Kolaborasi Cerita Indah

saya selalu menyukai ruang hampa yang ada.
saya suka melihat ada hampa dan spasi diantara itu. dan berharap kalian tak pernah sadar akan adanya kehampaan lantas menyerah, mencoba keluar dengan segala usaha yang kalian ciptakan, untuk bisa terbang.
saya ingin mengajakmu kembali berpijak, di tanah ini. tak akan melepaskanmu untuk pergi begitu saja.
meraih tanganmu, membawa kakimu berlari- lari kecil di taman kota.
mengajakmu untuk mulai mencoret-coret sketchbook mu, mulai melukskan keindahan lembayung senja yang pernah kita lihat terpisah. juga mulai menarasikan cerita yang indah, tentang kita.

saya tak ingin sekedar menjadi benda yang ada di sekitarmu.
kalau bisa saya menjadi bagian yang utuh dari dirimu, tak hanya ada dan terlihat namun terasa.
menjadi bagian dari nafasmu.
menjadi sesuatu yang tak bisa kau lihat begitu saja, namun bisa kau rasakan.
menjadi sesuatu yang terlihat sepele, namun sangat kau butuhkan
menjadi sesuatu yang ada di dalam dirimu, bagian dirimu dan lebih dari sekedar mengenal dirimu
menjadi sesuatu yang tak terpisah dari dirimu, jadi takkan ada ruang hampa, spasi, jarak diantaranya
menjadi sesuatu yang juga membutuhkan sosok insan untuk bisa berdiam di dalamnya, agar bisa berguna.
ya bukankah nafas memenuhi kesemuanya?

bisakah? mampukah kau tuliskan semua cerita itu yang telah kususun baris per baris dalam draft nya.
menuliskan semuanya itu dan kita biarkan ceritanya sambung menyambung, dimana saya dan juga kamu bergantian menulisnya bait per bait.

kemudian begitulah saya mulai menyukai baris- baris ceritamu, menjadi penggemar nomor satumu yang selalu setia menunggu kalimat- kalimat ajaib pelipur lara itu. kalimat yang kau tulis dalam bentuk 140 karakter.
atau malah kisah yang kau tuturkan panjang lebar tiap minggunya.
saya menunggu semua kisah itu dapat kau ceritakan sendiri kelak.

dan pada akhirnya mungkin kita harus tak dapat bertemu saat itu.
ketika waktu terpisah 1 hari, 24 jam yang tak bisa mempertemukan kita setidaknya di kota yang sama.
begitulah cara saya mengenangmu, mencoba mengabaikan kebetulan- kebetulan yang ada, mencoba mengabaikan hambatan lainnya.
ini nyata, karena saya pernah melaluinya. kau dan saya menjadi penggemar sajak kecintaan seorang penyair. lantas masing- masing dari kita mulai berani untuk menunjukkan karya.
semoga tak hanya sekedar karya pribadi, saya ingin kita berkolaborasi, menjadi satu dan padu. indah bukan?
menjadi satu dan bagian darimu, menjadi nafasmu

kapan kita bertemu lagi, hei kamu?
dari ribuan kilometer yang tercipta.

Ps: tantangan dari @ichiiii untuk menulis sebuah postingan telah saya penuhi dengan di poskannya tulisan ini. Semoga @ichiiii puas, bisa tersenyum. semoga tulisan ini menyiratkan makna mendalam bagi siapa saja yang membacanya.

-Hanna Siahaan-
@hannaahan

Comments

Post a Comment

Popular