Gadget Pembunuh Waktu

Saat ini, ketika saya sedang berada di boarding room di bandara Adi Sucipto, Jogjakarta saya mengamati sebagian besar orang terlihat sibuk dan asyik dengan gadgetnya masing- masing. Tadi ketika masih di Prameks bahkan hampir semua orang terlihat menggenggam handphone mereka masing- masing. Pada kedua peristiwa itu, semua terlihat memainkan handphone nya, yang entah hanya mengutak- atik isi gallery foto, memainkan lagu, atau berkomunikasi dengan temannya. Bahkan tak hanya handphone, selain saya masih ada beberapa orang lagi yang sedang asyik bermain dengan laptopnya.
Belakangan, tablet yang semakin tipis dan praktis untuk dibawa kemana- mana menjadi andalan sebagian anak muda untuk membunuh waktu, menghilangkan rasa sepi disaat mereka harus menunggu.
Saya akui, bukannya saya tak suka mengeluarkan handphone dan mengutak atiknya saat harus menunggu, namun ada kalanya saya tersadar. Ada kalanya saya lebih memilih untuk duduk diam, mengamati orang- orang di sekitar saya saat harus menunggu.
Saya bahkan sudah lupa, bagaimana kisahnya saat  harus menunggu dan berusaha mati- matian membunuh waktu saat belum punya gadget-gadget canggih tersebut. Yang pasti dulu dan sekarang memang berbeda. Benar kata seorang dosen saya, manusia sekarang akan sangat takut terhadap kesepian, tak mau menunggu di dalam sepi saat ia harus sendirian. Kalau mau diamati, ketergantungan terhadap handphone, atau smartphone, tablet, laptop, pemutar musik dan aneka ragam gadget lainnya juga turut mempengaruhi latar belakang mengapa seseorang memilih untuk tidak hanya duduk diam, melipat tangan, dan mengamati sekitar.
Saya menyadari kalau handphone saya bahkan tak pernah jauh dari saya, selalu berada dalam jangkauan genggaman tangan saya. Dan bahkan saat saya sedang berbicara dengan orang, kadang sambil nyambi main handphone.
Belakangan, saya mulai mencoba mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Ya, bagi saya itu buruk, karena saya tak pernah mau merasa terikat dengan gadget- gadget yang ada. Bagi saya, itu hanya akan menjadi penghalang komunikasi saya dengan orang- orang di sekeliling jika saya melanjutkan kebiasaan tersebut.
Saat SMP hingga SMA dulu kalau ada jam pelajaran kosong saya kebih suka duduk di kursi saya, dia, dan mengamati teman- teman saya yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang dandan, ngobrol, tidur, makan, mainin handphone nya sementara saya hanya mencoba menebak- nebak apa yang sedang mereka pikirkan dan menganalisis sifat orangnya. Psikologis sekali memang!
Dan kali ini, saya mencoba kembali menjauhkan handphone saya, mencoba mengamati kembali orang- orang di sekitar saya, mencoba membangun interaksi dan hubungan 'kemanusiaan' yang manusiawi dengan orang- orang di sekitar saya. Kembali melatih awareness saya terhadap lingkungan, karena memang mengasyikkan untuk menebak karakteristik seseorang melalui aktifitasnya.
So, goodbye for a while my gadgets. i'll have my nice flight now.
i'll be home this night and for the several next days!


Salam,
Hanna Siahaan

Comments

Popular