan selama waktu berjalan.

Pulang.
Tak selamanya menyatakan kekalahan. Saya pulang, hanya melepas apa yang seharusnya terkubur dan menjadi kenangan. Bagiku, pulang tak sekedar ritual.
Pulang adalah mengupas kembali perlahan- lahan kenangan yang pernah saya lalui di tiap jejak langkah tempat yang terlintas.
Tapi tiba- tiba saya tersadar, pulang itu bukan kegiatan yang bisa terus menerus dimaknai. Bayangkan jika kau hampir setiap harinya melakukan kegiatan itu.
Berangkat pagi- pagi dan ketika waktunya tiba, waktu habis kau akan pulang, rutin!
Rutinitas bagi saya tak bermakna apapun, maka saya menjaga jeda waktu untuk ritual PULANG tadi.
Menjaga agar ada keharuan yang terbersit ketika sudah menentukan tanggal kepulangan. Menjaga agar banyak cerita yang kau simpan untuk kau bagikan di sana. Menjaga agar PULANG menjadi begitu bermakna.

Pulang bagiku kembali ke rumah.
Rumah? Ya! Rumah, tempat berkumpulnya orang orang yan kau cinta, dan orang yang mengenalmu, juga sebaliknya.
Dan selalu saya suka adalah: "Kapan kamu pulang?" "Sudah lama nggak pulang"
Kalimat itu, yang selalu menyuruhku kembali, untuk PULANG.

Salam hangat,
Hanna Siahaan
-@hannaahan-

Comments

Popular