Thursday, January 19, 2012

Untuk Pemilik Senyum Terindah

Kepada pemilik senyum terindah di pojok sana...
Ah iya kenapa kamu selalu mengambil tempat disana? di sebelah sopir bus besar (yang dulunya) kebanggaan ibukota ini?
Terserahlah mau apa jawabmu, saya hanya menikmati senyumanmu, menikmati setiap hentakan kecil kepalamu yang sembari mendengarkan lagu dari gadget kecil di sakumu, sepertinya asyik.
Senyum indahmu rasanya membuatku lupa sejenak akan betapa macet dan betapa menyebalkannya macet di ibukota itu. Lupakanlah macetnya ibukota, karena tak akan habisnya waktu membahas hal itu.

Dan ketika mencoba mengingat- ingat, ternyata ini sudah lebih dari ketiga kalinya kita berada dalam bus berpendingin ruang berwarna abu- abu ini. Bagiku, semesta berkonspirasi. Iya, meski cuma segitu doang. Nampaknya kamu dan bus abu- abu ini sudah akrab sekali ya, sepertinya sudah menjadi aktivitas sehari- hari untuk berada dalam lingkup macetnya Jakarta. Tak mengerti ketika kamu mulai tersenyum lagi membaca buku yang digenggam tangan kananmu sementara tangan kirimu berpegang ke tiang besi itu. Manis. Senyummu, bukan tiang besinya.

Kenapa ya senyum terindah itu hanya sebatas senyum, tak pernah terlihat mengeluarkan sepatah kata pun?
Ah ingin rasanya membingkai senyum itu, mengukirnya menjadi kenangan, menyimpannya rapat- rapat agar jangan sampai hilang. Sebagai obat bete dan muram, ya kali aja bisa. Senyum terindah dari seseorang yang sepertinya tak pernah mengalami sedih sekalipun dalam hidupnya. Happiness is yours.


Sayang sekali ya, terkadang memang apa yang kita inginkan tak selalu terkabul terus menerus. Dan bus besar ini, entah kenapa rasanya cepat sekali sampai di tujuan. Sayang sekali juga karena saya lah yang harus turun terlebih dahulu. Kalau bukan karena ada kepentingan, saya akan melanjutkan perjalanan, bahkan sampai di halte pemberhentian terakhir. Cuma demi memenuhi ke-kepo-anku, kamu turun dimana. Ya segitu kepo nya.


Kata orang kalau rajin senyum, berarti bahagia, tanpa beban hidup. Apa memang begitukah adanya hidupmu? Menyenangkan sekali! Atau kamu memang terlahir dengan sifat periang? Banyak tanya ya? Hahahaa, biarlah karena memang sejujurnya ketika melihat senyummu lebih banyak lagi tanya yang tersimpan disana, misterius namun indah.

Halo, pemilik senyum terindah, siapakah namamu?
Mau ajari saya untuk bisa tersenyum bahagia?






-Dari seorang penggemar senyummu-

No comments:

Post a Comment