Ada Ikhlas di Balik Ucapan Syukur






Ada satu cerita yang menarik saat kebaktian Minggu kemarin. Jadi ceritanya ada seorang ibu penjual pecel di sebuah tempat rekreasi. Nah suatu ketika ada rombongan keluarga besar yang membeli pecel nya. Sebenernya sih memang masih banyak penjual pecel lain di dekat si ibu itu, tapi mungkin keluarga itu milih secara acak aja, karena kelarga tersebut sebelumnya memang tidak pernah makan disana. Tidak berapa lama kemudian, ada rombongan keluarga yang lainnya menghampiri ibu si penjual pecel itu. Mungkin karena dikiranya banyak orang yang beli= dagangannya enak, laris, maka mereka berencana makan disitu juga. Tapi tahukah kamu apa yang dibilang ibu itu?
"Kalian makan disana aja, itu temen saya juga, dia belum laku sehari ini. Semua penjual disini bumbunya sama, jadi rasanya sama"
Sebuah hal yang tidak aneh memang, tapi sudah jarang sekali bisa kita temui. Bagi- bagi rejeki. Ya, dia rela membagi rejeki nya dengan teman se profesinya. Ketika ditanya dengan alasan apa ia menolak rejeki berganda ini, singkat jawabnya:
"Saya belum tentu bisa melayani mereka semua, tidak ada salahnya saya berbagi dengan teman saya."

Dan kalian tahu, sebenarnya tidak sulit mengucapkan serangkaian kata tersebut. Namun, bagai jodoh yang melenggang begitu saja, butuh KEIKHLASAN yang tak bertara untuk bisa MELEPASNYA.
Apa anda yakin anda bisa seikhlas dan sepenuh hati melepas rezeki anda? Mampukah anda di tengah keterbatasan yang anda miliki, untuk bisa bersyukur dan berbagi dengan orang lain?
Nyatanya kejadian yang paling sering terjadi, saat anda berada dalam keadaan terpuruk sekalipun, satu hal dominan dalam pikiran anda adalah; Bagaimana cara saya untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini?
Dan tidak pernah terpikir sekalipun bagaimana caranya untuk bisa bersyukur di dalam kondisi terburuk anda sekalipun.
Dari sepenggal kisah diatas, saya menyimpulkan hanya orang yang benar- benar mampu bersyukur di dalam kesusahannya-lah yang dapat memikirkan nasib sesamanya. Karena memang hal yang sangat sulit dilakukan di dunia ini adalah berterima kasih dan bersyukur atas kehidupan yang telah anda jalani.
Anda butuh keikhlasan yang benar- benar tulus untuk bisa memahami, bahwa setiap perkara yang terjadi dalam hidup anda hanyalah sebuah batu loncatan untuk bisa membuat anda semakin kuat untuk bisa melaju ke tahap selanjutnya.
Orang yang mengalami kesusahan, yang hidupnya tidak berkecukupan sekalipun mampu bersyukur. Lantas saya kembalikan pertanyaan kepada diri saya sendiri. Dengan keadaan saya seperti ini, yang hidup berkecukupan (meski tak berlebihan) sudah mampukah saya meninggalkan segala keluh kesah, dan kemudian bersyukur?
Lantas sudah mampukah anda bersyukur atas hari ini, atas hidup anda selama ini, termasuk atas masalah- masalah yang anda alami? Setidaknya ingatlah, betapapun sulitnya hidup anda, masih banyak sekali orang yang hidupnya jauh lebih susah dari anda, namun mereka hidupnya terasa tanpa masalah, tetap bahagia. Apa rahasianya? BERSYUKURLAH!

Tetaplah Tersenyum,

Hanna Siahaan

Comments

Popular