Saturday, December 31, 2011

2011: dan sukacitanya

Hitungan jam lagi maka kita bakal melewati tahun 2011.
Kalau saya boleh kilas balik kejadian- kejadian selama setahun ini, maka dipikir- pikir 2011 termasuk salah satu tahun terberat yang pernah saya lalui.
Tapi tetap aja sih, kalau boleh di rating, 2010 raja nya tahun terberat hehee.
Tapi (lagi) saya nggak pernah menyesal sudah bisa menjalani tahun 2011 ini, komplit sekali pelajaran yang bisa saya dapet. Pelajaran tersulit di 2011 ini menurut saya adalah mencoba untuk bisa ikhlas.
2011 dan sukacita karena sakit. sakit cacar dan jatuh dari motor yang kedua-duanya harus membuat saya beristirahat lebih dari seminggu, di kos terus. Kejadian yang hanya berselang sebulan ini membuat saya sadar betapa penyakit itu juga bisa dateng kapan aja, dan sadar! kesehatan itu jauuuh lebih mahal daripada apapun yang ada di dunia ini, obat untuk sehat itu ternyata mahal cing!
Sukacita karena tiba- tiba saya sadar Tuhan memberikan banyak pelajaran berharga dibalik kesulitan yang saya alami. Yah bahkan ketika tugas- tugas menumpuk, tanggung jawab harus dikerjakan, harus memperhatikan kondisi kesehatan juga hingga akhirnya semua berbuah pikiran yang tak kunjung usai dan malah memenuhi benak saya berhari- hari lamanya. Tapi setelah itu saya tahu, cobaan akan membuat kita belajar dan kebal nantinya :)
Sukacita karena sekalipun banyak berita yang tak menyenangkan yang harus saya dengar (atau ketahui tanpa saya inginkan), tapi malah membuat saya berjalan lebih kuat lagi menghadapi kenyataan. Bersyukur juga banyaknya cobaan kali ini tak membuat saya jatuh terlalu lama. Intinya, tak terlalu banyak tangisan di tahun 2011 ini hehe, masih lebih banyak di 2010.
Berantakan parah seluruh resolusi 2011 yang saya susun, hanya segelintir yang bisa tercapai. Karena di tengah- tengah tahun saya kehilangan semangat untuk mengejar harapan dan cita- cita yang saya susun. Bahkan saya harus bisa berlapang dada selapang-lapangnya, ikhlas banget pokoknya untuk bisa merelakan semua kesempatan (yang sekiranya emas) yang sudah saya lewatkan.
Ada beberapa orang yang datang dan pergi dalam hidup ini, demikian juga saya. Ada yang bolak- balik malah hahaa. Dan sekali lagi, saya harus ikhlas untuk bisa merelakan orang- orang yang pergi atau ikhlas mengenal orang-prang baru yang unik sikapnya yang kadang suka bikin kesel.
Saya yakin, betapapun beratnya cobaan kali ini, hingga akhirnya saya bisa sampai di ujung tahun semuanya karena Tuhan tak pernah meninggalkan saya barang sedetikpun. Cobaan yang ada membuat saya semakin kuat.

SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2012!

hanna siahaan


Friday, December 23, 2011

Gadget Pembunuh Waktu

Saat ini, ketika saya sedang berada di boarding room di bandara Adi Sucipto, Jogjakarta saya mengamati sebagian besar orang terlihat sibuk dan asyik dengan gadgetnya masing- masing. Tadi ketika masih di Prameks bahkan hampir semua orang terlihat menggenggam handphone mereka masing- masing. Pada kedua peristiwa itu, semua terlihat memainkan handphone nya, yang entah hanya mengutak- atik isi gallery foto, memainkan lagu, atau berkomunikasi dengan temannya. Bahkan tak hanya handphone, selain saya masih ada beberapa orang lagi yang sedang asyik bermain dengan laptopnya.
Belakangan, tablet yang semakin tipis dan praktis untuk dibawa kemana- mana menjadi andalan sebagian anak muda untuk membunuh waktu, menghilangkan rasa sepi disaat mereka harus menunggu.
Saya akui, bukannya saya tak suka mengeluarkan handphone dan mengutak atiknya saat harus menunggu, namun ada kalanya saya tersadar. Ada kalanya saya lebih memilih untuk duduk diam, mengamati orang- orang di sekitar saya saat harus menunggu.
Saya bahkan sudah lupa, bagaimana kisahnya saat  harus menunggu dan berusaha mati- matian membunuh waktu saat belum punya gadget-gadget canggih tersebut. Yang pasti dulu dan sekarang memang berbeda. Benar kata seorang dosen saya, manusia sekarang akan sangat takut terhadap kesepian, tak mau menunggu di dalam sepi saat ia harus sendirian. Kalau mau diamati, ketergantungan terhadap handphone, atau smartphone, tablet, laptop, pemutar musik dan aneka ragam gadget lainnya juga turut mempengaruhi latar belakang mengapa seseorang memilih untuk tidak hanya duduk diam, melipat tangan, dan mengamati sekitar.
Saya menyadari kalau handphone saya bahkan tak pernah jauh dari saya, selalu berada dalam jangkauan genggaman tangan saya. Dan bahkan saat saya sedang berbicara dengan orang, kadang sambil nyambi main handphone.
Belakangan, saya mulai mencoba mengurangi kebiasaan buruk tersebut. Ya, bagi saya itu buruk, karena saya tak pernah mau merasa terikat dengan gadget- gadget yang ada. Bagi saya, itu hanya akan menjadi penghalang komunikasi saya dengan orang- orang di sekeliling jika saya melanjutkan kebiasaan tersebut.
Saat SMP hingga SMA dulu kalau ada jam pelajaran kosong saya kebih suka duduk di kursi saya, dia, dan mengamati teman- teman saya yang sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang dandan, ngobrol, tidur, makan, mainin handphone nya sementara saya hanya mencoba menebak- nebak apa yang sedang mereka pikirkan dan menganalisis sifat orangnya. Psikologis sekali memang!
Dan kali ini, saya mencoba kembali menjauhkan handphone saya, mencoba mengamati kembali orang- orang di sekitar saya, mencoba membangun interaksi dan hubungan 'kemanusiaan' yang manusiawi dengan orang- orang di sekitar saya. Kembali melatih awareness saya terhadap lingkungan, karena memang mengasyikkan untuk menebak karakteristik seseorang melalui aktifitasnya.
So, goodbye for a while my gadgets. i'll have my nice flight now.
i'll be home this night and for the several next days!


Salam,
Hanna Siahaan

Thursday, December 22, 2011

Kudengar Namaku

22 Desember.
Tau dong hari apa ini? Setiap tanggal ini biasanya kita orang Indonesia merayakan hari Ibu setiap tahunnya.
Saya sih kurang tau pasti asal muasal hari Ibu ini, tapi yang saya tau ini hari ibu nasional se Indonesia aja.
Yang pasti hari ini terasa sekali betapa hebohnya orang- orang akan hari ini. Bahkan ada yang sms saya khusus untuk bertanya kapan sih sebenernya hari Ibu itu, karena dia sedih lupa hari Ibu kapan yang disangkanya telah berlalu.
Saya sih entah kenapa dari tiap tahunnya gak pernah sekalipun mengucapkan selamat hari Ibu ke mama saya
Bahkan sampai saat ini saya belum sekalipun mengucapkannya ke mama. Bukannya hubungan ibu dan anak diantara kami gak baik sih, tapi saya merasa masih kurang sakral arti sebuah hari ibu dibanding hari ulang tahun mama saya sendiri. Hari ibu bolehlah penting, tapi hari ulang tahun mama saya tetap yang paling wajib untuk diucapkan selamat nya. Tahun ini memang yang terburuk dalam sejarah tentang hal itu, karena saya nyaris melupakan ritual ucapan selamat ulang taun itu, terpaut 3 jam dari pergantian hari ulang tahun mama.
Kembali ke kehebohan hari ibu di hari ini, pagi- pagi buka twitter timeline udah mulai pada bertebaran ucapan selamat hari ibu. Bahkan, sejak jam 11 malam tanggal 22 nya pun sudah ada yang nge tweet selamat hari ibu. Yang saya pikirkan, apa iya semua yang sibuk tweet nge tweet itu bener- bener merayakan hari ibu. Hmmm, maksud saya dengan 'merayakan' itu adalah mengucapkan, atau memberi kado, atau mungkin ada 'ritual' anak-ibu bersama. Entahlah apa emang akhirnya disampaikan beneran ke ibunya masing- masing atau hanya sekedar tweet penghias linimasa nya aja biar update dengan topik terbaru.
Saya dan mama, seberapa uniknya hubungan kami mungkin tak terlalu menjadi sebuah keanehan bagi orang lain. Mungkin kami memang terlalu gengsi untuk saling menyampaikan kalimat sayang kami masing- masing, tak pernah mengucapkan segala rasa sayangnya, namun tetap terasa sekali untukku. Kasihnya luar biasa! Bahkan di jarak yang terjauh ini pun, setelah 17 tahun tinggal bersamanya, saya harus pergi jauh merantau aku merasa justru kali ini adalah momen dimana kami merasa amatlah dekat. Saya baru merasa betapa penting arti keberadaannya selama ini ketika mulai hidup nge- kos dan tiba-tiba begitu bete nya karena pulang kuliah harus usaha ekstra lagi untuk bisa beli makan ke warung, harus belanja keperluan sendiri, mengerjakan tugas tepat waktu, tidur ga larut malam biar besoknya gak kesiangan mesti usaha lagi supaya kamarnya tetap rapi, dan masih belum berhasil sih hingga sekarang. Sementara dulu nih, semuanya sudah diatur sama manajer, Mama.
Bahkan kasihnya begitu nyata ketika ia menyatakan akan segera menyusulku ke Solo baru- baru ini begitu tahu saya jatuh dari motor dan gak bisa jalan setidaknya untuk 2 minggu. Bukan sekali ini aja, satu bulan yang lalu ketika saya cacar (ya, double attacks untuk 2 bulan ini!) mama juga mau nyusul ke Solo jika keadaanku tak kunjung membaik. Puji Tuhan, begitu mama bilang pengen ke Solo untuk merawaktu, besoknya keadaanku membaik. Mungkin karena doanya, manjur luar biasa atau karena efek senang karena ada yang ngurus, jadi saya semangat sekali untuk sembuh, yang pasti saya tak pernah tahan untuk berdiam diri terlalu lama.
Dia memang manajer terbaikku, anti ngeluh, tak pernah cengeng, bahkan cenderung keras untuk bisa mempersiapkan anak- anaknya menghadapi dunia yang ternyata tak seindah bayangan masa kecil dulu.
Adalah saat yang paling luar biasa ketika saya mendengar mama (dan bapak tentunya) mengantar kepulanganku ke Solo, melalui sebuah doa. Kami duduk melingkar bersama berempat dengan adikku. Menundukkan kepala, khusyuk mengucapkan doa. Mama menyebut namaku, di dalam doanya yang singkat. Memohon kepada Tuhan, supaya melindungi ku di perjalanan dan juga aktivitas kuliahku saat berada jauh darinya. Indah sekali, ia menyebut namaku dalam permohonannya kepada Tuhan...
Di waktu ku kecil gembira dan senang
Tiada duka kukenal tak kunjung mengerang
Disore hari nan sepi ibuku terbelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut

Di doa ibuku namaku disebut
Di doa ibuku kudengar ada namaku disebut

Sering ini kukenang di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris kutersesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar namaku disebut

Di sore hari nan sepi ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut
Ada namaku disebut

Sunday, November 27, 2011

Ada yang Terlewatkan

pukul 20:47
Seperti baru sadar akan sesuatu.
Nyaris lupa, tapi sebenarnya tanpa ada maksud untuk melupakannya, sama sekali tak ada.
Dari jauh, saya akhirnya mengirimkan pesan padanya. Mengganti kealpaan saya untuk beberapa jam di awal hari ini.
Saya kirimkan pesan di hari bahagianya, dengan dia setulus hati, berharap yang terbaik untuknya, selalu.
Mendoakannya, berharap ia akan mau memaafkan kealpaanku hari ini. Berharap dengan pesanku saja bisa mengganti kehadiranku di dekatnya.
Kukirimkan juga doa bagi kesehatannya, kesuksesannya.

Mama, selamat ulang tahun, saya bilang padanya.
Dengan rasa bersalah di waktu- waktu yang justru akan segera menandakan akhir dari hari bahagianya.
Maaf, terlalu tipis waktu untuk mengucapkannya.
Maaf, mungkin terlalu sedikit waktu untuknya  di hari ini.
Selamat ulang tahun ke- 53.
Terima kasih untuk segalanya.

foto di crop karena saya dekil abis di foto ini
 

Proverbs 3:16 Length of days is in her right hand; and in her left hand riches and honour. 
  Amsal 3: 16   Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.



Salam sayang dan kasih,



Hanna Siahaan

Panen Perdana Solo Berkebun

Hari ini, mulai pukul 8 pagi sampai pukul 10 tadi adalah acara panennya Solo Berkebun, setelah tanggal 30 Oktober kemarin anak- anak @soloberkebun mulai tanam perdananya. Cerita sedikit aja tentang panen perdana kemarin dulu kali ya.
Pas tanam perdana kemarin itu, lahan kosong yang tersedia di daerah Gremet, itu ditanami 3 jenis tanaman. Ada jagung, kangkung, dan bayam.
ini lahannya soloberkebun dan ada ririn! #oh

Nah setelah pas 4 mingguan nya, hari minggu ceria yang panas ini, soloberkebun panen kangkung dan bayam. Eh tapi pas dilihat- lihat lagi saya cuma dapet gambar sayur bayam nya aja. Nggak tau pasti juga apa mereka jadi panen kangkung atau nggak, soalnya saya dan temen- temen juga dateng terlambat.
Kalo berdasarkan hasil penglihatan saya, rame banget orang- orang yang dateng hari ini untuk ikutan panen nya soloberkebun. Dilihat dari statement di kaosnya ada temen- temen dari Jakarta Berkebun, Bandung Berkebun, Makassar Berkebun, dan lain lainnya.
Nah ini saya share foto panenan bayam nya:



Jadi pas kami (yes ada Ririn, Momo, Ichi ) mau pulang, ternyata disuruh bawa bayamnya yang udah dipisah- pisah, seperti yang ada di pasar. Sebenarnya keadaan panen itu, seperti yang bisa dilihat di atas, persis seperti pasar kan? ada yang duduk, berdiri, kemudian ada yang mengikat- ikat bayamnya. Sayangnya, di kos saya tidak ada kompor, jadi bayam- bayam itu nggak bisa saya masak, padahal bayam merupakan salah satu favorit saya!
Oh iya, kalo tanaman jagungnya, masih belum bisa di panen, karena masih terlalu kecil, belum waktunya untuk dipanen, ini dia gambar jagungnya:



Jadi, serunya saat tanam menanam itu masih lanjut juga ternyata saat ngeliat benih (eh apa bibit ya?) yang kita bawa itu perlahan- lahan tumbuh besar dan akhirnya siap dipanen. Buat temen- temen soloberkebun yang udah bawa sayurannya, selamat menikmati!

Selamat berkebun!

Hanna Siahaan

Saturday, November 19, 2011

Bye, Dreams!

7 minggu lagi menuju penghujung tahun.
masih (atau hanya) 7 minggu lagi waktu yang tersisa untuk bisa meneruskan segala perjuangan- perjuangan mencapai Target tahun 2011.

Ini to-do-list saya selama 2011, dan ada beberapa yang sumpah-gak-penting. 
Diawali dengan doa, diakhiri dengan senyuman

Ketika saya nge cek lagi 'to-do-list in 2011', saya baru tersadar ada beberapa target yang bahkan tidak saya lakukan, karena saya bahkan menghapusnya dari list saya.
Salah satunya, pengajuan aplikasi beasiswa IELSP. Untuk mendapatkan itu, sudah niat banget untuk ikutan test TOEFL di bulan Juli, bahkan pada Juli itu saya pun akhirnya pergi ke Pare -kampung Inggris- untuk sebulan nge camp berbahasa Inggris di sana. Tapi memasuki bulan September- Oktober, saya mulai limbung.
Denger- denger kampus gak bakal ngijinin mahasiswa nya untuk cuti lebih dari sebulan, bahkan sekalipun itu juga nantinya bisa membawa prestasi dan prestise tersendiri untuk kampus (ya kali kalau-kalau aja kepilih jd nominator beasiswa).

Ketar- ketir juga akhirnya pas dapat kabar (sekali lagi, masih kabar burung) kalau kaka tingkat yang sebelumnya dapet beasiswa serupa itu harus cuti satu semester demi 8 minggu di Amerika.
Saya bingung, nggak tau harus memutuskan apa. Di satu sisi, berpikir nggak ada salah nya nyoba, ya kali mahasiswa lainnya males ikutan coba- coba beasiswa yang satu ini kan. Nah di sisi lainnya, kalau inget mesti berhenti sementara dari kuliah, yang artinya memperpanjang masa studi dari yang seharusnya 8 semester, saya sih ogah.
Akhirnya, saya berpikir untuk tidak egois. Saya nggak maju untuk ikutan si program 8 minggu ke Amerika itu (nb: kalau dapet loh ya). Mikir aja, gimana kasihannya orang tua saya kalau misalnya kontrak saya di Solo ini yang cuma untuk 8 semester tapi harus diperpanjang lagi, mereka juga pasti mau nya saya cepet lulus kan. Atau juga sambil menggondol beasiswa dan penghargaan yang ada.
Tapi, begitulah hidup. Pada akhirnya kita harus memilih. Kalau kamu mau beasiswa ke luar negeri, maka kamu harus cuti kuliah, dan otomatis masa studimu tambah lama. Kalau kamu mau cepet lulus, maka kuliah lah yang fokus, rajin masuk,kerjain tugas, dan lupakan beasiswa 8 minggu di negeri orang itu, kurang lebih begitu hasil rundingan saya dan teman- teman senasib yang mau mengajukan beasiswa itu juga. Dilematis!

Akhirnya saya tinggalin aja hal yang paling nggak pasti di antara kedua pilihan itu, mengajukan aplikasi IELSP. Saya pikir, toh kalo saya ajukan lamaran itu belum tentu juga kan keterima. Tapi entah kenapa saya ngerasa itu cuma excuse aja untuk diri saya sendiri, karena di satu sisi saya lumayan kaget dengan persiapan saya sendiri. Sudah sampai bulan Oktober,tapi daftar test TOEFL aja beloman. Padahal ijazah SD-SMA juga harus diurus kembali. Bahasa Inggris saya juga masih sampai pada tahap 'better than nothing'.

Dan tepat 4 hari yang lalu, tanggal 15 November, batas pengumpulan semua aplikasi ditutup. Reminder di laptop saya selama berbulan-bulan, yang mengingatkan akan deadline tersebut pun akhirnya sudah hilang sekarang seiring berlalunya tanggal 15 November. Saya cuma bisa dadah- dadah sama mimpi dan rencana yang sudah saya susun dari setahun yang lalu ini. Saya cuma bisa bilang: kalau memungkinkan saya akan kejar kamu kembali di semester 7 nanti, wahai delapan-minggu-di-Amerika ! :)


Please, #prayforme pals,

Hanna Siahaan :D

Waktu

tik tok..
Waktu terus berjalan, tak perduli apapun yang bergerak di sekelilingnya. Jangankan yang bergerak, terhadap sesuatu yang diam pun dia tak acuh.
Dan malam ini, entah kenapa di tengah berbagai tekanan mental yang melanda saya akhir- akhir ini, saya mau bersyukur untuk setiap waktu yang baru saja saya lewati.
Di setiap penyesalan, pasti ada pelajaran. Di setiap kesalahan, kita bisa belajar mengenai yang benar. Di setiap memori indah, saya cuma bisa diam, menikmati waktu yang ada.
Saya bersyukur sebelum sesuatu -yang saya sebut titik nadir- itu datang, saya pernah merasakan dalam hening, menikmatinya dalam berkali- kali tarikan nafas akan waktu yang saat itu saya jalani. Luar biasa cara Tuhan membuat saya bisa menikmati sebuah peristiwa (yang menurut saya) langka, dan betul- betul itu adalah A GOOD SWEET DAMN THING THAT I'VE EVER HAD.
Ketika kamu, merasa jawaban doamu muncul dalam sekejap, kemudian kamu raih kesempatan itu, nah seperti itulah rasanya.

Bagi saya, cara terbaik untuk bisa menikmati waktu bersama orang terbaik di dunia ini, cuma diam. Diam menikmati atmosfer yang ada, kalaupun saya berbicara, saya tak paham apa yang sedang dibicarakan. Saya cuma ingin menikmati kesempatan yang ada ini -saat itu, pikir saya- , dan kalau saja saya punya kuasa atas waktu maka saya akan ambil alih remote waktu, saya hentikan!

Tik tok..
Tapi waktu tetap berjalan, ia menunjukkan kuasanya. Entah kenapa saat itu saya benci sekali hal ini, berjalannya waktu. Waktu yang begitu singkat, membuat kita merasakan peristiwa yang indah itu menjadi luar biasa berlalu dengan cepatnya, tak terasa!
Mau minta waktu diulang kembali? Tak bisa. Yang ada saya hanya merasa seperti baru saja terbangun dari mimpi. Sekejap dan tiba- tiba berganti setting. 
Dan pada akhirnya,andai ketika kelak saya ditawarkan untuk bisa mengulang waktu 'ini', saya tak mau.
Karena  kenyataan lebih membuka mata saya, bahkan lebih dari itu, memaksa saya harus mengambil keputusan, mengakhiri semua yang baik dan indah -sekali lagi, bagi saya-. Semua keindahan nyatanya tak bisa saya miliki secara utuh. Tapi, saya tetap bersyukur untuk waktu itu dan rekan saya saat itu :)


 for my several days partner in crime :D


Selamat malam Indonesia,
Hanna Siahaan

Saturday, October 22, 2011

Hujan Pertama di Tahun Ini




hujan pertama di tahun ini
tanpa kisah romantis
tanpa pernah diduga
byaar! Ia turun begitu saja
tak perduli siapa saja yang terguyur

dalam keremangan kota yang redup
tanpa cahaya tak ada setitik kilau yang muncul
ia masih dengan kencangnya bergolak di luar sana
menggetarkan setiap jendela dan dinding tempatmu bersandar
membasahi setiap tempat berlindung

hujan pertama di tahun ini
membawaku pada ujung dari sebuah tanya yang besar
akankah ia mau kembali pada masa selanjutnya?
Akankah ia sudi tak muncul dengan tak berlebihan?
Akankah ia mau membawa berkah bagi setiap orang yang menantinya?
Dalam keremangan kota ini, aku diam
mencoba mencari jawab dari setiap tanya yang ada

hujan pertama di tahun ini
mungkin ia hanya sekedar perintis kawan-kawannya yang lain
mungkin ia hanya pengawal dari tuannya yang lebih besar
mungkin ia hanya sebagai lambang dari awal suatu kisah
atau mungkin pula ia hanya setitik kecil dari jumlah besar yang akan datang

hujan pertama di tahun ini
sepertinya ia muncul sebagai pengingat dosa kita
saat dari tanah yang kita pijak muncul keretakan
saat dari hijau yang kau pandang berubah, meranggas kekeringan
saat tanah yang kau tanami tak lagi menuai apapun
ketika ia mengguyur, menimbulkan setumpuk sisa kejahatanmu pada alam
menghanyutkannya, membawa semuanya itu ke hadapanmu


hujan pertama di tahun ini
akankah ada yang kedua ketiga dan kisah selanjutnya?

Wednesday, October 19, 2011

Ketika Wanita Menangis


“Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya, melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.
Ketika wanita menangis,
itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya, Melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Ketika wanita menangis,
Itu bukan karena dia ingin terlihat lemah, melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura- pura kuat.”
(Windhy Puspitadewi dalam “Let Go”)

Sederet kalimat diatas saya temukan di sebuah novel yang baru saja selesai saya baca. Ketika membaca dan menghayati kata per kata, saya tersenyum. Sungguh, saya merasa ini bukanlah sebuah pembelaan dari para wanita, tapi saya setuju dengan petikan kalimat- kalimat di atas.
Tangisan wanita ada bukan karena mereka memang makhluk yang selalu “berpikir dengan hatinya” tetapi terkadang tangisan air mata mereka adalah sederet ungkapan kata dan rasa yang tidak mampu mereka ungkapkan kepada dunia. Bukan kejujuran yang ingin dilanggar para wanita, tapi terkadang ada kalanya tidak ada kata yang terbaik yang bisa diucapkan di saat- saat terberat di dalam hidup ini. Ada kalanya jika belum tiba waktunya, wanita enggan berucap mengenai apa beban hidupnya.

“TANGISAN ADALAH LUAPAN EMOSI JIWA YANG TERDALAM”
Saya yakin tidak ada seorang pun yang ingin terlihat lemah dengan air matanya. Tidak ada seorang pun yang ingin orang lain melihatnya meneteskan air mata. Air mata bukanlah simbol  dari kelemahan. Ada kalanya air mata yang tercurah merupakan lambang ketegaran mereka selama ini. Ya, ketegaran. Selama ini mereka hanya mampu memendam amarah, kekecewaan, kepedihan (mungkin), yang tidak pernah terucap dari bibirnya.
Yang saya tahu dari para wanita (karena saya pun salah satu dari mereka ), terkadang hati dan bibirnya tak bekerja seirama. Semakin kencang bibirnya mengucapkan kata “tidak”, maka sesungguhnya semakin kuat pula hatinya berteriak “iya”, dan sebaliknya. Saya pernah membaca kalimat ini (maaf, lupa darimana) : Ketika seorang wanita berkata “everything’s alright” tidak berarti everything's fine.
Mereka berusaha sedapat mungkin menyimpan rapat-rapat masalahnya dan kalau bisa menyelesaikannya sendiri. Atau yang paling sederhana, mereka enggan untuk mengutarakan niat, dan hanya berharap saja kalau lawan bicaranya dapat mengerti apa yang mereka inginkan. Serta bersikap seolah-olah kepala mereka transparan dan isi pikiran mereka dapat terbaca dengan begitu mudahnya.
Terkadang, saya mengamati ada benarnya juga kalimat :”Menangis itu sehat” (thanks for Gita for her own words). Ternyata, bukan hanya tertawa saja yang menyehatkan, melainkan juga sebuah tangisan. Kenapa ? Dengan menangis, beban yang ada di dalam hati akan banyak berkurang. Segala kekecewaan juga akan berkurang sedikit seiring dengan luruhnya air mata. Ingat, bedanya menangis dengan curhat hanya ada pada jumlah nya saja. Jumlah kata dan jumlah air mata yang keluar J.
Dan disini, saya cuma ingin membuka mata kalian (wahai para wanita) , tidak ada salahnya sih menangis. “Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari”
Jikalau banyak hal di dunia ini yang telah mengecewakanmu, tidak sesuai harapanmu, bahkan menyakiti mu terlalu dalam, menangislah !

Dariku yang sedang tak menangis,
Hanna Siahaan

So, I Miss You



I miss you but I'm scared to tell u. I'm scared u won't feel the same.
It's not missing someone that hurts, it's not being missed back.
I miss u. It's a disease. Oh come on, don't follow me into my dreams.

Hey dear you, i'm missing you that bad, can you hear me? Did you feel the same ?
Hey, i miss you. Yeah you!




Someone that missed you sooo bad, (#hahaseekk)


Hanna Siahaan

Tuesday, October 18, 2011

Manusia dan Sisi Menariknya

Apa yang paling menarik dari sisi kehidupan seorang manusia?

Bagi saya, kalau seandainya saya yang mendapat pertanyaan itu, saya akan jawab : Interaksinya (dengan manusia lainnya). Mengapa?
Hal tersebut menarik buat saya, karena di dalam interaksinya manusia belajar, melakukan kesalahan, mengajarkan orang lain, dan jatuh cinta.

Menarik bagaimana manusia berproses, mempelajari segala sesuatu dari alam, dari lingkungannya, juga dari apa yang dialaminya sehari- hari. Bagaimana ia awalnya tak mengerti apa- apa, tapi kemudian ia bisa memahami, meniru, bisa mempelajari banyak hal dari hasil pengamatannya, lantas mengaplikasikannya dalam hidupnya. Menarik bagaimana seorang bocah kecil yang awalnya tak bisa berjalan tapi setelah melalui proses duduk, jatuh, merangkak,berpegangan pada tembok, berdiri, jatuh lagi, hingga akhirnya ia bisa berjalan perlahan- lahan dengan langkah yang terpatah- patah.

Menarik bagaimana manusia menghasilkan kesalahan dari hasil belajarnya selama hidupnya. Dari kesalahan yang muncul selama proses belajarnya, yang kemudian membuat seorang manusia belajar dari kesalahannya sehingga enggan melakukan salah yang sama atau terjatuh dua kali di lubang yang sama. Atau mungkin ada beberapa di antara mereka yang akan melalui proses jatuh di tempat yang sama untuk beberapa kali, bukan karena mereka enggan belajar dari kesalahan, mungkin karena mereka ingin mencari letak kesalahan mereka, dan mencoba melintasi lubang tersebut dengan hasil belajarnya. Proses belajar kreatif yang satu ini mungkin akan memakan waktu yang lama dan menyakitkan, mengingat harus berkali- kali jatuh dan bangun lantas belajar dari kesalahan.

Menarik saat manusia mengajarkan sesamanya akan suatu pengetahuan. Saat manusia mulai saling membagi ilmunya, berbagi pengalaman hidupnya agar dapat menjadi pelajaran bagi orang lain. Hey, bukankah pengalaman adalah guru terbaik, kawan? Menarik saat mengetahui masih banyak manusia di dunia ini yang tidak pelit ilmu, yang ingin melihat orang lain untuk maju juga, dan mereka kemudian mulai mengajar. Mengajar akan segala sesuatu yang kiranya dapat menjadi bekal pengalaman seseorang kelak dalam menempuh hidupnya sendiri. Mari berbagi ilmu, karena ilmu menjadi sangat berharga saat kita mulai berbagi, mengajarkan sebuah pengetahuan baru bagi orang lain.

Menarik saat mengamati, melihat, mendengarkan kisah saat manusia jatuh cinta. Ketika cinta itu merupakan hal yang paling abstrak di dunia ini, tapi saya meyakini cinta itu sebagai salah satu hal yang memiliki esensi mendalam di dalam kehidupan setiap orang. Jika masa lalu akan membentuk masa depan seseorang dan karakter hidup orang tersebut, maka CINTA adalah suatu esensi hidup yang akan membentuk tata ara seseorang mengasihi orang lain, juga bagaimana ia dapat memberi dan menerima dari orang lain.
Menarik saat mengetahui bahwa definisi cinta yang dianut setiap manusia itu berbeda- berbeda. Sama seperti kisah cinta yang dialami masing- masing dari mereka yang juga berbeda- beda. 
Menarik saat semua orang bisa saja merasakan cinta. Cinta itu universal, semua orang bisa dan pasti pernah merasakannya, meski ada sebagian orang yang memungkiri kehadirannya. Ada yang bahagia karena cinta, ada yang tersakiti karena cinta. Dan bagi saya, sisi paling menariknya terletak saat ada manusia yang sedang jatuh cinta, saat aura kebahagiaannya bisa terpancar ke orang- orang di sekelilingnya. Saat mereka tiba- tiba menjadi orang yang paling baik sedunia, saat mereka seakan- akan manusia yang tak pernah mengalami satu masalah pun dalam hidupnya.


Jadi, buatlah kisah hidup anda semenarik mungkin.
Let,s learn, let's make a mistake, let's share, let's teach, and be in love !


Have a joy,


Hanna Siahaan

Monday, October 17, 2011

17 HARI BERLALU

tujuhbelas oktober

Sudah 17 hari berlalu di bulan Oktober? Apa yang telah berhasil kamu lakukan?
Mungkin target- target kamu sepanjang bulan ini sudah terlalui separoh? Atau masih dalam proses pencapaian tujuan itu sendiri?
Well, apapun yang terjadi, masih ada sekitar 14 hari lagi untuk menyelesaikan bulan ini. Masih punya waktu sebanyak itu untuk bisa melakukan pengalaman yang menarik, masih punya banyak waktu untuk belajar dan bersenang- senang. Thanks God! :)
Kalau saya, setelah 17 hari berjalan di bulan Oktober, saya memutuskan:UNTUK GA IKUTAN IELSP DAN TEST TOEFL NYA. Saya SUDAH kena penyakit cacar sejak tanggal 11 Oktober.Saya SUDAH MELANGGAR DEADLINE untuk penerbitan Buku Kumpulan Cerpen dan Puisi LPM VISI (Lembaga Pers Mahasiswa FISIP UNS), dikarenakan saya sakit cacar yang aduhai ini. Saya sudah melewati DEADLINE untuk buletin ACTA DIURNA 16 juga, masih dikarenakan sakit juga. Saya TIDAK IKUT TAKE VIDEO INSTRUCTIONAL, masih gara- gara sakit, syukurlah temen- temen sekelompok saya masih bermurah hati mau memberikan saya tugas ganti.
Tapi...
dari sekian banyak kisah pahit itu, saya dapat keuntungan, di bulan Oktober ini setidaknya saya bisa beristirahat banyaaaakkk sekali :D
Di tengah- tengah kesibukan saya yang bikin jadwal super padat setiap harinya, tiap hari ke kos cuma mampir tidur malem dan mandi pagi, mandi sore doang bikin waktu istirahat saya jadi berkurang drastis.
Dari kecil sampai SMA, saya selalu dibiasakan untuk tidur siang setiap harinya. Jadi, begitu kuliah awal- awal tahun pertama ya masih rutin tidur siang, lama kelamaan siang hari saya masih dijalani di kampus, lama kelamaan sampai sore terkadang masih di kampus atau main entah kemana. Dan semakin parah di semester 5 ini, saat total istirahat seharinya cuma 6 jam.  Tapi, yang saya syukuri setiap harinya tidak pernah merasa mengantuk tiap paginya, selalu merasa sehat dan segar. Thanks God!
Tapi lama kelamaan daya tahan stamina tubuh saya drop, dan VOILA! cacar air dengan eloknya mampir di tubuh saya untuk pertama kalinya dalam hidup saya, ya! di Semester 5, saya mengalamu cacar perdana saya.
Dan kali ini, selama seminggu, saya kerjanya cuma berguling- guling ria di kasur. Tidur- tiduran sepanjang hari. Pokoknya benar- benar menikmati waktu 'cuti' yang diberikan kepada saya dengan maksimal, untuk tidur! Bahagia yang tak terperikan.

Hey, kamu sekalian!
Apa yang sudah terjadi di tujuh belas hari di bulan Oktober ini?
Let your dreams comes true :D
Make it happen.

Selamat berjuang, selamat menikmati hari,

Hanna Siahaan

Sunday, October 2, 2011

HELLO OCTOBER

  1. October wishes list:
    1.       Kumpulan Cerpen dan Puisi LPM VISI terbit
    2.       Buletin Acta Diurna 15 LPM VISI terbit
    Kenapa saya berharap buletin dan kumpulan cerpen- puisi tersebut terbit? Karena dua produk terbitan dari LPM VISI tersebut adalah tanggung jawab saya sebagai anak buah redaktur. Berat memang, dikejar-kejar deadline, dan juga ahrus mengejar teman sendiri ketika mereka mulai terlihat indikasi melanggar waktu deadline. Terkadang banyak excuse yang mereka berikan, dan saya masih sulit tidak memberikan toleransi yang besar terhadap keterlambatan mereka. Terlalu subjektif memang, tapi biarlah asalkan tetap terbit dan berkualitas. Kalo kata mbak Alina: Terbit yang bukan hanya sekedar ‘terbit’.
    3.       Test TOEFL nyampe angka 500!
    Dengan angka test TOEFL yang nyampe gopek gitu, semoga saya bisa ikutan beasiswa FULBRIGHT/ IELSP. Amerika boook! 8 minggu!
    Wish me the best guys :D
    4.       Pengen banget keterima jadi Liaison Officer nya Asean Para Games bareng temen- temen @ichiiii, @momowhatever @ayumuthie.
    5.       Turun 3 kilo boleh kali yaa masuk wishlist J
    6.       Nonton WESTLIFE, tapi kenyataannya sampai saat ini pun belum dapet tiketnya
    7.       And i wish youuu more handsome in everytime i look at you <3
    8.   Bisa ketemu gitu kek ya sama Rio Dewanto, :D

    Pada akhirnya semua doa dan harapan saya ini, tidak akan terkabul jikalau dilalui tanpa usaha. Maka, saya butuh semangat kalian untuk meraih mimpi dan cita- cita saya.
    "Mimpi tinggallah mimpi jika dikejar tanpa usaha" -HS


    Selamat bulan Oktober. Selamat mempersiapkan Halloween. Selamat hari Batik (2 Oktober)! :D

    With love,

    Hanna Siahaan

Wednesday, September 28, 2011

BAPAK

pagi ini, atau mungkin dari 3 hari yang lalu. Saya kangen bapak saya. 
Sejak hari sabtu yang lalu diberikan pelatihan motivasi yang seperti ESQ,  yah biasa lah ya dibuat nangis gitu, saya jadi kangen sama keluarga, apalagi jauh gini dari rumah, makin deres nangisnya. 
Sebenarnya sih ga terlalu deket juga sama bapak, biasa aja, ga pernah cerita- cerita berpanjang lebar tentang segala sesuatu dan ini- itu nya ke beliau.
Mungkin karena ketidakdekatan saya selama ini dengan beliau, saya ngerasa ada yang kurang kalau saya tidak pernah memikirkan relasi antara ayah dan putrinya selama ini. Padahal saya pikir- pikir relasi kami bukannya tidak baik, sangat baik malah, namun tidak ada sesi cerita panjang lebar yang kami biasakan sejak dulu.
Bapak, saya kangen bapak, pengen pulang ke rumah, semoga Natal nanti tidak ada aral melintang biar tiket yang udah di tangan bisa dipake pulang :)

saya dan Bapak, J.R. Siahaan

pernah ada postingan di Facebook yang judulnya tentang ayah, yang kemudian di tag oleh salah seorang teman saya (dan sepertinya juga hasil copas dari internet, maaf :) ), setelah membaca tulisan tersebut, saya menangis. Betapa beliau orang yang sangat berjasa salam hidup kita namun sering kita lupa akan kasihnya. Berikut tulisannya:

TENTANG AYAH...


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.

Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?


Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......

Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.


Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".

Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu.
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?


Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?


Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir.

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut.

Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?

"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"


Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa



Ketika kamu menjadi gadis dewasa.

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.

Papa harus melepasmu di bandara.

Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.


Di saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?


Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"


Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.
Karena Papa tahu.
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.


Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia.
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?

Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik.
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.

Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."


Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk.

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.

Papa telah menyelesaikan tugasnya.



Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita.
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat.

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.


Dear Bapak, semoga doamu merestuiku selalu di dalam kehidupanku.
Terimakasih, Bapak.
Salam hangat,


Hanna Siahaan

c.i.n.t.a

Di tengah malam ini, sebenarnya saya sedang menyelesaikan cerpen kedua saya untuk terbitan Kumpulan Cerpen dan Puisi. Tapi entah kenapa sulit sekali rasanya untuk menyelesaikan yang kedua ini. Kenapa?
Karena segala curahan hati saya sebenarnya ada di cerpen kedua ini, karena saya tahu mau tak mau cerpen ini nantinya akan diterbitkan dengan karya- karya lainnya, dan dijual di pasaran kampus (hehe!). Sesulit mengungkapkan cinta secara implisit melalui sebuah cerpen sepanjang 4 halaman, sesulit usaha menyampaikan makna hati melalui tulisan. Dan saya ingin saat pesan yang dikandung dalam tulisan saya bisa sampai ke pembaca nya, and not cheesy but classy.
Yang membuat saya merasa mudah dalam mengerjakan cerpen ini adalah cukup dengan mencipratkan sedikit fiksi ke dalam kenyataan kisah hidup saya, tidak sulit memang karena pada dasarnya hanya saya lah yang mengetahui seberapa banyak bumbu fiksi yang saya tambahkan pada cerpen itu nantinya.
Akhirnya saya berharap (dan berusaha) supaya cerpen kedua ini bakalan cepet rampung dan SUMPAH YA HARUS BISA MENYAMPAIKAN MAKNA IMPLISIT NYA.


NB: for someone out there, i wanna make this story dedicated to you, inspired by you :)



Salam malam,

Hanna Siahaan

Monday, September 19, 2011

Ada Ikhlas di Balik Ucapan Syukur






Ada satu cerita yang menarik saat kebaktian Minggu kemarin. Jadi ceritanya ada seorang ibu penjual pecel di sebuah tempat rekreasi. Nah suatu ketika ada rombongan keluarga besar yang membeli pecel nya. Sebenernya sih memang masih banyak penjual pecel lain di dekat si ibu itu, tapi mungkin keluarga itu milih secara acak aja, karena kelarga tersebut sebelumnya memang tidak pernah makan disana. Tidak berapa lama kemudian, ada rombongan keluarga yang lainnya menghampiri ibu si penjual pecel itu. Mungkin karena dikiranya banyak orang yang beli= dagangannya enak, laris, maka mereka berencana makan disitu juga. Tapi tahukah kamu apa yang dibilang ibu itu?
"Kalian makan disana aja, itu temen saya juga, dia belum laku sehari ini. Semua penjual disini bumbunya sama, jadi rasanya sama"
Sebuah hal yang tidak aneh memang, tapi sudah jarang sekali bisa kita temui. Bagi- bagi rejeki. Ya, dia rela membagi rejeki nya dengan teman se profesinya. Ketika ditanya dengan alasan apa ia menolak rejeki berganda ini, singkat jawabnya:
"Saya belum tentu bisa melayani mereka semua, tidak ada salahnya saya berbagi dengan teman saya."

Dan kalian tahu, sebenarnya tidak sulit mengucapkan serangkaian kata tersebut. Namun, bagai jodoh yang melenggang begitu saja, butuh KEIKHLASAN yang tak bertara untuk bisa MELEPASNYA.
Apa anda yakin anda bisa seikhlas dan sepenuh hati melepas rezeki anda? Mampukah anda di tengah keterbatasan yang anda miliki, untuk bisa bersyukur dan berbagi dengan orang lain?
Nyatanya kejadian yang paling sering terjadi, saat anda berada dalam keadaan terpuruk sekalipun, satu hal dominan dalam pikiran anda adalah; Bagaimana cara saya untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini?
Dan tidak pernah terpikir sekalipun bagaimana caranya untuk bisa bersyukur di dalam kondisi terburuk anda sekalipun.
Dari sepenggal kisah diatas, saya menyimpulkan hanya orang yang benar- benar mampu bersyukur di dalam kesusahannya-lah yang dapat memikirkan nasib sesamanya. Karena memang hal yang sangat sulit dilakukan di dunia ini adalah berterima kasih dan bersyukur atas kehidupan yang telah anda jalani.
Anda butuh keikhlasan yang benar- benar tulus untuk bisa memahami, bahwa setiap perkara yang terjadi dalam hidup anda hanyalah sebuah batu loncatan untuk bisa membuat anda semakin kuat untuk bisa melaju ke tahap selanjutnya.
Orang yang mengalami kesusahan, yang hidupnya tidak berkecukupan sekalipun mampu bersyukur. Lantas saya kembalikan pertanyaan kepada diri saya sendiri. Dengan keadaan saya seperti ini, yang hidup berkecukupan (meski tak berlebihan) sudah mampukah saya meninggalkan segala keluh kesah, dan kemudian bersyukur?
Lantas sudah mampukah anda bersyukur atas hari ini, atas hidup anda selama ini, termasuk atas masalah- masalah yang anda alami? Setidaknya ingatlah, betapapun sulitnya hidup anda, masih banyak sekali orang yang hidupnya jauh lebih susah dari anda, namun mereka hidupnya terasa tanpa masalah, tetap bahagia. Apa rahasianya? BERSYUKURLAH!

Tetaplah Tersenyum,

Hanna Siahaan

Tuesday, September 13, 2011

Tamasya ke Tukang Jahit




“mpok, lu punya waktu ga sore ntar, ini kain ane baru diambil. -,-

Nanti ane beliin walls buavita kiwi deh *ngerayu, help"


Bermula dari sms tadi yang dateng dari si Amilia yang nongol siang- siang itu, dan sembari tergoda juga dengan bujuk rayu walls buavita yang baru (hahaa) akhirnya saya terima tantangannya untuk berterik- terik ria di jalanan kota Solo, berangkat ke tukang jahit akhirnya.

Sampai di tukang jahit, dikeluarkannya lah bungkusan yang sedari tadi didekapnya erat- erat. Dan ternyata JENGG JEEENG JEEEENNGGG

Bungkusannya berisi 2 blazer yang bakal dipermak dan 2 x 4 meter bahan polosan yang bakal dibuat gamis. Jadi judulnya ini adalah jahitan yang mentok deadlinenya. Bayangkan saja si ibu penjahit, mesti ngejahit pesanan kami (saya, Momo, Amilia) sebanyak 2 rok, 2 gamis, dan 5 blazer untuk dipermak, parahnya lagi si ibu kita kasih deadline 4 hari, Sabtu 17 September udah harus jadi itu pakaian semuanya.

Yah terlepas dari gimana jungkir baliknya si ibu ngerjain pesenan kita -para ibu- ibu PKK ini- (buat kalian yang gak tau PKK, pak RT setempat pasti tau deh kalo kamu tanya), saya yakin setidaknya ibu penjahit itu tambah bahagia karena orderan nya banyak yang tentu berbanding lurus dengan income nya nanti. Selamat berkarya ya buuuu J

Pulang dari daerah Pasar Kliwon, daerah nya si ibu penjahit tadi, saya dan Amilia memutuskan untuk makan sore dulu. (Istilah makan sore muncul untuk makan malem yang terlalu dini dilakukan. Demikian.) Awalnya mau makan di daerah pasar Kliwon juga, tapi berhubung yang ada di sana makanannya nggak jauh-jauh dari kambing, sate kambing, sate buntel, dan sodara-sodara si kambing lainnya, akhirnya kami geser perjalanan kuliner hari ini ke daerah Lojiwetan. Kita makan di Strawberry.

Amil (@MeAmy) dan meja nomer 7 nya. Lha saya?

Lantas sebagian dari kalian mungkin bertanya- tanya tentang nasibnya si Walls Buavita? Nah si Walls Buavita itu digantikan posisi traktirannya dengan nasi goreng ala Strawberry serta ditemani dengan segelas teh manis hangat . Thanks to Amil deh :*

Ini diaaa nasi goreng dan teh hangat saya yang Oke

Nah si Amil mesennya Fuyung Hai (plus nasi putih) dan jus melon. Dan demikianlah sekelumit perjuangan kami para ibu- ibu PKK ini di hari Selasa yang cerah ini. Setelah memesan makanan dengan sedemikiannya, ternyata kami kekenyangan, dan kali ini saya berperan (lagi) sebagai tong sampahnya. Untungnya, selama beberapa hari ini lambung saya telah sukses dilatih untuk mengecil, jadinya makanan rekan saya tersebut tidak jadi habis saya lahap.


Fuyunghai nya Amil yang akhirnya dihibahkan ke saya

Diiringi hujan rintik- rintik yang syahdu dan teriknya mentari sore, saya kembali ke kost tercinta setelah memutar otak untuk mencari model yang the most kece of the earth.


Salam,

Hanna Siahaan

Saturday, September 10, 2011

Sekolah

Hari ini begitu saya bongkar- bongkar koleksi foto saya, tiba-tiba aja refleks milih dan buka foto dari jaman SMA dulu. Masa- masa SMA kelas 2 (tiba-tiba sadar begitu gak bangetnya gaya foto saya dulu)




captured by Widya

Nggak pernah kebayang aja sebelumnya kalo saya sudah melalui bertingkat- tingkat pendidikan hingga saat ini. Dan nggak terasa aja kalo waktu berjalan tanpa pernah terasa pergerakannya. Dulu rasanya baru mulai ospek, masih seneng- senengnya jalan- jalan dan menikmati waktu lowong yang kosoooong banget sebagai 'new fish'.

DAN SEKARANG!
Tiba- tiba saya SADAR kalo sudah punya dua angkatan dibawah saya. That means that i'm on-my-3rd-year! Oh my banget, ketika sadar betapa tua nya saya. Dan sudah separuh jalan menuju TOGA idaman seluruh umat mahasiswa di seluruh dunia.
Dan kegalauan yang abu-abu ini didukung juga dengan hasil pembicaraan saya, @riirinuli , dan Rhesa tadi siang yang (lagi- lagi) tentang betapa sulitnya perjuangan kami dulu waktu berusaha mendapatkan tempat kuliah terbaik, betapa ketatnya seleksi demi seleksi yang harus kami lalui, betapa banyak peluh dan tangis (well, yang terakhir ini mungkin saya aja sih yang tangis menangis) untuk bisa kuliah-di-univ-negeri. Dan Puji Tuhan, sekarang doa saya sudah terjawab :)
Tapi hidup memang tak semudah itu kawan. Satu batu loncatan mungkin berhasil kamu lalui, namun dibalik itu sesungguhnya masih banyak rintangan lain yang masih setia menguji kejelian dan ketangguhan kita. Saya memang sudah mulai merasakan beratnya kuliah semester 5 ini bahkan sejak sebelum perkuliahan dimulai. Mendengar cerita (yang ujung-ujungnya malah mirip keluh kesah menyeramkan) dari para senior tentang perjuang berpeluh- peluhnya mereka di semester 'pembuka' akan semester- semester menyeramkan selanjutnya (semester 6, dst).
Entah kenapa dari awal kuliah saya mencoba untuk tak pernah ambil pusing memikirkan semester 5 ini dan beratnya tugas mahakarya nya nanti.
Ya semoga saja kelak saya bisa berbangga dan berpuas hati melihat hasil kerja keras saya selama kuliah ini. Semoga kelak di tahun 2013, bulan Juni, hari Kamis ceria yang indah, saya ada di Auditorium UNS mengenakan toga. Semoga......


Selamat berjuang kawan,

Hanna Siahaan

Thursday, September 1, 2011

Saya dan Si Nona Ungu

Adalah sebuah kisah tentang persahabatan saya dan seseorang.
So, let me introduce her. Namanya Greta Marthauli Manurung.
Dan saya Siahaan, nampaknya memang Siahaan dan Manurung itu partner klop kemana-mana. dan mungkin nama kami akan nampak seperti nama bapak- bapak yang suka nongkrong di lapo (warung Batak ,-red). Tapi sori sori jek, generasi muda Batak sekarang nampaknya lebih suka bergaul di mall.
And, here we are!
Liburan Lebaran (asik banget bunyinya) kemaren, saya dan Greta selayaknya teman lama berjanji bertemu di Mall Kelapa Gading, di suatu sudut kota Jakarta Utara.
waktu itu lagi hari nya Idul Fitri, pokoknya Jakarta sedang dalam keadaan total maksimal tingkat lengangnya.
Sembari menikmati indahnya kota Jakarta yang lengang, saya berangkat ke MKG.
Target awal saya dan Greta adalah untuk nonton 2 film sampe sore, kemudian makan dan sembari cucusapi (curhat curhat sampe pingsan). Namun, akibat ulah kwetiau goreng yang dimasak oleh tante saya itu luar biasa enaknya, saya jadi terlalu konsentrasi makan kwetiau goreng sampai akhirnya janji ketemuan di mall nya jadi molor.
Untungnya, masih sempet (banget) buat nonton Kungfu Panda 2! Asolloley!
Dan mungkin karena waktu itu saya sambil sedikit mengarahkan Greta untuk nonton 1 film aja (demi penghematan dunia, kawan) jadinya ya udah gak ada film lain yang enak selain Kungfu Panda 2.
Selesai nonton si Panda yanggendut-lucu dan babi-babi terbang lainnya itu, saya dan Greta makan di sebuah restoran Jepang. Sekali lagi, entah Greta ngerasa atau tidak, tapi saya mengarahkan dia untuk ikutan makan mie ramen.
Sejak berbulan- bulan lalu ketika di Solo, saya memang sudah pengen banget makan ramen. Dan alhasil baru kesampean setelah di Jakarta.
Sesi cucusapi pun terjadi. Sebenarnya, setiap saya akan ketemu Greta, saya selalu paham akan terjadi sesi curhat- curhatan yang panjang kali lebar diantara kami. Dari rumah, saya sebenarnya juga sudah berniat untuk tidak cerita- cerita lagi tentang seseorang yang notabene menjadi 'kisah-yang-pasti-saya-ceritakan-dengan-Greta'.
Ada 3 alasan untuk itu:
1. saya tak mau mengingat orangnya #tsaah percayalah, tak ada dendam disini
2, saya tau, masalah Greta selalu lebih gawat :p
3. kalau saya mau galau, maka Greta yang lebih pantes galau (mungkin demikian pikirnya, hehe)

Mengenal Greta dan berteman dengannya selama lebih dari 4 tahun, terkadang membuat mulut dan hati saya tak sinkron. Alhasil, meluncur lah dengan tak terkontrol nya cerita tentang banyak hal yang sebenernya sumpah-gak- penting-abis dari saya dan tentang-orang-yang-tak-mau-diceritakan-tadi-tapi-terlanjur-cerita Gimana akhirnya saya bisa cerita? Itu semua gara- gara tiba- tiba orangnya sms. Dan dia memang tipe orang yang selalu tau aja kalo lagi diomongin.

Keengganan saya bercerita tentang masalah dan kegalauan hidup (meski gue jarang banget galau, itu juga kalau kalian pada mau percaya) saya ke Greta, sebenarnya simpel. Cuma karena saya tau ga etis aja kalo saya cerita dengan berapi- apinya tentang masalah saya sementara saya tau dan paham betul kalo lawan bicara saya sesungguhnya punya masalah yang bahkan lebih besar daripada masalah saya. Ibaratnya, masalahku cuma lokalan Indonesia, dia sudah di level Asia, yang mana level Indonesia mah sudah lewat. Ya, seperti makan maicih, ada level 5, level 10, bahkan level 11. Oke, skip. fokus.

Saya dan Greta dengan indahnya pernah dipertemukan sekali waktu untuk pertama kalinya dulu, di Rumah Tuhan, di Gereja kami, HKBP Kernolong, saat kami sedang menjalani proses peneguhan iman, bukti kedewasaan kami. Dan hingga sekarang, sejak saya dan teman- teman lainnya demikian pula Greta, masih memegang teguh janji (kepada Tuhan) itu, hanya beberapa dari kami saja yang masih selalu berkumpul untuk mengakrabkan diri kembali.

Then Greta thank you for being friend of mine :)
*entah bahasa inggrisnya ngaco apa maknanya ga dapet, pokoknya makasih!*

Saya dan Greta setelah makan ramen dengan bar bar nya 

Salam- salaman,

Hanna Siahaan

Wednesday, August 31, 2011

Enjoy-ing Jakarta

Situasi Jl.Matraman Raya (31/8), tepat di depan halte busway Tegalan

Hari Lebaran ini, saya sebelumnya sudah punya plan untuk berkunjung ke Gramedia Matraman. Tapi setelah cek punya cek di Twitter, saya baru tau kalo Gramedia bookstore dari kemarin (dalam rangka Lebaran, berhubung kemarin diprediksi udah Lebaran) bukanya rada siangan, dan kabarnya cuma buka sampe jam 7.

Penasaran juga sama keadaan Jakarta yang katanya sih udah sepi dan lengang banget setelah ditinggal mudik sama kaum urban ibukota. Pengen ngeliat aja dan pengen menikmati kondisi sepinya Jakarta ini. Kalau kata seorang teman saya di akun Twitternya:

“Slogan Enjoy Jakarta, baru benar- benar pas bila digaungkan saat ini (saat Lebaran)"
.
Alhasil, saat saya meluncur nge bajaj (saya naik bajaj, bukan nyupir bajaj) ke seputaran Matraman Raya. Jeengg jeeng jeng!... ... ... JENGG JEENG JENGGG (biar berasa lebih dramatis).

Yang terlihat adalah:

  1. Jalanan tidak macet
  2. Sepi banget dibandingkan kondisi Matraman hari normal (sama seperti keadaan jalanan besar ibukota lainnya deh, tidakk bebas macet sepanjang hari)
  3. Halte busway juga tidak rame, jadi ini situasi paling kondusif kalo mau nge busway karena tidak bakal berdesak-desakan
  4. Jarang banget ketemu angkot sama bajaj yang biasa suka ngetem atau mangkal, mereka benar-benar langka hari ini.
  5. Toko, warung, kios kecil maupun ala rumahan hampir seluruhnya tutup. Paling hanya untuk minimarket dan mall besar saja yang buka di hari pertama Lebaran ini.
Gramedia Matraman, yang katanya the largest bookstore in South Asia.


jalanan di Matraman Raya saat Lebaran hari pertama (31/8)


Sepinya jumlah kendaraan bermotor di sepanjang Matraman, penumpang busway pun sedikit jumlahnya



Jalan Percetakan Negara (31/8), di daerah Rutan Salemba, gambar diambil dari bajaj :)



random aja ngambil gambar abang bajajnya, koleksi pribadi :p

Dan kalau yang terjadi seperti ini, saya rasa bermain bola atau bahkan hiperbolisnya tiduran di jalan Sudirman bisa kali ya selama Lebaran ini, car free day pun mungkin bakal kalah sepinya dibanding jalanan ibukota hari ini. Lovely Jakarta. Saya mencintai keadaan Jakarta yang seperti ini. Jadi, mumpung sebagian penghuni kota metropolitan ini masih mudik, tidak ada salahnya menikmati sebaik-baiknya waktu anda untuk berkeliling Jakarta, sebelum mereka kembali dari kampung halaman mereka masing- masing.

Enjoy Jakarta, guys J

Salam.

Hanna Siahaan