(Biarkan) Tanpa Judul

Ada banyak kata yang tak terucap.
Dan ada banyak cerita yang hanya tersimpan di dalam hati bercerita hanya melalui getaran yang bergerak dalam diam. Ada kata dalam diam yang tersimpan di leher kita asing- masing, menunggu untuk dikeluarkan seperti amunisi dari sarang pistolnya.
Tapi siapa yang mendengarnya? Tak ada, karena ia tak butuh didengar. Dan ternyata hidup tak berakhir begitu saja, seiring dengan muramnya kisah yang kau dapat kali ini. Kita dulu mungkin memang pernah belajar untuk merangkai, menggenggam, dan mengerti. Mencoba merangkai kata yang kuucap dengan kata yang kau ucapkan. Mencoba menggenggam jari-jarimu di sela jari-jariku. Saling mengerti sifat dan keinginan masing- masing kita.
Namun kemudian cerita berubah. Karena memang tak seperti apa yang kita inginkan, terkadang hidup berubah jalannya. Akhirnya pun tak seperti akhiran yang kamu inginkan, apalagi saya.
Ya dan semuanya akan baik- baik saja. Baik- baik saja, karena nyatanya hidup terus berlanjut, langit tetap biru dan akan gelap pekat saat hujan akan datang.
Ada saatnya saya seperti harus memilih, terjebak diantara pilihan yang menjemukan. Tergoda untuk mengingatmu lagi atau hanya mencoba belajar dari semua cerita cerita indahmu tanpa pernah memperdulikan kehadiranmu. Namun saya tak seperti aktris papan atas kelas dunia, berpura-pura saya tak sanggup.
Tapi pasti, saya yakinkan diri saya sendiri tak akan pernah lagi mencoba tergoda akan imajinasi. Saya yakin imajinasi tentangmu di kepalaku hanya semu. Semua tak akan terwujud, hanya melebihi anganku. Dan beginilah seharusnya hidup. Tak selamanya ia seturut dengan kehendakmu, namun ada kalanya kau akan melonjak kegirangan saat kau tahu hal yang terjadi bahkan tepat sesuai perkiraanmu.
Bukankah hidup akhirnya harus menampakkan kuasanya? Saat yang tak mampu melihat kejatuhan dirinya, maka ia adalah orang yang gagal melihat masa depan.
Sampai kapan cinta akan berhenti berlari? Sampai ia terhenti pada satu tempat dimana kakinya tak akan pernah merasa kuat lagi untuk berjalan. Bukan karena terlalu lelah, namun karena ia enggan meninggalkan apa yang telah ia temukan di hadapannya. Cinta akan ragu berpindah dan berlari kembali hanya karena ia tak yakin apakah kelak jika ia berlari lagi ia akan menemukan tempat senyaman saat ini.
Tanpa drama, tanpa kepura- puraan, tanpa niat yang tak baik akan membawa kita kembali pada apa yang kita inginkan, maka jika kamu terlalu lelah untuk berusaha, berhentilah.

Dan inilah tulisan yang kutulis sekuat dayaku melawan rasa kantuk, namun dengan keinginan yang besar untuk menulis. Supaya tak ada jeda diantara rindu rindu yang bertebaran itu, masih terlalu panjang jalannya untuk bisa berhenti, namun harus kuhentikan langkahnya agar kelak saat jatuh, ia tak pernah merasa termiliki.

Comments

Popular