Monday, January 30, 2012

BROMO and 660 minutes

Hai kalian!
660 menit terlewati bersama.
Saya rindu, ingin segera bertemu kembali.
Ingatkah 660 menit yang menyenangkan itu?
Bersama mendaki, berjalan, menentang terjalnya perjalanan, melewati beratnya medan yang ditempuh, berpeluh bersama.
Ketika nafas mulai terbatas, udara nyaris menjadi barang terlangka saat itu, saya ingin menyerah!
Saat langkah kaki juga tak mampu bisa melangkah lebih jauh, saya ingin berhenti.
Tapi saat itu, tepukan tangan dipundakku sembari meneriakkan kata pengobar semangat.
Saat kau menawarkan tanganmu, kuterima tantanganmu meski nyaris separuh nyawa terlewat.
Saat kesusahan, bukankah seorang teman bisa menjadi saudara sekaligus?
Tak ada lain yang bisa disyukuri selain bisa menyaksikan indahnya surga dunia di Bromo bersama kalian.

Kau tahu udara dingin saat itu pun bahkan tak mampu mengobarkan semangatku.
Karena saya tahu semakin panjang perjalanan yang saya tempuh maka semakin lama waktu yang kuhabiskan bersama.
Saat itu tak ada lain hal yang bisa kupinta, hanya : semoga waktu bisa berhenti.
Tapi itu bukankah tak mungkin?
Yang terindah selama waktu petualangan kala itu adalah menghabiskan indahnya fajar, tajamnya udara dingin menusuk tulang dan melewatinya bersama.

Wajah yang bersemu merah kedinginan, bibir yang pucat, berjuang melawan cuaca dan udara yang tak bersahabat masih baik terekam di otak ini.
Your long coat, your smile, your sweet act, your gentleness, the smoke, the savannah, the edelweiss.
 i can remember all of those moments. and i can remember you :)






Well, i miss you already.
When we will meet again, guys?
Kapan kita kembali ke Bromo?

Salam hangat dari saya untuk teman perjalanan yang luar biasa!
-HS-

No comments:

Post a Comment