Perjanjian dengan Waktu

Surat kepada sang Waktu.
Yang di dalamnya menyimpan banyak kuasa akan cepat lambatnya sebuah masa

Hari ini, masih berjalan seperti biasanya.
Waktu masih sibuk berjalan kesana kemari, meninggalkan setiap tubuh yang tak siap akan perubahan.
Ada kalanya senja tak akan pernah berhasil memutuskan asa sang awan.
Demikian hal nya dengan jingga yang tak akan pernah menyurutkan tiap mimpi-mimpi masa mudaku.
Kau tahu, bahkan sederet aksara yang kuungkap kali ini pun tak akan pernah sanggup bercerita.

Hari ini, mungkin di sisa hari, sang waktu akan bergerak perlahan melambat.
Saya pun berharap demikian, sesungguhnya masih banyak derap langkah kaki yang harus kutempuh, masih banyak kisah yang akan kuceritakan, masih banyak mimpi yang belum kurajut.
Dapatkah saya membuat perjanjian dengan waktu?
Agar ia tak bergerak, namun semua manusia di bawah kuasanya bisa bergerak bebas.
Bagaimanakah rasanya bebas? Berlari kesana kemari tanpa khawatir terenggut oleh sang waktu.
Bolehkah saya memintanya untuk berhenti, hanya sementara saja.
Kalau kau ingin tahu alasanku, simaklah.

Ada kalanya setiap dari kita ingin diam sejenak, melupakan waktu yang berjalan cepat
Menikmati saat- saat bersama yang terkasih.
Duduk diam, menatap yang dihamparkan di hadapanmu
Ada kalanya kau tak pernah bisa ikhlas menangkap masa-masa yang telah berlalu dengan indah
Terkadang kau hanya ingin mengukir masa kini sama atau bahkan lebih indah dari masa lalu
Yang terpenting, saya tak ingin membiarkan semuanya berlalu begitu saja
Saya ingin mengukir kenangan terindah, menikmati sisa waktu
Saya ingin bersepakat dengan sang waktu
Agar ia dapat berjalan perlahan, membiarkan semuanya berlalu indah
Semoga ia menjadikan hari ini indah, meski bukan ini yang terakhir
Semoga saya belum terlambat untuk meninggalkan senyuman

Terima kasih,
Hormat saya,
Sang penunggu waktu

Comments

Popular