Wednesday, February 1, 2012

Untuk Yang Kasihnya Tak Berbatas

Surat ke 19 ini kutujukan kepadamu...

Orang yang bangun paling pagi setiap harinya, namun
Orang yang baru akan membiarkan dirinya terlelap paling akhir diantara orang-orang tersayangnya.
Orang yang tak akan pernah menampakkan tangisnya walau masalah dan perih mendera
Orang yang selalu bisa mengontrol amarah dan emosi saat banyak yang menguji sabarnya
Orang yang tak pernah berhenti menceritakan cinta dari hidupnya

Kepada ia yang tak pernah menampakkan letih di wajahnya.
Kepada ia yang selalu memberikan suapan pada terkasihnya langsung dari piringnya.
Kepada ia yang memberikan curahan sayangnya saat yang terkasihnya sakit, dan banyak pinta
Kepada ia yang tak ada protes saat anaknya rewel, hanya mencubit pipi gembil itu dengan mesra
Kepada ia yang seakan tak pernah berpeluh mencari nafkah
Kepada salah seorang wanita pejuang di tengah kerasnya debu ibukota
Kepada ia yang selalu menyebut namaku dalam tiap doa yang dipanjatkannya
Kepada ia yang selalu menomorduakan dirinya setelah yang terkasihnya

Untuk yang rasa kasihnya tak pernah bisa kubalas setimpal
Untuk yang perjuangannya membesarkanku dengan segenap ketangguhannya
Untuk yang mengajarkan segala perkara budi pekerti dan segenap kebaikan hati
Untuk mengajarkan dengan memberikan contoh betapa murninya arti sebuah ketulusan
Untuk yang terkadang lupa kuberi kata cinta setiap pagi ia menyapaku ketika membuka mata
Untuk yang selalu mengingat hari ulang tahun tiap yang terkasihnya

Wahai ia yang menimbulkan kelegaan ketika ia tersenyum, tanda tak ada perkara besar di hari nya
Wahai ia yang membantuku melewati hari-hari yang berat
Wahai ia yang selalu ada di tiap hari istimewaku, membuat semuanya terasa bermakna.
Wahai ia yang saya tahu menyimpan kekhawatiran saat buah hatinya jauh
Wahai ia yang selalu bisa mengirimkan doa dan perhatian melalui panggilan telepon dan pesan singkatnya
Wahai ia yang selalu berhasil membagi waktu antara mengurus keluarga dan bekerja
Wahai ia yang khawatir saat jarak membagi perhatian ia dan sang buah hati
Wahai ia yang memiliki rasa percaya yang begitu besar padaku, namun terkadang sering kusiakan

Kepadamu-lah suratku berlabuh, kepada seseorang yang kupanggil:  MAMA.


Ketika tak ada kata, perhatian, sikap, sayang, dan janji yang lebih tepat dan meyakinkan untuk mengganti seluruh besarnya perjuangan dan kasihmu padaku, yakinlah bahwa aku menyayangimu, sangat menyayangimu.

Salam hangat dari jauh,
ananda, Hanna Siahaan

No comments:

Post a Comment