Monday, January 16, 2012

Rainy Love Letter

Hari ini ingin kembali menulis seperti biasanya.
Tapi saya teringat 'surat cinta' yang saya jadikan cerpen.
And here i go...

Hey dear you,
terima kasih untuk semuanya loh :')
thank you for the empathy,
for the life lessons, love lessons :p
for the smile, the attention.
for the questions, and the answer

Hey dear you,
terima kasih untuk menemani saya dengan segala kesabarannya.
sabar menjawab pertanyaan saya, meladeni kekonyolan saya.
Terima kasih untuk cerita yang indah, meski indah itu tak selamanya happily ever after
Untuk segala bantuan dan saran- saran yang terkadang ada di saat saya butuh itu, kadang- kadang juga kau memberinya dengan sukarela meski tak saya minta, mungkin memang hobi bicara saja :D

Hey dear you,
surat ini sih emang bagusnya ditulis tangan ya,
dikirim langsung ke rumahmu, dipastikan langsung sampai ke tanganmu dan kamu baca sendiri.
Tapi,
itu terlalu sweet.
we're just not that sweet.
Ditulis tangan memberi kesan yang mendalam.
Sama seperti perkenalan ini kesannya mendalam, terangkai indah bersama kenangan dengan orang- orang lainnya dan tak hanya kita.
Ya, tak hanya kita.

Hey dear you,
tapi waktu terus berjalan ya, jadi dulu dan sekarang jelas berbeda.

So, how'd you do there, dear you?



-Hanna Siahaan-

No comments:

Post a Comment